Showing posts with label Nature. Show all posts
Showing posts with label Nature. Show all posts

Sunday, October 16, 2016

[WHV] Perdana di alam terbuka NT

Sebelum berhasil mendapatkan WHV, saya banyak meraup informasi dari grup di salah satu media sosial dan aplikasi chatting.
Menjelang keberangkatan ke negeri kangguru, dalam grup chat ada yang mengajak jalan2 ke wisata alam di NT. Karena jadwal ketibaan saya adalah hari Minggu subuh menjelang pagi, maka saya pun mengajukan diri untuk ikut serta dalam perjalanan tsb.
Setiba di Darwin, saya dijemput oleh salah satu rekan berinisial YD, mampir dan numpang mandi di rumah MK, lalu menjemput rekan lain, WT dan RD. Total peserta trip kali ini adalah 5 orang sesuai kapasitas mobil, tiga perempuan dan dua laki-laki.

Spot pertama yang kami kunjungi adalah Territory Wildlife Park.
Signage di bagian dalam lokasi wisata
Selaras dengan nama, kondisinya memang mirip dengan alam liar. Habitat dijaga tetap alami, sehingga yang tampak adalah pemandangan hutan di kanan kiri, dan yang merupakan pugaran adalah jalan raya, jembatan titian, dan shelter/halte.
jalan2 di hutan ditemani genangan sungai
please meet wallabies, adik kecil dari kangguru

Tempat ini mempunyai rute jalan setapak menghubungkan beberapa area di dalamnya, sehingga pengunjung bisa berjalan mengitari keseluruhan taman.
Salah satu bagiannya adalah danau dan hutan beserta kawanan unggas..

Beberapa tempat lain adalah ruangan untuk hewan malam (nocturnal animal), kolam pasir di mana kita bisa melihat ikan pari raksasa, danau dengan pelikan dan buaya cilik, konservasi beberapa jenis burung, akuarium, dsb.
Di dalam ruang akuarium, saya melihat sesuatu yang unik, yaitu kumpulan kerajinan tangan dari benang wol yang dibentuk/disusun menyerupai terumbu karang dan ditempel di papan pada dinding.
Kerajinan ini merupakan hasil karya dari kegiatan sosial lho.. Ini juga yang membuatnya bernilai lebih di mata saya.

Setelah itu, kami beranjak ke Berry Springs Nature Park.
Inilah permandian alam dengan kawasan piknik di luarnya. Jadi para pengunjung bisa bersantai dan mengisi perut terlebih dahulu sebelum menikmati segarnya air sungai di sana.
salah satu kelebihan di Australia adalah ada beberapa tempat wisata terbuka yang menyediakan tungku untuk barbeque..

bekal makan siang kami
Setelah bersantap, kami pun siap menceburkan diri (sebenarnya hanya saya dan YD yang berenang, sisa tiga teman duduk di pinggiran kolam)
upper pool, jernih dan dangkal
daerah penghubung upper dan lower pool

lower pool, lebih luas, berwarna biru kehijauan, dan dasar kolam tak terlihat
Setelah puas berenang dan menikmati alam, kami pun bergegas pulang ke kota.

Berikut video yang dibuat oleh salah satu rekan WHV..
(bunch of thanks to YD)

Cerita sebelumnya, ketibaan di Darwin

© by WP
Drw 271116

Monday, December 24, 2012

Banjir, banjir!

Banyaknya waktu luang belakangan ini memberikan saya lebih banyak ruang untuk berpikir dan merenung.
Berhubung saya bukan seorang motivator terkenal, ya inilah media yang saya punya :D

Manusia itu makhluk yang egois. Tidak terkecuali siapapun. Yang membedakan hanyalah kadar dan tingkat kontrol diri masing2..
Mereka saling menuding, saling menyalahkan, tapi enggan becermin..
Contoh gampang, sikap saat menanggapi banjir yang melanda Jakarta ibu kota tercinta.
Sepertinya dari tahun ke tahun makin parah saja.
Apa pengaruh global warming sehingga jumlah cairan di bumi meningkat? Atau tanah bumi makin terbebani oleh jumlah manusia yang bertambah padat (belum termasuk dosanya) hingga makin tenggelam?
Warga menyalahkan kinerja gubernur yang baru menjabat, tapi apa sudah refleksi? (bukan refleksi merenggangkan badan, tapi refleksi melihat ke diri sendiri lho ya)
- Sudahkah buang sampah pada tempatnya?
mending kalo buang sampah yang tidak menimbulkan timbunan sampah, misal buang2 uang di panti sosial atau buang muka saat bertemu mantan teman..
- Sudahkah menghemat penggunaan kertas, sumpit bambu yang bahan bakunya diambil dari alam?
- Sudahkah mengurangi penggunaan wadah sterofoam, kantong plastik, dan sampah lain yang susah teruraikan dalam jangka waktu hitungan tahun?
- Sudahkah memilah sampah berdasarkan bahan dasarnya?

