Showing posts with label Take a Ride. Show all posts
Showing posts with label Take a Ride. Show all posts

Friday, December 17, 2010

Share accident..


Sepulang kerja, seperti biasa gw melintasi jalanan macet buat going home. Beruntung gw naek motor, jadi masi bisa nyelip sedikit2 melewati jalan raya yang padat kendaraan.

Dan gw, meskipun orang yang suka nyelip2 n kadang bawa motor dengan kecepatan lumayan tinggi (untuk ukuran seorang cewe, 60-70 termasuk cepet kan?), tapi paling engga gw patuh sama lampu sign (lampu 'sen' buat belok). orang yang mo belok tapi ngga ngasi sen trus berubah arah tiba2, jelas akan gw klakson.
Gw tau meng-klakson ngga sopan. tapi kadang jempol gw gatel pengen ngagetin n kasi warning ke orang..

Singkat crita, tadi pas gw di jalan, dalam kondisi kecepatan sangat rendah, nyaris berhenti di tengah jalan (merayap banget), sbelah kiri gw ada sedan, arah jam 1 ada mobil box gede. Nah dari arah jam 2, alias tepat belakang box, ada motor yg mo nyalip. Mungkin sharusnya gw mengalah dan memberi jalan. But as I said, gw ngga kan ngasi jalan ma orang yang tidak menyalakan lampu sen sebelum berbelok. Lagi pula, posisi gw adalah lurus di sela 2 mobil itu, lbi memungkinkan buat gw untuk nyelip n lewat.. klo tuh motor mo nyalip, ya paling engga nunggu gw lewat dulu, ato minta gw mnyingkir...(sen-nya dipake dong woi!!). but he didn't..
Pas kpala motor lawan agak berbelok, dah gw tintinin tuh.. ngga taunya dia malah maksa nerobos n ngegas. Dan parahnya lagi, gw ngga tau motor dia ada box kecil yang nggantung di jok blakang. alhasih, pas dia nglewatin gw, tuh box kena stang gw n gw jatuh.. gw asli ngedeprok telungkup di aspal.. tapi ntah knapa gw ngga ngrasa sakit.. n ngga da luka. mungkin karena dalam kecepatan rendah kali yee.. Spion kiri n sandal gw yang jadi korban..
Begitu mndarat di aspal, gw masi sempet menengadahkan kepala, melihat motor itu lewat di depan n pengemudi nengok ke belakang but he just didn't do anything. Setelah gw bangun, malah gw bilang sori ke empunya sedan sebelah gw. dia juga bingung n shock kali ya..
Pas gw dah naekin motor gw lagi, gw baru mikir. Knapa tadi gw ngga skalian apalin nopol dia ya? Linglung banget deh..


The point is, gw KESEEL banget! ngga pernah gw segininya kesel n kecewa ma orang.
Dasar laki2 pengecut!
moga ngga da lain kali ketemu ma dia deh..

kesel abisss!


(took deep breathhhh..)
But, there's always positive side of anything happen in life.
- mungkin emang sudah waktunya gw ke bengkel, beli spion baru buat motor gw (hal yang dah gw tunda semingguan ini) n beli sendal baru.. . (belum juga gajian dah ada aja anggaran keluar.. )
- untung jalanan macet, jadi gw ngga kelibas kendaraan lain.
- untung gw ngga luka apa2. tergores pun tidak..
- untung posisi rada di pinggir, jadi ngga trlalu ganggu lalu lintas
- untung gw makhluk jadi2an, sehingga surga ato neraka belum ada yang mo nampung gw..
- untung gw orang yang males ribut ma orang. klo engga, mungkin tadi sendal gw yang rusak gw lemparin ke arah dia..

- Untung gw dah pernah jatuh, jadi pas tadi jatuh pun tidak begitu kaget ato sampe mnyebabkan trauma..

