Showing posts with label Merenung. Show all posts
Showing posts with label Merenung. Show all posts

Wednesday, May 1, 2019

Bermain Sambil Belajar


Belakangan ini saya lumayan sering bermain game HP, yaitu Candy Crush Saga, saking banyaknya waktu luang..
Agak telat sih.. Beberapa tahun yang lalu permainan ini sudah mulai digandrungi para pemilik smartphone (bisa juga dimainkan via FB kalau di-sinkronisasi), namun saya masih lebih memilih jenis permainan lainnya, misal Sudoku, Brain Wars dan sejenisnya.

Inti permainan ini adalah membentuk garis lurus yang terdiri dari 3-5 permen/bola yang sama warna atau kombinasi bentuk L dan T untuk mendapatkan bola ajaib yang memiliki kesaktian khusus.

Ada kalanya, di tengah permainan saya mendapatkan beberapa pencerahan. Menyadari bahwa permainan ini mempunyai nilai serupa dengan kehidupan yang kita jalani :
1. Level permainan
Pada dasarnya, hidup ini ibarat permainan tsb yang terdiri dari beberapa level atau tahapan. Ada kalanya semua berjalan lancar dan menyenangkan, namun tak jarang kita menemui kendala ataupun hal-hal yang kurang mengenakkan.
Seiring dengan perjalanan tsb, maka kita tumbuh berkemabang, menjadi lebih mahir dalam bermain, mempunyai cukup bekal untuk menghadapi tahapan selanjutnya.


2. Challenge and Strategy
Di setiap level permainan, ada target yang mesti dicapai. Misalkan menghancurkan sejumlah jelly, blocks, atau lingkar karet; menjatuhkan buah-buahan di lokasi tertentu; atau untuk mendapatkan sejumlah nilai dengan batasan pergerakan (moves), sebelum bom waktu meledak.
Demikian pula kita perlu menetapkan tujuan hidup dan mencoba untuk meraihnya. Dianjurkan terlebih dahulu mengamati medan permainan, mengenali hambatan, demi memudahkan kita memasang strategi untuk menyelesaikan masalah..

3. Features
Ada beberapa bantuan yang ditawarkan, misalnya color bomb untuk menghancurkan semua bola berwarna sejenis, popsicle untuk menghancurkan satu bola, free hand untuk memindahkan bola tanpa mengurangi jumlah move tersedia, dll
Terkadang kita memerlukan uluran tangan dari pihak luar di saat mendesak, walaupun kita ingin menyelesaikan masalah secara mandiri. Tidak perlu gengsi/malu meminta tolong, kecuali kalau rasa gengsi itu saja bisa membantu.

4. Rewards/Bonus
Kita hanya hidup sekali atau istilah kerennya YOLO (you only live once). Hendaknya jangan terlalu keras pada diri sendiri. Kegagalan mungkin terjadi dan adalah hal yang lumrah. Yang penting kita sudah pernah mencoba sekuat tenaga.
Untuk usaha-usaha yang telah kita lakukan, pantaslah mendapatkan reward (penghargaan). Tidak perlu mahal, bisa berupa hal sederhana: pergi berlibur setelah penat bekerja selama beberapa bulan atau tahun, menghabiskan waktu bersama teman-teman, atau mungkin membeli makanan favorit atau barang kesukaan yang biasanya kita perlu pikir berulang kali sebelum menghamburkan uang.

5. Take a breakApabila kita stuck/terhenti di satu level, ada baiknya kita istirahat sejenak, sambil menunggu mendapatkan kembali 'nyawa' atau Full lives.
Terkadang saking kita terlalu fokus pada satu masalah, pikiran menjadi lelah, tak bisa berpikir jernih dan ujungnya buntu.
Cobalah melakukan sesuatu yang lain sebelum memulai kembali permainan..

---
Menurut saya, hal minus permainan ini cuma satu. Gambar/karakter di dalamnya lumayan lucu dan tak sulit dimainkan (cuma sentuh layar dan geser kanan kiri atas bawah), sehingga mudah memancing rasa penasaran untuk terus bermain hingga lupa waktu. Ha..

level = angka tahun kelahiran..
 
SB Husada 01052019
© by WP

Sunday, October 16, 2016

[WHV] Dan Perjalanan Dimulai..

Kisah petualangan di negeri kangguru dimulai dengan cerita keberangkatan dari bandara Soekarno Hatta sampai dengan bandara tujuan di kota Darwin.
Jadwal penerbangan adalah tanggal 15 Oktober 2016, dan baru disadari kemudian ternyata jamnya menunjukkan angka 15.10. Kebetulan banget ya?

Karena dulu pernah ketinggalan pesawat, maka kali ini sengaja ke bandara lebih awal. Sambil menunggu waktu boarding, saya pun duduk santai di gerai kopi franchise SB..

