Showing posts with label Misteri Hidup. Show all posts
Showing posts with label Misteri Hidup. Show all posts

Thursday, January 1, 2015

Kisah Seru di Tahun Baru (2015)

Malam tahun baru kali ini terasa lebih sepi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Adik dan mama berlibur di Medan, sementara saya terperangkap di ibukota beserta dengan pekerjaan yang harus diselesaikan.
Supaya tidak terlalu membosankan, saya memutuskan untuk menginap di hotel dalam kota selama 2 malam.
haha..

Awalnya saya berencana untuk memilih hotel di kawasan Ancol karena sepengetahuan saya biasanya di pantai Marina ada acara old&new.
Sayangnya, all full-booked dan hotel lokasi terdekat, yaitu Mangga Dua, pun harganya cenderung tinggi.
Akhirnya pencarian berpindah ke area Jaksel dan pilihan jatuh di sekitar Pasar Festival, Kuningan.
(saya mencari daerah yang ada tempat hang out namun tidak terlalu ramai)

Hotel yang dipesan adalah Hotel Harris, Tebet, yang terletak di persimpangan jalan utama menuju Tebet dan Casablanca, Kuningan.

Suasana kamar cukup lega, kamar mandi dan kasur bersih, disediakan lilin aromatherapy, tamu hotel mendapatkan voucher gratis untuk pijat 15 menit di pusat kebugaran dalam hotel, dan untuk pengunjung wanita mendapatkan kesempatan untuk ikut undian.

Hotel Harris Tebet beserta asesoris-nya
Saat check-in di resepsionis, saya melihat seorang gadis dari RRC sedang kebingungan dan kesusahan memesan menu makan malamnya.
Entah kenapa, saya merasa perlu untuk membantunya. Iseng mencoba, saya pun menulis di sebuah kertas dan menyerahkan padanya. Kurang lebih berisi 'saya bisa bantu menerjemahkan'.
Dan demikian, cerita pertemanan kami dimulai..

Karena dia dan temannya tidak mempunyai rencana untuk melewatkan tahun baru, maka saya pun mengajak mereka untuk jalan-jalan di Pasfest, menikmati pemandangan, sekalian menunggu pergantian tahun.

Bunga api di langit Jakarta raya di malam tahun baru 2015
Tak lama setelah acara kembang api selesai, kami pun kembali ke hotel dan kamar masing2.

Di pagi hari berikutnya (tepat tanggal 1 Jan 2015), saya berenang di outdoor pool hotel.
(ini juga yang menjadi pertimbangan saya untuk memilih Hotel Harris, ada kolam renangnya :D)

Suasana kolam renang hotel
Setelah berenang, bilas dan mandi, saya bersantai sebentar di kamar menunggu waktu check-out.

Siang itu berlanjut dengan jalan-jalan ke pusat perbelanjaan terdekat, Kota Kasablanka, dan saya memilih untuk makan siang di satu resto, Cooking Panda.
(sudah beberapa kali melihat resto ini, tertarik dengan ornamen pandanya yang lucu namun belum sempat mencoba menu-menunya)

Menu makan siang pertama di tahun 2015
Perut kenyang, lanjut bertualang.

Inilah pertama kalinya saya membeli kosmetik dengan brand terkemuka dan harga yang lumayan tinggi.
Biasanya hanya kosmetik seadanya, atau terima hibahan dari mama.
Yah, anggaplah hadiah tahun baru untuk diri sendiri.
ha..

Hari itu saya berpindah menginap ke area Pasar Baru karena dekat dengan lokasi kantor saya.
(pagi esok harinya masih harus bekerja..)

Kondisi kamar cukup bersih dan sederhana. Ukuran kamar tergolong kecil, hanya pas satu king bed dan ruang berjalan kurang lebih setengah meter di tiap sisi ranjang. Fasilitas kamar mandi bisa dibilang kurang.
Bila perlu shampo atau sabun, harus beli di resepsionis.
Untungnya saya punya kebiasaan bawa peralatan mandi tiap kali bepergian..

Tune Hotel Pasar Baru, key card dan kondisi kamar
Yang disayangkan adalah cuaca kurang mendukung untuk jalan-jalan di Passer Baroe yang terletak persis di seberang hotel..
Malam harinya, saya diajak oleh dua teman baru saya tsb makan di area Mangga dua square..
(sudah lama tak menyantap seafood pinggir jalan. hoho..)