Makasih buat bapak2 yang membantu berdiriin n ngeminggirin motor gw. Thx juga buat kesabaran pengemudi lain untuk tidak meng-klakson gw..
Smoga pengalaman cium aspal ini cuma sekali ini saja..



bsd17122010
© by WP

Sunday, November 14, 2010

Motorku, Terima kasih.. Maaf..

Memiliki sepeda motor, untuk selanjutnya disebut "MOTOR" (meniru isi perjanjian2 di bank.. =p), mungkin bukan suatu hal yang wah, bila dibandingkan dengan memiliki mobil, rumah dan atau apartemen. Tapi buat gw, bisa mempunyai motor yang gw kendarain sekarang adalah sesuatu yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehkuuu.. (malah jadi nyanyi.. =p) 
Why? Duluuu banget, mama paling wanti2 anaknya naek speda motor. Mama jadi parno (paranoid) begitu karena banyaknya kecelakaan motor di berita-berita koran atau TV. Sempet bilang juga, "Daripada naek motor, mending blajar bawa mobil. Ngga kepanasan, ngga keujanan, juga lebih ngga bahaya." Tapi lain ladang lain belalang, lain dulu lain skarang (peribahasa ngaco). Setelah setengah tahun gw bersusah merantau tinggal di kota (Jakbar) dengan kerjaan part-time (mengajar mandarin) dan bermodal alat transpor angkot seadanya, akhirnya gw dibelikan motor tak berapa lama gw pindah ke BSD karena antara tempat ngekos, kantor, dan tempat les2an baru posisinya berjauhan. Ada juga murid privat yang tinggal di perumahan elit dan untuk menempuh jarak masuk ke cluster-nya perlu bantuan ojek. Bisa sih ditempuh dengan jalan kaki, tapi akan cukup makan waktu dan tenaga. Demi memenuhi keperluan hidup itulah dilakukan penghitungan perbandingan biaya naek angkot dan ojek dengan biaya bensin, hingga akhirnya keluar keputusan membeli motor ini. Lagipula harga beli motor jelas jauh di bawah mobil. Betul?? Hehe..

Penampakan motor kesayangankuw..


Pas mama memutuskan untuk membantu beli motor, rasanya seneeeng banget.  
Pertama, mama beli motor pake cash, untuk selanjutnya gw bayar kredit ke mama. Lumayan deh.. bunga 0%. Haha..  
Kedua, dapat semacam pengakuan tidak langsung bahwa gw seorang yang dewasa, makin mandiri n bisa dipercaya.
Ketiga, gw seneng karena dengan adanya kendaraan sendiri, berarti gw bisa bebas ke mana pun gw mau. Kerja, belanja, ngajar, ataupun pergi main.


Dalam jangka 1 tahun 2 bulan, sudah menempuh 10.000 km


Dan untuk memperingati terlewatinya angka 10000 di odometer, bukti motor ini telah gw ajak keliling Jakarta, BSD, Tangerang, bahkan menempuh BSD-Depok tiap minggunya, gw buat sajak khusus untuk motor gw. Sebagai berikut..
 

Teruntukkan motorku B**t hitam
Kau berharga bak mutiara tiram
Temanku menempuh dunia kejam
Tak mengeluh tugas siang pun malam

Di tengah kepadatan jalan raya,
kau mungkin kalah gengsi dan gaya
Dapat cemooh pengemudi kaya
Tapi tahta di hati kaulah yang punya

Terima kasih untuk sertamu
Antarkanku ke banyak penjuru
Tidak perduli panas dan debu
atau rinai hujan dingin beku

Tak lupa padamu kuhatur maaf
Bila kala waktu kubuat khilaf
Melibas angin melewati taraf
Maafkan, susah bagiku tuk insaf

Ya. Semoga dia tetap awet dan sehat. Memaklumi sifat pemiliknya yang suka ngebut dan jarang memandikannya. Aminn..

bsd13112010
© by WP

* pictures are taken from personal photo file
* especially thanks to my mom for this gift, juga adik papa yang bantu penyuntikan dana.. =p
* also thanks buat saudara di Tangerang yang sudah bantu pembelian motor n pelengkapan surat2nya