Belum lagi demi memenuhi kebutuhan papan dan keinginan menaikkan prestis, pembangunan gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan yang makin meluas tidak dibarengi dengan reboisasi..

Jadi, sudahkah Anda memperdulikan lingkungan sekitar sebelum mengeluh ini itu?
Bila sudah, selamat, dan bantulah mempropagandakan gerakan 'Go green'.
Bila belum, jangan banyak komentar, berdiri tegak dan mulailah langkah awal Anda..

Tgr24122012
© by WP


* Berkaitan dengan tema 'refleksi', saya merekomendasikan sebuah buku berjudul 'Berani Menertawakan Diri Sendiri' karya Sulaiman Budiman. 
Di dalamnya terangkum beberapa kisah yang di antaranya berpesan supaya kita bisa berbesar hati menerima kesalahan atau kelemahan kita, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai positif. 
Selamat membaca! 

Friday, October 29, 2010

Tiga Serangkai

Bila sekilas membaca judul, mungkin ada yang mengira kalau posting ini masih berkaitan dengan Hari Sumpah Pemuda kemarin. Tapi maaf, harus saya bilang kalau "that's not right.." Sebetulnya ini tentang yang saya rasakan atas serangkaian peristiwa yang belakangan terus menerus melanda negeri kita tercinta Indonesia. Gempa yang disusul tsunami, peristiwa meletusnya gunung berapi, dan hujan berkepanjangan berakibat jalanan dan rumah warga tergenang.

Dahulu ia nama kumpulan pahlawan
Kini, runtutan peristiwa mengenaskan
Gempa dan tsunami mengguncang ketenangan
Hujan tak henti banjir tinggi selangkangan
Gunung Merapi kelaparan lahap korban
Kalau begini, siapa bisa disalahkan?
Para manusia yang bertindak sembarangan?
Ataukah Dia si Empunya Kehidupan?

Kadang saya berpikir untuk melihat bencana alam dari segi positifnya. Mungkin Anda akan terheran.. Bencana itu identik bersifat destruktif dan merugikan, mana ada nilai positifnya? 
Tapi mari kita lihat.. Jaman sekarang, seks bebas di kalangan pemuda (pelajar) terjadi di mana-mana. Tingkat kelahiran bayi yang tidak diinginkan meningkat. Masyarakat pun sepertinya kurang mengindahkan program pemerintah, yakni Keluarga Berencana (KB). Padahal anak muda jaman sekarang slalu mengandalkan pose 'peace' (mengangkat tangan membentuk angka dua) saat berfoto.. =p Alhasih, populasi makin padat, berefek ke kurangnya pemenuhan kebutuhan hidup anak-anak dan menurunnya taraf hidup masyarakat. 
Buat mereka yang lahir di keluarga berkecukupan, mungkin tidak terlalu masalah. Paling-paling jumlah asap kendaraan dan kecemburuan sosial meningkat (orang berduit cenderung memenuhi keinginan anak seperti kendaraan mewah ataupun alat elektronik tercanggih). Biasanya anak tumbuh jadi individu yang manja berlebihan dan kurang peka sosial.
Sementara bagi yang kehidupan ekonominya kurang baik, anak-anak mereka jadi kurang gizi, sejak kecil ikut orang tua bergantung hidup dari belas kasihan orang lain. Mereka juga tidak mendapatkan pendidikan yang pantas, karena mungkin dalam keluarganya tak ada uang yang cukup untuk membiayai sekolah. 
Selain jumlah penduduk yang terlalu padat, mungkin Tuhan juga eneg ma kelakuan manusianya yang ambradul. Anak durhaka pada orangtua, orang yang melakukan tindakan cabul (contoh pedofili), perusakan lingkungan (penebangan pohon demi mengenyangkan isi kantong misalnya), tidak mengindahkan peringatan-peringatan Dia sebelumnya dan masih banyak contoh lainnya.
Naah.. bencana-bencana ini yang memakan korban ratusan, ribuan atau bahkan lebih, anggaplah ini 'seleksi alam' yang dilakukan oleh Sang Pencipta.. Kita bisa pilih. Mau mengucap sukur (Jawa: rasakan, tau rasa) atau berucap syukur..

Usah bersinambung keluh kesah
Hidup terlalu singkat tuk beresah
Lebih baik koreksi yang salah
Bersiap diri untuk berserah
Kita makhluk ciptaan yang lemah,
dibentuk dari gepokan tanah,
dan kan kembali ke rupa tanah
So, mengapa risaukan musibah?

Bukankah hidup akan terasa lebih ringan jika kita bisa lihat segala sesuatu dari segi positifnya? 

29 Oktober 2010
© by WP

* mencoba untuk berefleksi dan tidak terlalu memusingkan bencana yang terjadi di sekitar kita..
* mari kenali lebih jauh soal gempa di Indonesia. klik sini..