Showing posts with label Job. Show all posts
Showing posts with label Job. Show all posts

Sunday, March 12, 2017

Debut Karir di Darwin III

LAIN-LAIN

Di artikel ini saya akan menceritakan beberapa potong pekerjaan saya yang berjalan singkat, juga beberapa sertifikat dan atau skill tambahan yang saya dapatkan selama berada di Darwin.

Pekerjaan tambahan
1. Sebagai penjaga stand makanan Thailand di dalam lokasi pasar Rapid Creek (1 hari, cash in hand)
Pekerjaan ini saya dapatkan karena kebetulan ada seorang teman yang berhalangan hadir untuk bekerja di hari itu.
Tugas saya adalah mengambil dan membungkus makanan sesuai yang ditunjuk pembeli, sekaligus menghitung dan menerima pembayaran. Di akhir hari, saya pun membantu mencuci perlengkapan dan membersihkan lokasi bekerja.

2. Sebagai tutor bahasa Indonesia (mengajar seminggu saja)
Ngga tanggung-tanggung, murid saya adalah beberapa staf AFMA, yaitu departemen yang mengawasi kebijakan tentang perikanan (bangga lho sempat bekerja untuk pemerintahan Autralia, walaupun secara tidak langsung), dengan level pemula dan yang sudah mempunyai dasar dan sedikit lancar berbahasa Indonesia.
Pekerjaan ini saya dapatkan secara tidak sengaja via online. Pengajuan job application di tanggal 11 November 2016, baru mendapatkan balasan seminggu kemudian. Karena berdekatan dengan perayaan Natal dan tahun baru, akhirnya proyek ini tertunda hingga Januari 2017.
Demi mempersiapkan bahan mengajar, saya sampai mencari referensi buku pengajaran bahasa Indonesia di perpustakaan, juga mencari artikel terkait kementerian perikanan dan kelautan Indonesia, termasuk kisah si menteri nyentrik, ibu Susi Pudjiastuti.

Sertifikat dan skill tambahan
1. Responsible Service of Alcohol (RSA)
Sertifikat ini dibutuhkan bila ingin bekerja di bidang Food and Beverage terutama sebagai bartender (menyajikan minuman beralkohol).

2. Responsible Service of Gambling (RSG/RCG)
Sertifikat ini dibutuhkan bila ingin bekerja di kasino atau gaming room, berkaitan dengan perjudian.

Untuk mendapatkan kedua sertifikat di atas, bisa memilih untuk menghadiri kelas dan mendengarkan material secara lisan, atau mengambil kursus secara online. Tidak sulit dan tidak memakan waktu lama, asalkan kemampuan bahasa Inggris melewati persyaratan WHV dan telaten membaca material. Bahkan boleh melihat slide presentasi pada saat mengerjakan soal tes (menyontek).
Kalau sedang beruntung, ada kalanya di website tersedia paket murah untuk kedua sertifikat tsb.
Dengan memiliki sertifikat di atas, diharapkan agar kita bisa memilah tamu yang (tidak) boleh/berhak memasuki premises (tempat usaha), mengetahui batas normal demi mencegah tamu dari kecanduan pada minuman keras dan atau perjudian, cara untuk menghindari keonaran yang mungkin terjadi, dsb.

3. Sertifikat Massage
Bermula dari kegemaran akan aromatherapy, akhirnya timbul keinginan untuk memadukannya dengan massage alias memijat, demi mencapai tujuan pemulihan kesehatan secara jiwa, raga dan spiritual.
Inipun secara tidak sengaja saya temui saat teman saya merasa tidak enak badan dan akhirnya kami harus turun dari bus agar dia bisa ke toilet sejenak (waktu itu perjalanan pulang dari Casuarina ke city). Sambil menunggu, saya berkeliling di area pertokoan Aralia market dan melihat papan iklan Kxar's 88. Saat membaca tulisan 'training', langsung saja saya masuk ke dalam untuk menanyakan detail harga dan jadwal pembelajaran.
Harganya memang agak tinggi, tapi kalau kita bertekad untuk menjadikannya sebagai profesi, alhasih nilai yang akan kembali akan jauh lebih banyak dari harga pendaftaran.
Lagipula tak ada salahnya berinvestasi pada diri sendiri dengan menambah ilmu yang berguna toh..

© by WP
Cbr 22072017

Debut Karir di Darwin II

BEKERJA DOUBLE JOB

Dua pekerjaan yang saya lakoni adalah hasil dari menyebarkan resume (CV versi pendek, biasanya hanya satu lembar) dari satu tempat usaha ke tempat lainnya. Istilah kerennya 'drop resume door to door'.
Waktu mulai bekerjanya pun nyaris berbarengan, hanya selisih seminggu.
Emang kalau rejeki mah ngga ke mana kali ya..