Friday, October 22, 2010

Bermotor dan Berhidup

Beberapa pekan lalu, saat gw lagi santai menyusuri jalanan bersama B**t hitam kesayangan gw, tiba-tiba saja terlintas dalam pikiran gw (yang entah dapet penerangan dari mana) hal-hal kemiripan antara cara kita berkendara (terutama sepeda motor) dan cara kita menjalani hidup. Tak percaya? Meski sekilas sepertinya terlalu memaksakan garis jodoh antara mereka, tapi ini bener lho.. (maksa banget kan??)

1. Jalan itu tidak selalu mulus. Kadang permukaannya rata, kadang berkerikil atau bahkan berlubang. Kadang jalannya lurus, kadang berkelok.
Demikian pula dalam perjalanan hidup. Ada kalanya, kita menemui hal yang menyenangkan, tetapi di lain waktu bisa saja kita menghadapi hal yang tidak mengenakkan, yang menyebabkan kita mengumpat pada Sang Pencipta mengadu betapa tidak adilnya dunia ini.
Dan sebagai manusia, wajar bila kita memiliki nafsu untuk memiliki suatu benda yang kita anggap dapat meningkatkan harga diri atau penilaian orang terhadap kita. Pada saat kita ingin mewujudkan sesuatu tersebut, belum tentu semua berjalan dengan mulus dan mudah, ada kalanya harus melewati berbagai cobaan dan rintangan sebelumnya.

2. Ada jalan raya yang besar, ada pula gang sempit.
Analoginya, jalan raya itu masa-masa penuh kelegaan, kesenangan, di mana kita berkecukupan dan dapat hidup mewah; sementara gang sempit adalah masa sulit saat kita harus menahan napas karena tidak memiliki cukup harta untuk bertahan hidup atau dihamburkan. Tidak setiap saat kita dapat hidup senang, harus siap bila sewaktu-waktu kita harus melewati masa susah. Bahkan saat kita baru keluar dari gang sempit, ingatlah bahwa di jalan raya ada  banyak kendaraan yang lebih keren (mengundang iri dan atau minder), kemudian juga kendaraan yang menyalip yang menyebabkan kemungkinan mengalami kecelakaan lebih tinggi.

3. Lampu dan rambu-rambu lalu-lintas (lalin) itu perlu.
Kalau semua laju kendaraan cepat dan tak terkendali, tingkat kecelakaan tentu akan semakin tinggi. Untuk itulah, kita perlu lampu lalin untuk mem-buffer laju kendaraan dan mengatur saat yang tepat untuk menggerakkan kendaraan kita. Saat di persimpangan yang padat kendaraan, coba amati bagaimana efek kerja dari lampu lalin tsb (PS: dalam kondisi normal dan tidak ada yang melanggar lampu merah). 
Dalam kehidupan nyata, matahari dan bulanlah yang memegang peranan ini. Matahari adalah lampu hijau yang menandakan saat kita mulai beraktivitas dan bulan sebagai indikator yang menghentikan dan mengistirahatkan kita sejenak.
Sementara rambu-rambu lalin bisa diibaratkan sebagai peraturan-peraturan yang ditetapkan dalam masyarakat. Baik itu peraturan dalam keluarga, perusahaan, kelompok masyarakat, maupun undang-undang yang mengatur tata cara bernegara secara umum. Kita boleh saja mengabaikannya, tapi konsekuensi buruk dari pelanggaran tsb, harus kita tanggung sendiri.

4. Keadaan sekitar saat berkendara mempengaruhi kewaspadaan kita.
Pada saat berkendara di siang hari, tentu kita lebih santai karena lebih mudah bagi kita mengamati keadaan jalan dan posisi kendaraan lain di sekitar kita. Pada malam hari, kita jadi lebih tegang karena umumnya keawasan mata manusia berkurang dalam keadaan 'gelap'.
Faktor keadaan yang lain adalah cuaca. Kala hujan turun, kita harus ekstra hati-hati. Setelah diguyur hujan, jalanan jadi lebih licin, mungkin memudahkan kita untuk meluncur. Namun bila kurang waspada, bisa jadi kita harus merem mendadak, dan bila tidak sigap, mudah kehilangan keseimbangan hingga akhirnya jatuh.

