Showing posts with label Resensi Movie. Show all posts
Showing posts with label Resensi Movie. Show all posts

Monday, November 11, 2013

About time


Judul film buah karya Richard Curtis ini benar2 cocok mewakili kisah ceritanya.
Dari satu frasa sederhana tsb, saya menerjemahkannya menjadi dua arti berikut:
1. "tentang waktu"
Ceritanya mengenai sebuah keluarga bermarga Lake, di mana anak lelaki yang menginjak usia 21 tahun akan diberitahu oleh lelaki generasi di atasnya mengenai kekuatan mereka yang turun temurun, yaitu menjelajah waktu (time travelling).
Mereka hanya bisa menjelajah waktu yang lalu dan tidak bisa ke masa depan. Mereka pun tidak bisa kembali ke masa lalu yang melangkahi satu proses kelahiran. Hal tsb dikaitkan dengan teori bahwa sedetik saja selisih waktu, maka bisa mempengaruhi sperma mana yang akan membuahi sel telur.

Dengan kekuatan inilah Tim 'membuat' kesempatan untuk mendapatkan cinta Mary (diperankan oleh Rachel McAdams), gadis yang tidak sengaja ia temui di sebuah restoran 'buta', yang menambahkan suasana romantis dalam alur hidupnya yang membosankan.

2. "masalah waktu"
Tidak perduli apa yang direncanakan manusia, semua sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa dan pasti akan terjadi seperti itu. Termasuk di dalamnya proses kelahiran, bertumbuh, dan kematian.
Seberapa pun inginnya Tim bertahan dan kembali ke masa ayahnya masih hidup, pada akhirnya ia tetap harus merelakan kepergian ayahnya ke alam lain dan menyambut kehadiran anak ketiganya.
Secara perlahan ia pun belajar menjalani hidupnya serta menikmati perjalanan waktu.

Biarlah waktu membantu kita memulihkan diri dari rasa sakit dan atau pengalaman pahit yang kita alami, dengan alurnya yang cepat atau lambat.

Pelajaran lain yang bisa diperoleh saat menonton film ini adalah supaya kita belajar mencintai kehidupan yang kita miliki dan melewati hari2 dengan pikiran positif. Sehingga walaupun hari yang kita jalani sangat berat dan melelahkan, kita masih bisa bersyukur dan menganggapnya indah.
Juga untuk dapat menghargai kehadiran orang2 di sekitar kita dan tidak menunda menunjukkan rasa sayang kepada mereka.

Film ini dibumbui dengan sedikit humor sehingga tidak membosankan seperti film romantis lain yang cenderung melankolis dan menguras air mata.
Contohnya adalah kelakuan paman Desmond yang agak linglung, Tim yang terus memutar-balikkan waktu di adegan bercinta dengan Mary, juga gambaran betapa kesalnya seorang lelaki saat menunggui istrinya menentukan pakaian mana yang akan dikenakan untuk menghadiri suatu pesta.

GanCit 05112013
© by WP

* picture taken from imdb.com

Thursday, August 23, 2012

? (tanda tanya)


Sekilas tentang film: sebuah drama percintaan yang mengangkat pluralisme agama dan ras di Indonesia.

Disutradai oleh Hanung Bramantyo, dibantu casting peran oleh istrinya Zaskia Adya Mecca (yang mendapatkan peran figuran di satu scene), dibintangi oleh Revalina S. Temat (sebagai Menuk atau Nuk), Reza Rahardian (Soleh), Rio Dewanto (Hendra alias Ping Hen) serta aktor senior Hengky Solaeman (Tan Kat Sun, Ayah Ping Hen).

Saya tertarik sekali untuk menulis resensi tentang film ini  (walau sudah menjadi draft tertunda selama beberapa bulan :p). Alasan paling utama, saya terlahir sebagai ras yang dianggap minoritas di Indonesia, yaitu chinese,menginginkan adanya kesetaraan, kerukunan, dan tak ada lagi diskriminasi.
Dalam film ’Tanya’, saya menemukan dua poin permasalahan sosial yang kerap terjadi di sekitar kita. Dan sebelum membaca kupasan saya berikut, harap sediakan kepala yang dingin dan hati yang lapang, karena tidak pernah tersirat dalam pikiran saya untuk menulis satu artikel yang dapat mengundang kericuhan.