Tak bisa dipungkiri, saya termasuk orang yang percaya bahwa ada kekuatan di luar manusia yang mengatur jalannya kehidupan ini. Karena itu, kadang saya suka mencari pertanda atau melihat suatu kebetulan untuk mendukung diri sendiri mengatakan, "Ya, inilah takdirku.."
Terlepas dari benar atau salah, paling tidak saya menjadi lebih yakin pada apa yang sedang atau akan saya kerjakan.

Seperti contoh berikut, saat sedang berada dalam pesawat, saya iseng membaca majalah dan menemukan artikel tentang Darwin di dalamnya. Seolah ini pertanda memang sanalah tujuan yang tepat untukku..

Langsung tergiur dengan suguhan pemandangan pantainya
Lumayan juga, jadi tau beberapa spot yang bisa dikunjungi setibanya di sana.

Salah satu potret kegiatan di Mindil Beach Market
Selang beberapa jam, pesawat yang saya tumpangi transit di negara tetangga, Singapura. Rutenya agak muter2 memang, tujuannya ke arah bawah, tapi mesti transit ke bagian atas (dari sudut pandang peta secara umum).

Sengaja saya memilih penerbangan dari Jakarta yang lebih awal agar bisa berjalan2 lebih lama di Changi Airport. Saya selalu senang berkeliling di sana karena dia memiliki indoor garden terindah yang pernah saya lihat.

Sepasang merak di antara pepohonan

Tampak atas salah satu taman bertema
Contoh kebetulan lainnya adalah melihat judul majalah di salon dalam hotel transit bandara yang sesuai dengan inisial nama saya.

Adalah WP, wanita perkasa..

Terpikir bahwa taman ini mungkin lebih indah di siang hari..
Perjalanan via udara pun berlanjut di tengah malam, hingga tiba di Darwin jam 5.30 subuh.
Proses pemeriksaan imigrasi agak terkendala karena foto di paspor berbeda dengan penampakan saya saat itu. Agak menyesal juga memangkas rambut terlalu pendek. Haha..
Kemudian sekalian juga saya tunjukkan SIM dan KTP, pokoknya segala ID card yang saya punya. Bahkan sempat juga ditanya apa yang saya kerjakan di Indonesia sebelum tiba di Australia, lalu apa yang terjadi setelah SMA. Mungkin jejak saya di Indonesia sempat hilang karena saya sempat menuntut ilmu di universitas di Taiwan.
Ada beberapa orang juga yang dicurigai dan ditahan di gerbang pemeriksaan. Saya jadi orang terakhir yang keluar di sana.
Yang sial lagi, abon yang saya bawa disita karena masih terlihat bentuk sayatan dagingnya. Si petugas mengatakan apabila abon dalam bentuk lebih halus seperti bubuk, maka tidak jadi masalah.
Direlakan sajalah..

Pemandangan luar bandara Darwin
Setelah menunggu sekian waktu, akhirnya datang juga kawan yang menjemput.
Yeay, bersiap menjelang hari baru di lahan orang (asing)!!

PS. ke belakangnya mungkin akan sering terjadi percampuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam satu artikel. Belajar sok bule gitu deh.. Ha..

cerita sebelumnya, perjuangan meraih WHV
cerita berikutnya, trip pertama di Darwin

© by WP
Drw 301016

Sunday, September 27, 2015

Cross stitch alias Kristik

Semenjak 2 tahun lalu, secara tidak sengaja saya mengenal dan mulai menyukai metode sulam kristik ini.

Awal mulanya karena iseng berjalan2 di ITC Kuningan, tertarik pada hasil karya yang terpajang di etalase, dan kemudian masuk ke dalam toko untuk melihat2 dan memilih pola yang disukai.


hasil karya pertama

Cara membuatnya sangat mudah..
Hanya perlu ikuti petunjuk gambar yang ada (pola dan warna benang), kemudian menjahit silang di kotakan pada kain.
Itulah sebabnya, disebut CROSS stitch..

hadiah perpisahan untuk rekan kerja..

Dalam beberapa kali proses pengerjaannya, saya dapat ilham untuk menulis.
Ternyata ada juga sesuatu yang bisa dipelajari dan dipahami dari kristik ini :
1. Melatih kesabaran dan ketelitian
Diperlukan rasa sabar yang cukup tinggi untuk merajut helai demi helai sehingga membentuk gambar yang diinginkan. Perlu juga ketelitian agar perhitungan kotaknya tepat dan sesuai dengan petunjuk pola.

2. Adanya pola bisa menciptakan sesuatu yang indah dan teratur
Demikian pula dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan adanya peraturan, baik hukum maupun adat, maka akan tercipta keteraturan dan keharmonisan.
(Walau mungkin dalam prakteknya masih saja ada pelanggaran..)

3. Perbedaan membuat sesuatu lebih berwarna
Ketika baru mulai merajut dengan satu warna benang, mungkin kita akan merasa monoton dan membosankan.
Tapi saat sudah menambahkan warna yang lain, maka akan terasa lebih/makin menarik.
Dan saat sulaman kita sudah mulai menunjukkan bentuknya, maka ada rasa kepuasan dan kebanggan dalam diri..