5. Menyalip kendaraan lain, perlu perhitungan yang akurat.

Bagi beberapa orang yang memiliki tingkat kesabaran rendah, tentu maunya bisa sampai di tujuan dengan cepat. Dan untuk mencapai tujuan itu, mereka tidak tanggung-tanggung menyalip kendaraan lain dari samping. Menurut gw pribadi, perlu kemampuan berhitung dengan keakuratan yang cukup tinggi untuk dapat melakukannya. Kita harus bisa memperhitungkan waktu dan kecepatan yang kita perlukan saat akan menyalip sebelum kendaraan (terutama mobil, karena bodinya lebih besar daripada sepeda motor) dari arah lawan melaju ke arah kita dan akhirnya (hampir) berpapasan.
Pernah beberapa kali gw bawa motor n hampir kecelakaan. Jarak kepala motor gw dengan kepala mobil dari arah lawan hanya sekitar 1 meter saja. Kalau saja gw telat mempercepat laju kendaraan sepersekian detik, bukannya tidak mungkin, artikel ini tidak beredar.. =p

6. Jangan terlalu mudah berbangga hati.
Biasanya pada saat terjebak kemacetan, kami para pengendara motor selalu bisa menemukan jalur untuk menerobos ‘antrian’ kendaraan itu. Kendaraan dengan potongan bodi lebih besar, seperti mobil harus rela mandeg sementara kita tetap bisa jalan.. Ada rasa bangga saat kita bisa melampaui kendaraan lain. Tapi jangan lupa untuk tetap awas memperhatikan jalan di depan. Salah-salah, setelah kita melewati pengendara lain dan berniat meledek dengan menjulurkan lidah ke arahnya (rasanya hal seperti ini hanya terjadi di film atau animasi aja deh..), kita tidak sadar ada lubang besar menganga di jalur jalan yang akan kita tempuh.. Cukup bahaya bukan??

Yups.. Untuk sementara, itulah beberapa poin yang bisa gw paparkan mengenai kesamaan mengendarai motor dan menjalani hidup. Memang perlu daya imajinasi tinggi untuk dapat mengaitkan keduanya. Hehe..
Bila ada poin lain yang terpikir oleh sobat sekalian, bisa juga cantumkan di komen. Biar bisa kita renungkan bersama dan buat episode lanjutannya… (halah..!)

Akhir kata, 
Jalan itu tak semulus sutera, hati-hatilah saat berkendara… ^^

bsd22102010
© by WP

http://www.bikergearblog.com/wp-content/uploads/2010/05/women-riding-harley-davidson.jpg

Tuesday, August 24, 2010

Ngikutin Casper muter-muter

Seperti biasa, tiap hari Minggu, gw menempuh jarak dari BSD ke salah satu cetia di Fatmawati buat ngajar mandarin di sana. Muridnya cuma beberapa orang, tidak dipungut biaya, gratis, alias free. Upah yang gw dapet adalah.. pahala. Ngga terlihat, dan ngga bisa dinego. Moga aja nilai tabungan gw itu dah lumayan buat bayar kesalahan dan dosa2 yang gw perbuat. Aminn…

Yang tidak seperti biasa adalah rencana hari Minggu ini agak padat. Rencananya sih, setelah ngajar, kira2 jam 12, mo keliling dulu ke daerah Kuningan, sekadar tau lokasi gedung tempat interview kerjaan baru. Tujuannya biar nanti pas hari-H interview ngga bingung nyari alamat a.k.a nyasar. Rencana berikutnya, dari Kuningan kira2 jam 2, langsung melaju ke Gajah Mada buat partisipasi acara “Peluncuran Buku Inspiratif (Konsep Bazaar & Inspired by Books”. Perfect, begitu pikir gw.