Ready?

Go!

1.   Masalah ras dan agama
a.  Indahnya perbedaan
-  Satu frame yang menurut saya paling menyentuh dan sanggup mewakili poin ini adalah ketika ibu Ping Hen bersembahyang menancapkan hio, sementara Menuk membungkuk melakukan salah satu gerakan shalat. Tampak bagaimana dua penganut agama yang berbeda dapat berdampingan menjalankan ibadah mereka.
-  Rika, seorang ibu yang beragama Katolik menemani anaknya yang muslim untuk membaca doa sebelum makan. Dan pada saat Natal tiba, si anak membantu ibunya menghias pohon Natal yang dipasang di rumah mereka.

b.  Kontroversi perbedaan
-  Nuk seorang muslimah berjilbab bekerja di restoran Chinese food yang biasa diidentikkan dengan makanan tak halal. Ia tidak menggubris cibiran orang lain karena dia tahu bagaimana cara kerja di dapur restoran tsb.
-  Seorang muslim teman Rika mengalami konflik batin saat akan memutuskan untuk mengambil peran sebagai Yesus di drama Natal. Antara kebutuhan pemenuhan nafkah dan  identitasnya sebagai pemeluk agama Islam.

c. Toleransi beragama itu perlu
-  Nuk membantu ayah Ping Hen membagikan makanan paket untuk para pemeran drama Natal.
-  Pada awal menjalankan usaha restoran keluarga, demi memaksimalkan pemasukan, Ping Hen mengubah peraturan hanya libur Lebaran pada tanggal merah saja, sementara ayahnya dulu memberikan kelonggaran hingga hari kelima. Karena alasan inilah ia diserang karyawan dan keluarga yang protes. Si ayah kemudian terluka parah dan Ping Hen mengerti artinya peraturan yang dulu diterapkan si ayah dan makna toleransi di baliknya.

d. Yakinilah agama yang kau yakini, bukan sekadar mengikuti tradisi keluarga
-  Di akhir cerita, Ping Hen memilih untuk menganut agama Islam setelah ia membaca dan memahami buku rohani mengenai sifat2 ketuhanan Allah SWT yang pernah ia berikan kepada Nuk.
-  Ada pula Rika yang berpindah agama dari Islam ke Katolik, namun masih berpegang pada beberapa norma muslim.
                                                                    
Tanda tanya..
ungkapkan rasa di dada
Apakah menjadi beda,
maka bukan saudara?

2.   Masalah keluarga dan pernikahan
a.   Peran ibu sebagai suporter dan penengah dalam keluarga
Beberapa kali ibu Ping Hen menengahi pertengkaran antara Ping Hen dan ayahnya. Ia membujuk kedua belah pihak untuk mengalah dan saling mengerti posisi lawan.

b.  Masih kentalnya tradisi mewariskan usaha keluarga kepada anak lelaki.
Pada awalnya Ping Hen menolak untuk meneruskan usaha keluarga dan lebih senang meluangkan waktu dengan teman-temannya. Setelah si ayah sakit dan sekarat, barulah dia memenuhi keinginan orang tuanya tsb.

c.  Untuk menjaga keutuhan keluarga, harus ada komitmen dari seluruh anggota keluarga, terutama kepala keluarga dan pasangannya.

d.  Komunikasi itu penting dan sangat diperlukan ibarat jembatan di antara dua lembah terjal.
Ada satu adegan di mana Nuk dan suaminya berselisih. Karena sedang emosi, suami lantas berkata ’kamu ngga ngerti!’ dan kemudian melangkah pergi.
Seandainya si suami mau meluangkan waktu untuk berbicara dan menjelaskan secara baik duduk perkaranya, bukankah akan lebih baik?
Saya berpendapat bahwa komunikasi antara dua sejoli seharusnya lebih menitikberatkan kualitas daripada kuantitas.