4. Menjadi kreatif dan fleksibel 
Pola adalah tetap dan pasti, namun arah jarum dan benang ditentukan oleh kita. Bagaimana agar jalurnya terarah dan kita bisa menggunakan benang yang ada seefisien mungkin.
Saat arah sulaman tidak sesuai (misal sedang melamun dan tiba2 arahnya terbalik, harusnya menyulam miring ke atas [/] baru miring ke bawah [\], malah menjadi \ dulu baru / ), bagaimana caranya agar arahnya dapat kembali ke semula dan menjadi seragam dengan sekitarnya.

5. Belajar untuk berpuas diri, di saat bersamaan menantang diri untuk sesuatu yang lebih sukar
Hmm.. poin ini sepertinya cukup jelas untuk tidak dijabarkan.


---

Kalau tak ada kerjaan, bolehlah belajar kristik..
Lumayan untuk isi waktu luang..
Dan barangkali suatu waktu nanti, hasil karya yang ada bisa menjadi barang komersial..


© by WP
SB HW 270915

Thursday, April 3, 2014

Melayangkan Khayal..

Buih putih berkejaran laut biru,
bakau hijau gagah memijak tanah,
dan lembayung ungu merona senja jingga..

Kutatap sekitar lantas kupejam mata..
Menguji tuk usik fungsi indera lainnya..

Kurasakan semilir angin sentuh sekujur,
kudengar camar menebar nada di udara..
Betapa tenang damai selintas terbias..

Biarlah kulepas penatnya pekerjaan,
biar kulupa duka dan mengenang riang,
biar ku lelap sejenak hingga akhirnya terenyak..

* Membayangkan diri bisa bersantai di tepi pantai..
Suatu saat, suatu tempat..


KA Argo 01042014
© by WP

Monday, March 11, 2013

Perceraian Artis (Lagi)

Tadi pagi saat tidak sengaja menonton acara infotainment, saya dikejutkan oleh berita perceraian artis Ira Wibowo dan Katon Bagaskara.
Bagaimana tidak?
Belum lama ini mereka masuk dalam 'daftar pasangan artis yang jauh dari gosip' versi Y!. Pernikahan mereka pun sudah berjalan lebih dari 16 tahun. Suatu prestasi yang cukup mengesankan di jaman seperti sekarang. Bukan waktu yang singkat, yang berlalu hanya dengan sekejap mata.
Dan mereka adalah pasangan kedua yang ingin saya jadikan panutan dalam pernikahan (nantinya) tapi toh ternyata kandas tengah jalan, setelah Anang-KD.

Orang di sekitar saya yang sering mendengar cibiran saya tentang hubungan antara pria-wanita, perilaku laki2, pernikahan, pasti mengira saya seorang yang anti-asmara, atau mungkin pernah mengalami trauma dalam percintaan..
But I am not and I didn't..

Saya percaya 'cinta sejati itu ada'. Saya pun tidak memungkiri 'pernikahan suci'. Namun apa yang saya lihat belakangan ini, sungguh membuat saya meragukan apa arti pernikahan bagi manusia..
Sekadar pembuktian cinta, penandaan hak milik, gaya hidup, atau ada arti lainnya?

Kok bisa dengan enaknya menyatakan cinta, mengikat janji di hadapan Tuhan, menjalani rumah tangga, punya masalah namun tidak dibicarakan, kemudian memutuskan berpisah karena alasan 'sudah tidak cocok' atau 'ternyata dia bukan jodoh saya'..
Hadeuh...

Semudah itukah merusak janji sakral pernikahan? Segampang itukah cinta datang dan menguap hilang?


HW09032013
© by WP

Sunday, February 17, 2013

Sejenak Teriakan Hati

Badan lelah, hati dan pikiran pun sama..

Belakangan merasa lelah dengan rutinitas sebagai pegawai.
Masuk dan pulang kerja dengan jadwal yang sudah diatur, terlebih dengan status kerja terakhir yang double job. Bisa dihitung waktu istirahat dalam sehari kurang dari 6 jam.

Tiga tahun sudah melanglang Jakarta demi mencari penghidupan, entah pekerjaan apa yang saya inginkan, yang sesuai, dan yang bisa membuat saya bahagia dan bangga.
Sementara ini hanya bisa terus mencari dan berusaha mengumpulkan modal demi mimpi membuka usaha.
Semoga saja bisa berjalan lancar dan cepat terwujud..

Tak lupa mengembangkan kemampuan pribadi dan nilai personaliti sendiri, belajar untuk belajar.

TOC16022013
© by WP

Monday, December 24, 2012

Banjir, banjir!