Tapi pada kenyataannya, perjalanan tidak semulus yang direncanakan. Perjalanan ke Kuningan yang sebelumnya hanya diforsir 2 jam akhirnya melebihi batas waktu yang gw tentuin. Padahal sebelumnya dah antisipasi nyasar, nanya dulu ma orang di cetia gimana jalan ke Kuningan. Tapi yaa.. gitu deh.. gw tea.. susah diomongin.. Haha… Orang itu ngejelasinnya, dari jalan utama Fatmawati terus aja, ntar lewatin blok M, terus, ngikutin jalan, ada belokan ke BenHil, bablas aja, trus puter arah di Tanah Abang, naik jembatan ke Kuningan.

Prakteknya? Beda banget lah.. Ngga berapa lama di jalan Fatmawati, gw liat ada panah signboard arah kanan ke Kuningan. Langsung deh gw ikutin.. Berdasarkan intuisi gw yang entah darimana datangnya, gw terus jalan tanpa arah ngikutin arah panah. Terus sotoy gw juga kumat, berasa kenal sama jalan di Kuningan, karena sebelumnya pernah ke GOR Sumantri yang setau gw ada di daerah Jaksel situ juga (ternyata emang sejalur sih, antara gedung yang gw cari n GOR itu.. haish..) Alhasih nyasar, dan sepanjang perjalanan terus nanya.. Gw terus muter di Kuningan ampe beberapa lamanya. Gw terus2an mengulang potongan rute yang sama sebanyak 2x (untungnya sih cuma 2x).

Akhirnya putus asa muter, mampirlah di tukang serabi Solo yang gw lewati untuk kedua kalinya. Sebenernya ni stan jualan dah menarik mata gw pas pertama kali gw lewat jalan itu, tapi karena lagi riweuh nyari jalan, jadi gw cuek n jalan terus. Si penjual malah bilang “Laper kali mba, makanya keder muter terus.. “ Dengan suara lirih gw bales, “Iya kali ya.. “ Kemudian dia lanjut menerangkan, “Jadi dari sini mba lurus aja, trus dst dst.. (terus terang gw rada lupa. Tapi kalo disuruh jalan udah tau deh..) Ntar kalo mba muter lagi lewat sini, ya udah mampir lagi aja..” Ah bisaan nih si abangnyee..

Entah bener karena laper yang terlampiaskan ato bagaimana, akhirnya nyampe di gedung tujuan. Setelah jalan untuk kedua kalinya, gw baru nyadar, ternyata gw muter2 terus karena selalu ambil arah belok, yang seharusnya lurus. Aih aih..

Dan akhirnya, berhubung selesai muter2 Kuningan kira2 jam 4an, maka rencana gw mampir ke acara bazaar buku itu dibatalkan. Meski gw tau itu acara bakal berlangsung mpe jam 7 malem, tetep aja.. ngrasa ngga enak.. Udah datengnya sendirian, telat, kucel pula. Apa kata dunia?? =p
Maaf ya ci Femi n ci Fonny, saya ngga sempet hadir. Maaf juga tidak bisa memenuhi invitation dari bu kos.. Kesempatan masih ada kok.. Tul? ^^



Di gambar ada signboard
Lurus ke arah Santa dan Mampang Prapatan
sementara ke kiri ke arah Kawasan Niaga Sudirman
Saat pertama nglewat jalan ini, gw ambil ke kiri. Ngga taunya muter lagi ke jalan ini. Agak putus asa muter terus, akhirnya berenti tuk nanya jalan, yang berujung beli serabi n kripik singkong.. Lumayan enak loh, serabi pisangnya..

(peristiwa sbenarnya terjadi tanggal 8 Agst 2010)
 
PS: 
1. Post ini hanya copas-an dari notes FB. Untuk lihat aslinya, klik sini 
2. Emang, gw orang yang selalu ‘berbelok dari jalan lurus’.. @.@

© by WP