Sebelum menikah, kata-katamu manis dan indah
Setelah menikah, penuh sinis dan amarah..

Menikah adalah tuk saling bagi
Tapi kini tiada sama lagi..
Terkadang nada ucapmu tinggi,
lalu kau membalik badan dan pergi..

"Pernikahan itu seperti naik perahu. Satu mengemudi dan satu menunjuk arah. Kalaupun tidak bisa dilakukan bersamaan, tapi boleh bergantian"

Grogol23082012
© by WP

* picture taken from https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjb9rZlUU2ALWkmVzYGErVa7WALY8bBKsD9gU9A1gZM6-wpMsTSRQ4x13jeD2s8xwZRJ13juR5rC4VMiZ0F5gIL8R5fCFAUcX6B5eX3E5kyBT4m0OTYidKdtP8JuLIDJxdG8Pa0ECU1Cww/s1600/tanya.jpg

Tuesday, March 1, 2011

The Little Comedian

Malam minggu kmarin (26/2) saya dan eks anak les-lesan reuni di salah satu pusat belanja di BSD. Setelah dinner n ngobrol sebentar, berhubung tidak ada rencana kegiatan lain, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan nonton. Dari skian banyak pilihan film, kita sepakat menonton "The Little Comedian" (TLC).

Sekilas tentang film.. 
Ini adalah film produksi Thailand kesekian yang berhasil menembus pasar Indonesia. Pada saat bersamaan, juga ditayangkan "Crazy Little Thing Called Love". TLC adalah film arahan direktur Vithaya Thongyuyong, dengan pemeran utama Jaturong Pholaboon dan Paula Taylor.

Sinopsis
Alkisah sebuah grup pelawak Pa-Plern, yang sudah menjalankan bisnis ini turun-temurun. Generasi terakhirnya adalah 2 anak kecil. Si sulung, lelaki 12 tahun bernama Tock (Jaturong) dan si bungsu, perempuan bernama Mon. Yang disayangkan oleh keluarga ini adalah si sulung yang dianggap (seharusnya) bisa menjadi ahli waris malah tidak memiliki sense of humor sedikit pun, berbanding terbalik dengan adiknya. Kelucuan Mon didukung pula dengan wajahnya yang imut dan kelakuannya yang menggemaskan..

Di sekolah, Tock mempunyai dua teman baik (sebut A dan B) yang bersama membentuk grup lawak. Pernah suatu waktu mereka berencana tampil di depan kelas. Tapi memang dasarnya tidak punya selera humor, alhasih mereka malah dihukum oleh gurunya. Selepas sekolah, salah satu teman Tock, si A, bergegas pulang. Karena agak curiga, Tock dan teman satunya lagi, B, pun mengikuti diam-diam.
Ternyata, tempat yang dituju oleh A adalah satu klinik dokter kulit. Sesampai di sana, Tock dan B bersembunyi demi mencari tahu apa yang dilakukan A. Sayangnya, aksi pengintaian mereka ini ketauan oleh A.
Saat semua berkumpul dan mengobrol, Tock pun menyeletuk dan berbicara seperti biasa. Dia tidak menyangka ketika si dokter tiba-tiba berkomentar bahwa dia lucu. Sesaat ia terpana juga berbunga-bunga.. Dokter inilah orang pertama yang tertawa atas leluconnya. Dan setelah si dokter melepaskan maskernya, Tock berlipat-lipat kali jatuh hati padanya..

Cerita berlanjut dengan usaha Tock untuk mendekati si dokter, yang kemudian diketahui bernama Ice Preeya. Tock makan banyak cokelat dan begadang demi menumbuhkan jerawat.. Ia pun belajar meniru beberapa lelucon untuk menarik perhatian Ice.