Banyaknya waktu luang belakangan ini memberikan saya lebih banyak ruang untuk berpikir dan merenung.
Berhubung saya bukan seorang motivator terkenal, ya inilah media yang saya punya :D

Manusia itu makhluk yang egois. Tidak terkecuali siapapun. Yang membedakan hanyalah kadar dan tingkat kontrol diri masing2..
Mereka saling menuding, saling menyalahkan, tapi enggan becermin..
Contoh gampang, sikap saat menanggapi banjir yang melanda Jakarta ibu kota tercinta.
Sepertinya dari tahun ke tahun makin parah saja.
Apa pengaruh global warming sehingga jumlah cairan di bumi meningkat? Atau tanah bumi makin terbebani oleh jumlah manusia yang bertambah padat (belum termasuk dosanya) hingga makin tenggelam?
Warga menyalahkan kinerja gubernur yang baru menjabat, tapi apa sudah refleksi? (bukan refleksi merenggangkan badan, tapi refleksi melihat ke diri sendiri lho ya)
- Sudahkah buang sampah pada tempatnya?
mending kalo buang sampah yang tidak menimbulkan timbunan sampah, misal buang2 uang di panti sosial atau buang muka saat bertemu mantan teman..
- Sudahkah menghemat penggunaan kertas, sumpit bambu yang bahan bakunya diambil dari alam?
- Sudahkah mengurangi penggunaan wadah sterofoam, kantong plastik, dan sampah lain yang susah teruraikan dalam jangka waktu hitungan tahun?
- Sudahkah memilah sampah berdasarkan bahan dasarnya?

Belum lagi demi memenuhi kebutuhan papan dan keinginan menaikkan prestis, pembangunan gedung bertingkat dan pusat perbelanjaan yang makin meluas tidak dibarengi dengan reboisasi..

Jadi, sudahkah Anda memperdulikan lingkungan sekitar sebelum mengeluh ini itu?
Bila sudah, selamat, dan bantulah mempropagandakan gerakan 'Go green'.
Bila belum, jangan banyak komentar, berdiri tegak dan mulailah langkah awal Anda..

Tgr24122012
© by WP


* Berkaitan dengan tema 'refleksi', saya merekomendasikan sebuah buku berjudul 'Berani Menertawakan Diri Sendiri' karya Sulaiman Budiman. 
Di dalamnya terangkum beberapa kisah yang di antaranya berpesan supaya kita bisa berbesar hati menerima kesalahan atau kelemahan kita, kemudian mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai positif. 
Selamat membaca! 

Sunday, December 23, 2012

Batal Pulkam

Liburan Natal kali ini harusnya saya berada di Medan bersama keluarga besar dan merayakan pernikahan adik sepupu saya.
Lha, kok "harusnya"?
Ya, karena kebiasaan saya yang suka menunda waktu sampai mendekati batas waktu akhir, alhasih saya terlambat untuk mengejar penerbangan yang seharusnya saya tumpangi.
Sialnya, karena high-season, saya tidak bisa mendapatkan penerbangan selanjutnya, bahkan dari maskapai lain..

Setelah kejadian ini, saya jadi banyak berpikir..
Kalau saja hari itu saya bangun lebih pagi..
Kalau saja setelah bangun saya langsung bangun dan tidak bermalasan di ranjang.
Kalau saja saya pergi menyelesaikan urusan saya dengan taksi, bukan mengendarai motor sendiri (supaya bisa langsung ke bandara setelah urusan selesai)..
Kalau saja di tengah perjalanan pulang yang saat itu sudah mulai turun gerimis, saya tidak ragu2 menyetop taksi..
Kalau saja cuaca bersahabat, tidak hujan (ini sih di luar kendali manusia)..
MUNGKIN saya masih sempat untuk mengejar pesawat sebelum counter check-in ditutup..

Tapi nasi sudah menjadi bubur. Daripada berharap bisa memasak kembali bubur menjadi nasi, lebih baik cari bahan pelengkap seperti sobekan daging ayam, potongan cakue, kacang kedelai, kecap, sambal, lalu kita nikmati bubur ayam yang lezat..

Toh dengan tidak jadi berangkat ke Medan, saya bisa melakukan banyak kegiatan yang biasanya tidak bisa saya lakukan, membaca komik, mengetik artikel, pijat seluruh badan, mengeriting rambut, blablabla..
Saya juga berkesempatan menjenguk paman saya yang sedang sakit.

Dan dibandingkan rasa kecewa karena penerbangan yang batal, saya harusnya merasa lebih beruntung daripada saudara saya yang harus menghabiskan liburannya di ruangan rumah sakit..

Yah, pelajaran yang saya dapat kali ini :
Pertama dan utama, time is money!
Karena kelalaian sendiri dan terlambat sampai bandara, tiket yang sudah dibeli dari jauh hari pun hangus.
Kedua, belajar mengambil hikmah di balik suatu peristiwa yang tidak diinginkan.
Ketiga, selalu mencari nilai positif walau baru saja mengalami sesuatu yang tidak mengenakkan.
Keempat, tidak mudah down walau dalam kondisi tertekan.
(kok rasanya poin kedua sampai keempat mirip semua, hanya beda penyampaian.. ha..)