1. bekerja di Restoran Oka Teppanyaki, Parap

foto diambil dari sudut seberang Parap Village Market
Masa bekerja : 4 November 2016 sampai 11 Maret 2017
Objek : makanan ala Jepang, seperti sushi (gulungan nasi, sehelai nori/rumput laut dan isi di tengahnya), sashimi (irisan ikan mentah), bento, miso soup, takoyaki (bola tepung berisi potongan gurita dan sayur), edamame (kacang kedelai), sukiyaki, terutama teppanyaki. Sayuran, daging, telur dan nasi dimasak di atas meja logam (tentunya ada kompor di bawah) dan si koki akan memasak sambil memamerkan sedikit atraksi juga kemampuan berkomunikasi mereka, misal mengobrol santai, melempar candaan ataupun menggoda anak2 kecil yang datang bersama orangtuanya (kadang ada tamu cilik yang takut terhadap orang asing dan duduk cemberut di meja makan).
Status bekerja sebagai pramusaji atau istilah kerennya "waitress". Awalnya bertugas untuk food running (menyajikan makanan dan minuman yang sudah siap ke meja customer), kemudian lebih banyak bekerja di balik meja bar, alias menjadi "bartender". Tugasnya mempersiapkan minuman yang dipesan oleh para tamu., mulai dari yang paling mudah yaitu membuka tutup botol (misal botol bir: Asahi, Kirin, Heineken, Crown, Cascade premium, dsb), menuang minuman dari botol besar ke gelas (soft drink, juice, sake), mencampur minuman (gin tonic, scotch coke, vodka lemonade, dsb) hingga membuat cocktail ala ala (isinya campuran beberapa bahan dan dikreasikan agar tampak secantik mungkin).
Jobdesc lainnya adalah membersihkan meja makan dan set up kembali, membersihkan area restoran di akhir hari kerja, pun terkadang membersihkan toilet (bergiliran, lihat situasi siapa yang sedang/sudah senggang).
Perlahan tanggung jawab bertambah. Misalnya ikut mengecek stok, mempersiapkan list belanja yang perlu dibeli (terutama stok minuman (soft drink, wine, beer) yang dijual dalam menu), serta merapikan gudang penyimpanan.
Ngga percuma dong pernah kerja sebagai purchaser alias staf pembelian selama hampir 3 tahun, ha..
Meskipun dulu pada masa kuliah pernah menjadi waitress, tapi rasanya agak canggung juga kembali bekerja sebagai waitress setelah sempat jeda bekerja kantoran selama hampir 7-8 tahun. Saking capeknya, di minggu -minggu awal kaki sampai memar2.

2. bekerja di Frontier Hotel
foto diambil dari apt yang sempat saya huni di 96 Woods st
Meskipun sebutannya 'hotel', tapi sebagian besar kamarnya dihuni oleh pegawai dari sebuah perusahaan kongsi konstruksi dan engineering.
Masa bekerja : 10 November 2016 sampai 10 Maret 2017
Di sini saya dipekerjakan di bawah departemen Housekeeping, mengerjakan tiga jobdesc:
a. Housekeeper : merapikan kamar, termasuk mengganti seprei (bed sheet), dusting (mengelap debu dari perabot), membersihkan lantai atau karpet dan juga kamar mandi.
Bila ada yang check out, maka load pekerjaan menjadi lebih banyak, harus lebih detail saat membersihkan kamar, juga memastikan semua complimentary goods (perlengkapan mandi, teh /kopi/gula sachet) tersedia lengkap.
b. Public Area cleaner : membersihkan area bar dan gaming room, mengatur meja dan kursi di halaman luar, membersihkan lobby, resepsionis, back office, Roof Top restaurant dan termasuk toiletnya, serta swimming pool side, mengumpulkan dan membuang sampah
c. Laundry staff : mencuci baju guest (tentu saja dengan mesin cuci), mengeringkan dengan dryer, melipat, menyimpan dalam laundry bag, kemudian mengembalikan ke kamar guest bersangkutan.
Laundry bag berupa kantong jaring dengan label yang yang bisa ditulis nomor kamar, sehingga pada saat proses laundry tidak tertukar dengan pakaian guest lain.
Untuk seprai, sarung bantal, handuk dan sejenisnya akan dikirim ke perusahaan laundry di luaran (sudah ada kerja sama).
Serunya memiliki jobdesc yang berbeda adalah, saat merapikan kamar, kita bisa sekilas melihat tipe seperti apa tamu tsb (lihat dari kerapian kamar, buku yang dibaca, perlengkapan hobi yang dimiliki, stok makanan, ornamen/interior kamar dsb), lalu saat bekerja di laundry bisa sekalian tahu nama dan kurang lebih perawakan si guest.
Kalau beruntung, masih bisa bertemu langsung dengan guest yang ganteng pada saat membersihkan public area, ha..