Hari demi hari berlalu, Tock makin menyukai Ice dan mereka pun dekat. Suatu hari, saat sedang menyaksikan pertunjukan oleh keluarganya, Tock harus menahan malu. Pasalnya, saat ia dipanggil naik ke atas panggung, ia tidak mampu menceritakan lelucon yang bisa menghibur tamu di restoran tempat mereka pentas. Kebanyakan tamu hanya diam dan melanjutkan acara makan mereka. Ayahnya pun mengejek dengan mengatakan "Kalau ada yang bertanya, tolong jangan bilang bahwa kamu anakku.."
Memanaslah Tock.. Sedih pula..

Keesokan hari seperti biasa, Tock mengunjung Ice di klinik. Ia diberitahu oleh resepsionis bahwa si dokter ada kemungkinan keracunan makanan. Tock menyusul ke rumah sakit. Dan setelah menemukan Ice, Tock menjatuhkan dirinya di bangku sebelah Ice. Melihat tampang Ice yang agak tegang, Tock pun bertanya macam-macam pada Ice. Terakhir, karena Ice masih terdiam, didukung pula dengan pemandangan ibu hamil di sekitar, Tock setengah bercanda bertanya apakah Ice hamil. Betapa terkejut kala jawaban yang ia terima adalah "Betul" yang diucapkan dengan lirih.. Ice hamil oleh kekasihnya yang sedang studi di Amerika. Ice tidak memberitahu kekasihnya dengan alasan takut si kekasih malah memaksa pulang, yang dengan kata lain, Ice telah membuat si kekasih melepaskan impiannya. Atau kemungkinan lain yang dikhawatirkan, Ice malah akan dibuang oleh kekasihnya itu.. Ia sangat bimbang..

Yang tidak disangka, saking sukanya Tock pada Ice, ia bahkan menawarkan diri menjadi ayah dari si anak! Sekilas memang menggelikan, tapi pada saat Ice meneteskan air mata harunya, saat itu pula saya melakukan hal yang sama.. Dan di beberapa babak inilah terlihat keseriusan seorang anak 12 tahun berkorban demi orang yang dia sukai..
Haiii.. Betapa besar kekuatan cinta itu. Tak kenal usia dan sangat mulia..

Meskipun tergolong cerita komedi, namun ada beberapa adegan dalam film yang berhasil menguras air mata saya.
- Dalam hidup, kadang ada waktunya kita merasa terlupakan. Perih rasanya.. Terutama kalau saingan yang membuat kita merasa begitu adalah orang yang kita anggap lebih tidak terkualifikasi (dalam hal ini, Mon yang usianya di bawah Tock)
- Saat Tock mulai meragukan rasa sayang ayah terhadapnya, si ibu mengingatkan betapa si ayah sangat menyayangi dia, mau bersusah payah menyamar menjadi wanita pada upacara kelulusan Tock
Sekilas tentang sebuah tradisi Thailand, tiap (semacam) upacara kelulusan, ada potongan acara di mana seorang anak  bersujud dan memasangkan pin melati di dada si ibu. Mungkin ini adalah wujud rasa hormat dan terimakasih kepada ibu yang melahirkan dan merawat kita.. Adat yang jarang terlihat di Indonesia atau bahkan belahan negara lain saya rasa..
- Adegan lain adalah ketika melihat bahwa Tock meski tidak punya bakat melucu, tapi sungguh berusaha keras untuk mempelajarinya.. Si ayah akhirnya menemukan catatan pelajaran melawak dan tumpahan perasaan Tock yang ditulis di halaman dalam buku sekolahnya. Ayah pun memaklumi dan tidak lagi memaksa Tock untuk mengikuti jejaknya..


bsd28022011
© by WP


* gambar diambil dari http://www.trendysnack.com/images/movie/multimedia_418_1_p3.jpg
* web referensi http://asianmediawiki.com/The_Little_Comedian
* baru tau kalo pemeran utama wanita, Paula Taylor, adalah seorang VJ MTV. Campuran dari ayah Australia dan ibu Thailand.. Tidak heran lah punya nama keren bgitu.. :p

Sunday, February 27, 2011

The Eagle

Hari Kamis yang lalu (24/2) karena kebetulan tidak ada jadwal mengajar, so seperti biasa, saya ambil kesempatan nonton bioskop.. Pilihan kali ini jatuh ke film "The Eagle" (casted by Channing Tatum dan Jamie Bell).. Alasannya, karena saya suka lihat posternya yang berbau peperangan abad pertengahan.. :D

Alkisah seorang putra Roma, Marcus Flavius Aquila, yang minta ditugaskan ke daerah Inggris karena ia berniat mengembalikan reputasi keluarganya yang jatuh akibat sang ayah menghilangkan simbol negara Roma berupa sebuah pahatan emas berbentuk seekor elang (The Eagle).