Sekarang cuma bisa berharap semoga liburan Tahun Baru yang direncanakan bersama teman2 berlangsung lebih lancar.

Kdy23122012
© by WP

Monday, December 3, 2012

Reminder Ayah untuk Anak

Biasanya, saya memuat artikel terjemahan berisi tentang percintaan atau kehidupan pernikahan.
Kali ini mengenai sikap dalam menjalani kehidupan..

Semoga bermanfaat..

--- 

Seorang MC terkenal stasiun TV Hongkong, Liang Xuzhang, pernah menulis sepucuk surat untuk anaknya. Surat ini dengan cepat tersebar di tiap website besar. Banyak ayah yang tersentuh setelah membacanya. Saya rasa tidak hanya kepada anak, sebenarnya cocok dibaca oleh semua orang.

Di kehidupan berikutnya, tidak perduli cinta atau tidak, tidak akan berjumpa lagi - reminder yang ditujukan untuk anak
Anakku, reminder ini ditulis untukmu berdasarkan 3 prinsip
(1)    Keberuntungan dan kesialan dalam hidup tidak dapat diprediksi, tidak ada seorang pun yang mengetahui dapat hidup berapa lama. Ada beberapa hal lebih baik dibicarakan lebih awal.
(2)    Saya adalah ayahmu. Saya tidak memberitahumu, tidak akan ada yang memberitahumu
(3)    Catatan ini berisi pemahaman yang saya dapatkan setelah melalui kegagalan yang menyakitkan, akan membantumu menghemat waktu tersesat dan berbuat kesalahan yang mungkin akan kau lakukan.

Berikut adalah hal2 yang harus kau ingat dalam hidup:
(1)    Orang yang tidak berlaku baik padamu, jangan dianggap serius. Dalam hidupmu, tidak ada seorang pun yang berkewajiban berlaku baik padamu kecuali saya dan ibumu.
- mengenai orang2 yang baik padamu, selain harus dijaga dan disyukuri, harap banyak waspada, karena setiap orang melakukan sesuatu pasti ada alasan. Dia baik terhadapmu belum tentu karena dia menyukaimu. Harap dipilah dengan jelas, dan tidak perlu terlalu cepat menjadikan lawan bicaramu sebagai seorang teman sejati

(2)    Tidak ada orang yang tidak tergantikan, tidak ada barang yang harus dimiliki
- Bila mampu memahami poin ini, maka di masa mendatang saat orang di sampingmu tidak lagi menginginkanmu, atau saat kehilangan segala barang yang disayangi di muka bumi, seharusnya mengerti bahwa hal ini bukanlah suatu masalah yang besar.

(3)    Hidup itu singkat, hari ini kamu masih menghabiskan hidupmu, besok kamu akan menyadari bahwa hidup telah jauh meninggalkanmu
- karena itu semakin cepat engkau menyayangkan hidupmu, maka hari2 yang kau nikmati makin banyak. Daripada mengharapkan umur panjang, lebih baik lebih awal menikmati hidup

(4)    Di dunia ini tidak ada 'yang tercinta'. Cinta adalah perasaan kilat, perasaan ini pasti akan berubah mengikuti waktu dan suasana hati
- bila yang kau anggap 'tercinta' meninggalkanmu, silakan bersabar sejenak, biarlah waktu perlahan membilasnya, hati perlahan mengendap, kepahitanmu menjadi tawar. Jangan terlalu mengharapkan indahnya asmara, jangan membesarkan kesedihan karena patah hati 

(5)    Meskipun banyak orang sukses yang tidak memiliki pendidikan tinggi, tetapi tidak berarti kalau tidak rajin belajar maka pasti berhasil
- ilmu pengetahuan yang kamu pelajari adalah senjata yang kamu miliki. Manusia boleh memulai sesuatu dengan tangan kosong, tapi tidak boleh tangan kosong tak bersenjata. Harap ingat.

(6)    Saya tidak akan memintamu untuk menghidupi sisa hidupku, demikian pula aku tidak akan menghidupi sisa hidupmu. Sampai dengan kamu dewasa dan bisa mandiri, saat itulah tanggung jawabku selesai
- Di masa depan, kamu ingin naik bus atau Benz, makan sirip ikan atau bihun, bertanggungjawablah sendiri

(7)    Kamu dapat memaksa dirimu menjaga kepercayaan, tapi tidak bisa meminta orang lain untuk menjaga kepercayaan terhadapnya. Kamu bisa meminta dirimu untuk berbuat baik terhadap orang lain, tetapi tidak bisa menantikan kebaikan orang lain terhadapmu.
- kamu berbuat demikian pada orang lain, tidak berarti orang lain harus berlaku sama kepadamu. bila tidak memahami poin ini, maka hanya menambahkan beban pikiran yang tidak perlu

(8)    Saya telah membeli undian sepuluh hingga dua puluh tahun, namun masih saja miskin tak berharta. Bahkan hadiah hiburan pun tidak dapat. Ini membuktikan bahwa bila orang ingin berkembang, maka harus bekerja dengan giat. Di dunia ini tidak ada makan siang gratis

(9)    Orang terdekat hanya berjodoh sekali. Tidak perduli berapa lama kita akan saling berhubungan dalam kehidupan ini harap sayangilah masa2 kita berkumpul bersama. Di kehidupan berikutnya, cinta atau tidak cinta, tidak akan berjumpa lagi.
 