Dan demikianlah cerita 'petualangan' tahun baru saya..

--

Sesekali cobalah keluar dari rutinitas atau kebiasaan lama dan berani mencoba hal baru.
Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di depan, atau dengan siapa kita akan bertemu.

Semoga tahun ini membawa berkah tersendiri untuk teman-teman dan sanak saudara semuanya.

another story of my new year's eve..

© by WP
LLE110115

Tuesday, February 1, 2011

Misteri Hidup

Hari Minggu kemaren, tepatnya tanggal 30 Januari, saat gw lagi di rumah sodara, tiba2 gw dapet sms dari temen. Isinya, "mama si XX meninggal.. Mo ikut melayat ngga?"
Jelas kaget. Bagaimana tidak? 2 bulan lalu saat gw ketemu sang mama ini, dia masi dalam kondisi fit. Dan yang gw dengar sih, sebenernya beliau ngga punya histori penyakit berat..

Hidup itu penuh misteri..
Tiada dapat terka apa kan terjadi
Hidup berbatas tipis dengan mati
Kapanpun bisa dipanggil pergi..

Malamnya, gw dan 2 teman yang lain menyusul ke rumah duka di Jelambar. Sesampainya di sana, perasaan gw masih biasa aja. Setelah gw ketemu ma temen gw itu, lihat dia menangis, mengikuti rentetan upacara pendoaan, barulah gw mulai merenung. Di saat itu pula gw teringat kondisi papa yang sudah menurun semenjak serangan stroke lalu. Skarang sudah agak baikan, tapi meski gw awam dalam bidang kedokteran, gw tau, beliau tak kan bisa pulih ke kondisi semula. 
Gw menyadari, proses kematian adalah rangkaian dari perjalanan hidup manusia. Karenanya, siap tidak siap, kita harus siap menghadapinya. Mungkin berat untuk kehilangan orang sekitar yang kita sayangi, tapi seandainya kita bisa melihat sisi baiknya, misal ia (yang meninggal) terlepas dari jerat rasa sakit duniawi, bisa bebas melanglang buana ke tempat yang belum pernah ia kunjungi sebelumnya (dalam bayangan bahwa manusia mengalami kehidupan bebas setelah kematiannya), bukankah itu akan lebih baik?
Dengan kita bersedih, (katanya) roh si meninggal akan susah terputus dengan duniawi, karena dia juga akan menyimpan rasa tidak rela pergi.. (Bagi yang percaya) hal ini akan menyebabkan pula ia tak bisa bereinkarnasi ke kehidupan selanjutnya. Sayang bukan?

Ada yang menyarankan, untuk pergi ke ruang bayi sesudah kita melewati masa berkabung. Diharapkan dengan melihat bayi yang baru lahir dan mendengar jerit tangisnya mungkin, kita akan lebih bisa menghargai arti hidup, dan sejenak melupakan yang pergi dengan menyambut yang datang..

Dalam hati, gw berharap, suatu saat nanti gw bisa mempraktekkan dengan ikhlas apa yang gw tulis di sini..

Berikut, gw mencoba untuk menerjemahkan tatapan mata temen gw yang sembab oleh air mata..

Mama..
Pergimu begitu mencekat,
pamit pun engkau tak sempat..
Belum pula kucapai niat,
buat kau bangga puji ku hebat

Mama..
Jodoh kita sekilas tak panjang
Tapi ia kan slalu terkenang..
Andaikan aku boleh kumandang,
kuingin semua lagi terulang,
aku engkau terikat utas benang..

Mama..
Istirahatlah dengan tenang..
Sesampaimu di alam khayang,
tetaplah tersenyum riang..
Limpahkan kami cinta sayang,
lindung kami tidak gelandang..

Mama..
Selamat berpulang.. 

At last, ada pepatah inggris berkata "Never put off till tomorrow what you can do today", juga pepatah lokal yang berbunyi "Hiduplah seakan kau akan mati besok". Keduanya memiliki inti yang sama, yaitu untuk menjalani hidup ini sebaik mungkin, memaksimalkan apa yang bisa kita kerjakan di hari ini. Setidaknya, kalaupun kita harus tiba2 hilang dari muka bumi, kita tidak membawa rasa sesal bersama kita, karena apa yang seharusnya dilakukan sudah terlaksana.. Gunakanlah waktumu dengan bijak.. (Ini juga kata-kata untuk diri gw sendiri..)

bsd31012011
© by WP