Di awal, ia berhasil mendapatkan kepercayaan pasukan karena kewaspadaannya. Meski banyak yang merasa kesal harus terbangun di pagi buta, namun berkat jasanya itu, mereka bisa selamat dari serangan penyusup.. Sayangnya, di pertarungan kecil berikutnya, ia terluka di bagian kaki karena nekat ingin menyelamatkan anak buahnya. Akibat luka tsb, ia diantar pulang ke rumahnya untuk berobat dan beristirahat. Selang beberapa hari, datanglah prajurit membawa berita baik dan buruk sekaligus, yaitu Marcus mendapatkan penghargaan dari pemerintah atas 'aksi'nya, dan saat bersamaan dibebastugaskan dengan status terhormat

Marcus kemudian mendapat seorang budak bernama Esca. Budak ini ia kenal saat ia sedang menyaksikan pertarungan rakyat di amfiteater. Ia terkesan akan keberanian (atau kepasrahan?) Esca menghadapi musuhnya yang berbadan lebih besar darinya. Di saat orang lain menginginkan kematian Esca, hanya ia yang berani meneriakkan kebebasan bagi Esca. Esca dibeli paman Marcus dengan alasan si paman sudah terlalu tua untuk merawat Marcus.

Setelah kaki Marcus mulai pulih, ia pun mengungkapkan keinginannya untuk menempuh perjalanan ke Inggris utara demi mendapatkan kembali The Eagle. Pula untuk membalas cemooh dari politikus Roma yang mengatakan tidak ada seorang pun yang bisa melakukan perjalanan sampai Inggris utara dengan selamat. Perjalanan ditempuh oleh Marcus dan Esca berdua. Sang paman sempat menentang. Ia beranggapan bahwa ada kemungkinan si Esca yang masih keturunan salah satu suku di Inggris, suku Brigant, akan mencelakakan Marcus di luar sana. Tapi Marcus bersikukuh dan mengatakan bahwa ia yakin Esca tidak akan berbuat seperti itu.

Perjalanan agak susah karena arah tujuan yang tidak jelas serta medan pegunungan yang tidak rata. Esca banyak membantu komunikasi dan negoisasi selama perjalanan karena kebetulan ia bisa berbicara bahasa setempat. Setelah lama bertanya pada orang-orang yang mereka temui, akhirnya mereka menemukan tempat yang dituju, yang merupakan kawasan tinggal Suku Terasing. Dan demi menjaga identitas, ia lantas mengaku bahwa Marcus-lah budaknya. Marcus kecewa, ia mengira Esca sungguh mengkhianati dia..

Di satu kesempatan, saat semua pemuda Suku Terasing itu menjalankan ritual mereka dan jatuh mabuk, Marcus dan Esca berhasil merebut elang emas tsb dan melarikan diri. Sayangnya mereka dikejar oleh pemuda Suku Terasing sesaat setelah para pemuda sadar dari mabuknya. Perjalanan terhambat karena kuda yang mereka berdua tunggangi sudah tak kuat menahan beban dan menempuh perjalanan jauh. Diperparah lagi dengan luka lama Marcus yang terbuka kembali. Mereka pun kemudian mencari gua untuk berlindung.