----

Setelah membaca artikel ini, adakah poin pembelajaran yang Anda dapat?

Menurut saya, menjalani hidup itu harus ikhlas dan banyak bersyukur.
Saat kita memberi, maka jangan berharap mendapat balasan.
Saat kita mendapatkan sesuatu, maka berterimakasihlah dan berhenti mengharapkan sesuatu yang lebih.

Mengenai sesuatu yang kita miliki, belum atau pernah dimiliki, semua di dunia bersifat fana dan bisa datang dan pergi tanpa kita tahu kapan dan bagaimana.
Mengerti cara 'merelakan' maka kita bisa mengendalikan agar rasa sakit dan kecewa itu tidak terlalu dalam..


HW011212
© by WP

Monday, October 29, 2012

Bunuh Diri

Membaca judul di atas, mungkin Anda akan berpikir, "Ih, serem amat!"
Bukan maksud saya untuk menuliskan surat wasiat di sini. Tapi untuk mengingatkan siapa pun yang membaca artikel ini. Entah yang berpikiran positif, atau yang memang mempunyai pikiran sempit.

Hidup ini tak pelak dari masalah.
Terkadang kita menemui pasir halus yang mengganggu perjalanan. Terkadang berupa kerikil, kadang pula dalam ukuran yang lebih besar.
Ada yang bisa dipecahkan dengan mudah, ada pula yang rasanya meskipun sudah berdoa dan berusaha sepenuh tenaga tapi belum juga terselesaikan.

Pada saat inilah kekuatan kita diuji.
Apakah bisa terus berpikir positif dan bangkit melanjutkan hidup, atau justru terpuruk lalu memilih jalan bodoh..

Beberapa waktu lalu, teman saya (sebut saja namanya Bunga, janda beranak dua) mencoba untuk menabrakkan dirinya ke tengah jalan di tengah pagi buta. Beruntung, seorang sekuriti melihat gelagatnya dan menangkap dia sebelum sesuatu yang mengerikan terjadi.
Saya ditelepon oleh sekuriti tsb dan saya pun pergi menjemput Bunga. Setelah berhasil membujuk dia untuk berjalan pulang, saya menunggu dia agak tenang dan mau menceritakan tentang masalahnya.
Sesaat saya berpikir, "Kirain hal begini cuma ada di sinetron.. Ngga nyangka gw bisa mengalaminya juga.. "

Bunga bercerita, dia merasa hidupnya tidak berguna lagi. Dia baru saja mengalami penolakan dari pacarnya, padahal dia sudah terlanjur sayang dan berharap pada pria tsb.
Saya mencoba mengingatkan bahwa dia masih mempunyai 2 anak yang membutuhkan dia, masih banyak pria yang mungkin akan hadir dan bisa menjadi suaminya dan ayah yang baik bagi anak2nya, buat apa memikirkan seseorang yang bahkan tidak bisa menghargainya, dll..
Untungnya sekarang dia sudah mulai sadar dan tidak mudah membuat keputusan sesat itu..

Menurut saya, bunuh diri saja sudah merupakan keputusan bodoh. Bunuh diri karena cinta tak bertepuk tangan, lebih tolol lagi..

Sebelum memasang tali di dinding plafon rumah Anda, menggoreskan belati di pergelangan tangan, menyediakan obat2an dan air minum di hadapan Anda, atau cara apapun yang terpikirkan untuk mengakhiri hidup Anda, pikirkanlah ada berapa banyak orang yang menyayangi Anda dan akan merasa kehilangan.
Dibandingkan dengan apa yang telah membuat Anda kecewa beberapa waktu lalu, ada berapa kesenangan yang mungkin menanti Anda di depan dan mungkin akan Anda lewatkan.

Pikirkan juga seberapa besar pengorbanan ibu Anda saat beliau terbaring di rumah sakit untuk melahirkan Anda. Berapa banyak yang telah ia korbankan untuk hidup Anda, kok segitu mudahnya Anda memutuskan garis hidup yang sudah dengan susah payah diperjuangkan ibu Anda.

Jangan lakukan sesuatu yang dimulai dengan emosi sesaat dan berakhir di penyesalan tak berujung..

Think before do! 

Sarinah281012
© by WP

Friday, February 18, 2011

Bimbang hati

Putri, seorang siswi SMA kelas 2. Seorang yang manis, supel, aktif di kegiatan sekolah dan punya banyak teman. Ia pun dikenal dan disenangi guru karena sifatnya yang sopan dan gemar membantu. Seandainya ada pemilihan siswa terfavorit, gelar itu bisa dipastikan akan jatuh ke pemilikan Putri..

Seperti gadis seusianya, ia pun kemudian terperosok ke dunia penuh cinta dengan seorang senior di ekskul basket bernama Putra. Awalnya hanya mengagumi aksi Putra di lapangan, lalu ia beranikan diri untuk berkenalan, bertukaran nama akun di jejaring sosial dan nomor selular, berlanjut ke SMS-an dan saling menelepon. Putri merasa senang, karena tampaknya Putra juga memiliki rasa yang sama dengannya..

Setelah berjalan sekian lama tanpa ada hubungan yang pasti, Putri harus meneguk kecewa. Putra tak lagi seantusias dulu menanggapi SMS Putri. Selidik punya selidik, ternyata Putra mempunyai gebetan baru dari tim basket sekolah lain. Putri mencoba untuk menanyai Putra mengenai kelanjutan hubungan mereka namun tak juga digubris Putra..

Putri putus asa. Suatu malam, ia lalu mencari waktu menuju atap rumahnya. 
Di sanalah tempat Putri biasa mencari ketenangan. Di saat ia punya beban pikiran, maka ia selalu berbaring di atap rumahnya, menatap dan mengadu pada langit..

Duduk termenung di atas genteng
Sejenak lupakan gaya mentereng
Kurela sesaat buka gerbang benteng
Berniat beban hati menjadi enteng..

Aku resap hening yang mengelilingi
Kutatap langit penyelimut bumi
Dalam diam ia setia menemani..
Bintang berkelip seolah bernyanyi
Tenangkan pikiran sejukkan hati
Sungguh ingin tak henti sperti ini..

Betapa leganya Putri bisa menikmati kesendiriannya itu.. Bersama udara malam, langit kelam dan sinar bulan temaram.. Banyak yang berkelibat dalam benaknya.. Namun ia sudah menemukan solusinya. Paling tidak yang ia rasa terbaik bagi dirinya..

Ah.. 
Sebelum ku berpindah ke nyata
Terlintas kata di pelupuk mata..

"Jika hadirku sebuah gangguan, 
buat jengah pula merasa bosan,
kupinta jujur kau katakan..
Jangan jadikan aku mainan,
jauh terjerumus perasaan,
hanya sakit yang tersisakan.."

Ya, Putri sudah memutuskan untuk memberitahu Putra akan keputusannya untuk mundur. Bagaimana tanggapan Putra, itu urusan belakangan..


bsd15022011
© by WP

* cerita hanya karangan belaka, kesamaan nama dan alur, pasti ketidaksengajaan semata..
* mohon koreksi ataupun kritik saran dalam penulisan cerita..trimakasih sebelumnya.. ^^

Sunday, January 23, 2011

Hasil Merenung di Resto Junkfood

Sore ini, gw pergi ke satu resto junkfood buat makan skalian 'merenung' di sono.. Blakangan kayanya terlalu sibuk n jarang menyempatkan diri untuk berintrospeksi. Haiahh..

1. Hidup manusia mirip 1/2 amplitudo (gunung). Awal dari titik nol, berjalan menanjak dan akan perlahan jalan turun kembali ke nol.
Klo mo disingkat, menjelang renta = kembali jadi balita
Persamaannya adalah: sama2 pake popok (jaman skarang dah ada popok dewasa), perlu dituntun saat berjalan, apapun yang dilakukan orang lain hanya bisa diam menerima.

Blakangan terjadi di lingkungan tinggal gw. Seorang nenek mengomeli mamanya yang dah renta, kira2 berumur 90-100. Jalan perlu tongkat n pendengarannya agak kurang. Si nenek tua ini punya kebiasaan ngoceh sndiri (inikah penyakit orang tua?). klo butuh bantuan, dia akan mengetokkan tongkatnya.

Intinya, gw pernah dengerin ni oma (anak) ngomelin mamanya.. "berisik banget sih, orang kan mo tidur.." ato siang pas si mama lagi tidur, "bangun.. siang aja tidur, malam jadi setan!"
Smoga nantinya gw ngga jadi kurang ajar sperti itu (gw juga tipe yang klo ngomong kasar ma mama).. I luv u kok maa..
Ya itu, proses yang dulu kita alami pas kecil akan terulang kembali di masa tua.

2. Jodoh dan masa depan
Kita tak pernah tau siapa jodoh kita. Bisa aja temen skolah dulu yang dah berpisah belasan tahun.  Ato mungkin seseorang yang sering kita temui di halte busway (sinetron banget ye?  ). Karena itulah, jangan pernah memberi sebuah penilaian buruk pada seseorag yang baru kita kenal dan langsung menolak hadirnya.