Saat Marcus merasa tak kuat lagi untuk berlari, ia meminta Esca untuk membawa The Eagle pulang ke Roma. Esca menolaknya dan mengatakan bahwa ia pasti akan kembali untuk menjemput Marcus dan The Eagle. Tak disangka, Esca berhasil meminta tolong kepada pasukan lama si ayah Marcus, yang salah satu anggotanya mereka temui saat perjalanan menuju desa tinggal Suku Terasing. Esca mengajak pasukan tsb kembali ke gua tempat Marcus berlindung. Dan berkat bala bantuan inilah mereka berhasil mempertahankan The Eagle dan mengalahkan semua pemuda Suku Terasing..

Cerita diakhiri dengan kemunculan mereka di gedung senat pemerintah Roma, melangkah dengan bangga karena telah berhasil membawa pusaka yang hilang ke hadapan para politikus. Nama baik keluarga Marcus pun seketika itu diangkat kembali.

Hmm.. welldone, Sir.. ^^

Poin yang saya dapat dari film ini:
1. Berhati-hatilah dalam mengambil keputusan, terutama yang melibatkan banyak pihak. Bila keputusan yang dibuat itu benar, maka kita kan dipuja bak pahlawan, keputusan salah, kita dicerca bak bajingan..
2. Persahabatan (seharusnya) tidak memandang ras dan posisi sesorang tsb dan yang lainnya. Semua manusia adalah sama secara hak dan martabat.
3. Apabila kita mempunyai tekad yang kuat maka rintangan apapun dapat dilalui dan pasti bisa berhasil mencapai tujuan..
4. Jangan mudah menyerah. Setelah kita jatuh, jangan takut untuk bangkit kembali walaupun akan terasa lebih sakit dan perih.



bsd27022011
© by WP


* picture taken from http://www.onlinemovieshut.com/wp-content/uploads/2010/11/the-eagle-movie-poster.jpg
* untuk membaca lebih lanjut, bisa klik di sini.. (Pengupasan film oleh Wikipedia..)
* sbila berkenan, dimohon sumbangan saran dan kritiknya..

Saturday, November 20, 2010

Gaby dan Lagunya


Sekilas about the movie
"Gaby dan Lagunya" adalah film drama Indonesia yang dirilis 4 November 2010 lalu hasil adaptasi novel karangan blogger Agnes Davonar. Disutradarai oleh Nayato Fio Nuala dan dibintangi oleh Karina Nadila, Guntur Triyoga, Leylarey Lesesne, dan Rendy Kjaernett.
Sinopsis film
Di tengah turunnya hujan, Gaby (Karina) melihat Popo (Guntur) berteduh di depan kafe yang kebetulan milik mamanya sambil membungkus gitar dengan jaket kulitnya. Karena tertarik, Gaby berinisiatif menawari Popo untuk masuk ke dalam kafe. Di situlah awal perkenalan mereka, berlanjut ke Popo mengajarkan Gaby cara bermain gitar, nge-band bareng, dan jalinan kasih antara mereka.
Perkenalan Gaby dengan anggota band Popo yang lain, yang diberi nama band Stroberis, Nando (Rendy), Angel dan Agnes cukup menyenangkan sampai ia mengetahui pernah ada kisah masa lalu antara Popo dan Gita (Leylarey) si vokalis band. Awalnya Gaby tidak terlalu menggubris. Semua memburuk saat dia melihat Gita sedang curhat dan bersandar di bahu Popo. Gaby kecewa dan hubungan mereka menjadi dingin, ia terus menghindar dari Popo. Hubungan mereka membaik saat Gita masuk rumah sakit karena usahanya untuk bunuh diri. Saat itu, sambil berbaring Gita meyakinkan Gaby bahwa Popo adalah lelaki yang bisa dipercaya dan bahwa hubungan mereka berdua tak lebih dari sahabat.
Ketidaksengajaan bergabungnya Gaby menggantikan posisi Gita dalam band, membawa keberuntungan tersendiri bagi band itu. Mereka ditawari mengeluarkan album oleh seorang pengunjung kafe tempat mereka nge-band, yang kebetulan seseorang yang bergumul di bidang industri musik. Pada saat akan menandatangani kontrak kerja sama, Popo tidak hadir di lokasi. Anggota band lain termasuk Gaby berusaha untuk menghubungi Popo tapi tak berhasil. Wakil dari perusahaan rekaman memperbolehkan Gaby untuk menandatangani kontrak, tapi ia dan yang lain bersikeras untuk menunggu Popo karena dialah 'kepala' band tsb.
Tak berapa lama, Nando menerima telepon dari Popo. Setelah diangkat, ternyata seorang lain yang mengabarkan bahwa pemilik HP, yang tak lain adalah Popo, mengalami kecelakaan. Nando dihubungi karena namanya ada di register call list teratas. Semua panik dan langsung menyusul ke rumah sakit. Sayang beribu sayang, nyawa Popo sudah tidak terselamatkan. Gaby sangat sedih dengan kepergian Popo yang begitu mendadak. Dia lalu pergi ke tempat kenangan yang dia kunjungi bersama Popo dulu, berdiam diri dan menangis di situ. Karena mengkhawatirkan Gaby, Nando pun mencari dan menyusul Gaby ke tempat tsb. Namun yang ia temukan hanya gitar kesayangan Popo dan secarik kertas bertulis lagu ciptaan Gaby.

Kenapa gw nonton film ini?
Dulu waktu fesbuk belum semarak seperti sekarang, ada satu jejaring sosial yang disingkat FS, tau lah ya.. Di situ gw nge-add satu orang yang menurut gw mayan cantik. Dia dan gw punya beberapa mutual friend temen SMA gw yang pebasket. Dialah penulis kisah ini, Agnes Davonar.
Di awal pertemanan, gw ngga ngeh kalo dia seorang blogger. Gw baru tau setelah selang beberapa lama dia mulai sering posting blog.. Dan tak lama setelahnya baru terkuak kalo nama pena Agnes Davonar itu sebenarnya mewakili seorang perempuan dan adiknya laki-laki. 
Pas gw tau kalo salah satu tulisan mereka "Misteri Kematian Gaby" yang cukup menggemparkan taon 2008 lalu akan diangkat ke layar lebar, dalam hati berujar, "wuih kenalan gw nih (meskipun ngga kenal langsung), nonton ah.. Siapa tau ketularan ide-idenya.." =p

Jadi singkatnya, alasan gw menonton film ini:
pertama, gw males hunting buku di bookstore n membacanya, sechiaraa.. buku baru di kamar gw dah pada antri minta diperhatikan..
kedua, gw mo jadi saksi hasil kerja keras dan kontinuitas seorang blogger,
ketiga, mendukung dan meningkatkan rasa bangga akan produksi anak negeri.. ^^

Penasaran pengen tau lagunya? Klik link berikut: song by Caramel Band "Jauh"

OOT (out of topic)
Udah dua minggu berturut-turut ini gw ngga sengaja nonton acara "Take a Celebrity Out" di salah satu stasiun TV swasta. Gw menangkap satu sosok yang menurut gw 'cowo banget'. Waktu itu cuma bertanya-tanya, "masa iya sih pemeran Popo?".. Setelah Kamis lalu gw nonton acara itu lagi dan liat namanya dengan jelas, gw coba search di Gugel "pemeran Popo Gaby dan Lagunya", ternyata emang positif dia itu Guntur pemeran Popo..
Gw cuma menyayangkan aja. Dengan usia dia yang tergolong belia (baru 23 tahun), baru memulai karirnya di entertainment, punya bodi dan tampang ok, knapa harus ikut acara tersebut? Karena sejujurnya gw berpendapat, biasa ajang cari jodoh tuh buat orang yang dah bener2 desperate dalam mencari true love mereka, dan biasanya lagi dah berusia 35-40an.
Ckckck.. Ama gw aja.. =p

bsd19102010
© by WP

* beberapa info mengenai film, disadur dari http://id.wikipedia.org/wiki/Gaby_dan_Lagunya (Hebat.. bahkan Wikipedia pun memuat info tentang film ini. Entah Wiki-nya yang up-to-date, atau film ini yang ngetop..)
* thanks to Google buat searching gambar n Youtube untuk video lagu..