Gw slalu membayangkan bisa menikah ma orang yang bener2 gw sayang n gw respect ma dia. Sampai tua pun masi bisa saling bergandeng tangan. Tanpa merasa jijik dengan keriput di wajah, kulit atopun tubuhnya..   Naif memang, tapi gw kan cewe. Wajar lah pengen merasakan indahnya crita dongeng.. 

Penasaran juga apa yang terjadi nanti 10, 20, bahkan 40 tahun kemudian. Bagaimana keadaan gw, di mana, dengan siapa blablabla.

Apapun, cobalah jalani hidup ini sambil melihat dari sisi positifnya..

3. Personaliti
Tiap orang memiliki karakter yang berbeda. Itulah yang menjadikan masing2 pribadi unik.
Seandainya kita tidak sesuai dengan apa yang dibayangkan orang lain, paling tidak kita bisa mencoba menyesuaikan sifat kita dengan yang diinginkan orang lain itu.

Belakangan dapet temen chat baru. Dia merasa gw ini mirip polisi. Slalu menjawab pertanyaan dengan prtanyaan menyelidik lainnya. Gw pun tanya temen gw yang lain. Dia bilang gw rada 'persistent'. Dari situ gw merasa jidat gw diteplak (bahasa mana lagi nih? ). Lalu gw mencoba untuk tidak menanggapi tiap pertanyaan teman pertama dengan serius, dalam artian anggep itu pertanyaan angin lalu n mencoba obrolan ringan dengan dia. Gw rasa sih, ada perbaikan. Bisa chat lebih fun. Ngga tau deh dari pihak dia bagaimana..

Pesen gw, just be yourself. Jangan merubah diri extremely hanya karena pandangan orang lain.. Cukup menyesuaikan.. 

4. Mama dan gaya asuh modern
Tadi pas lagi makan, gw liat satu keluarga kecil. Ortu n dua anak co ce. 2 anak ini kalo gw liat sih dah umur anak SD kelas 1-3. Segitu anak dah gede, masi disuapin ma mamanya.. 
Nah, yang mo gw bahas di sini adalah..
a. Gw ngga tau apa yang ada dalam pikiran mamanya. Takut tangan anak kotor kah? kalo untuk makan aja, si mama takut tangan anak kotor blablabla, lantas bagaimana nanti dia dah besar? Bisakah tu anak tumbuh jadi anak yang tegar dan mau berusaha dengan tangannya sendiri? I don't think so.. (sinis: ON)
Gw rasa, ini salah satu yang bikin mental anak skarang mencla mencle. Slalu bergantung ma ortu. ckck.. 

b. Si mama kemudian makan setelah anak2 selesai makan n cuci tangan. Mungkin beginilah peran seorang ibu dalam rumah tangga, mengedepankan kepentingan anggota lain, baru dirinya..
Setelah gw gede, gw pernah ngomelin nyokap gw karena urusan yang mirip sperti ini. Bedanya, bahan yang diributkan bukan ayam goreng, tapi duit.
Nyokap pernah ngeluh soal duit kurang untuk pengobatan bokap, biaya rumah dll. Gw lantas bilang, "gw kan pernah nanya.. Duit cukup engga. Sapa suruh waktu itu bilang, gpp gpp, jujur aja klo perlu. Sapa tau aja gw bisa bantu.." Begitulah..

5. Recycling
Lagi, saat makan, gw ngamatin sejenak cara buang sampah di resto cepat saji ini. Kl di luar negeri, resto yang sama, tiap konsumen harus membawa sampah mereka sendiri dan dibuang menurut golongan sampah. Misal gelas kertas dan tutup plastik dipisahkan, tisu di 'general rubbish' lalu sisa tulang n es batu dibuang terpisah. Tertib kan? Datang bersih n pulang juga bersih..
Untuk keseharian, gw sangat memaksimalkan penggunaan kertas bekas (kertas bekas cetak yang baliknya masih kosong).
Dan critanya, Jumat kemaren, rekan sebelah meja gw langsung ngebuntel kertas bekas n buang, tidak 1 lembar tapi hampir 4 lmbar.
Trus gw bilang, "boros banget sih?"
dia jawab, "ah gpp"
gw: "hutan Indo dah ampir gundul tau.."
dia: "klo smua orang dah mulai melakukan pengiritan, baru gw ikut"
gw: "smua itu berawal dari diri sendiri. Klo tiap orang pikirannya kaya elu, kapan mulai geraknya?"
dia: "hehe.." Untung dia lebih tua dari gw..

Mungkin karena gw pernah stay di luar negeri, makanya gw care banget soal kebersihan n pembuangan sampah kaya begini.. Dan sayangnya di Indo, jangankan untuk milah sampah, wong buang sampah pada tempatnya aja masi susah..

bsd23012011
© by WP