Meskipun tidak bekerja full time, tapi untungnya kedua pekerjaan ini saling mengisi. Pekerjaan di hotel mengisi jadwal hampir setiap hari di pagi hingga siang hari (sempat bekerja seminggu 6 hari, tapi belakangan berkurang jadi 5 hari saja), dan bekerja di restoran mengisi jadwal akhir pekan di malam hari.
Kadang ada perasaan ingin mendapatkan lebih, tapi rasanya agak malas juga..
Yang penting cukuplah untuk sewa kamar, belanja kebutuhan sehari-hari, dan juga kebutuhan entertainment.

© by WP
Cbr 22072017

Debut karir di Darwin I

MASA PENCARIAN

Beberapa hari awal ketibaan di Darwin, saya masih belum begitu gencar mencari pekerjaan. Saya sengaja meluangkan waktu melakukan beberapa proses administrasi yang perlu untuk bertahan hidup (Lebay!). Misal beli nomor ponsel dan pengaturan fitur data, pembukaan rekening bank sekalian akun saver dan superannuation (untuk menampung dana pensiun), pengajuan TFN (Tax File Number, setara dengan NPWP di Indonesia) secara online, berkeliling kota mengenali rute dan daerah sekitarnya, serta edit-edit resume.

Resume versi pertama berupa gubahan dari hasil unduh CV online. Masih mencantumkan foto diri dan biodata di sisi atas halaman, serta pengalaman kerja kantoran selama di Indonesia (terutama Jakarta) dan  pengalaman kerja paruh waktu saat kuliah dulu di Taiwan (karena lebih relevan dengan apa yang mungkin akan saya kerjakan selama WHV, yaitu bidang hospitality).
Di periode awal ini (sekitar tanggal 19 sampai 23 Oktober), saya sempat drop resume di OAK cafe, Tramontana Restaurant, Telstra shop, Darwin Central Hotel di daerah city, bahkan sampai ke area Parap dan Winnelie (area pergudangan nan jauah di mato).
Pada masa inilah saya bertemu dengan restoran tempat pertama saya bekerja, Oka Teppanyaki dan bos baik hati 'si kumbang' yang lokasi kerjanya nun jauh di pedalaman Gunbalanya/Kakadu (baca kisahnya di sini).

Kemudian tanggal 28 Oktober hingga 3 November 2016, saya menjelajahi kota, menyebar resume ke cafe/coffee shop, restoran take away, hotel dan juga secara online. Di periode ini, saya bertemu dengan pekerjaan saya yang kedua tapi menempati posisi pendapatan pertama, yaitu Frontier Hotel (baru mulai bekerja seminggu kemudian karena sang supervisor sedang berlibur, belum sempat interview).

Tanggal 4 November 2016, karena baru awal diterima bekerja di restoran, maka shift yang diberikan masih sangat sedikit, hanya satu atau dua hari dalam seminggu. Agak khawatir pendapatan tidak mencukupi atau sewaktu-waktu didepak, akhirnya saya mencoba melamar pekerjaan via Agrilabour dan The Job Shop. Keduanya bergerak di bidang outsourcing perkebunan (hal yang sebenarnya ingin saya lakukan karena kebetulan saya lulusan hortikultur alias tanaman budi daya).
Faktor lain adalah karena saya sudah tiga minggu menganggur di Darwin, sudah hampir putus asa mencari pekerjaan. Tak disangka respon mereka cukup cepat. Dalam hari itu, saya mendapat telepon dari keduanya.

Namun entah kenapa, saya ragu untuk masuk ke pedalaman, dan memilih untuk tetap tinggal di pusat kota. Saya putuskan bahwa saya akan bekerja di kebun bila sampai dengan 1,5 bulan di Darwin masih tidak ada hasil.

Tanggal 11 November 2016, walaupun sudah mulai bekerja di hotel, tapi masih iseng mencari pekerjaan secara online. Beruntung sekali saya melihat ada iklan loker untuk mengajar bahasa Indonesia. Ha.. (kisahnya ada di sini)

Tanggal 16 November 2016, menelusuri sepanjang jalan Mitchell street (di mana pusat perbelanjaan, restoran, cafe, bar, hotel berkumpul), kemudian The Mall dan juga Nirvana (satu restoran dengan konsep live music, yang menarik saya untuk melamar di sana)

Tanggal 9 Desember 2016, mencoba melamar pekerjaan di Unwind Massage Shop di Parap.
Sebenarnya sudah tertarik untuk melamar dari awal ketibaan di Darwin. Tapi karena waktu itu tidak menemukan lokasinya (agak tersembunyi karena hanya terlihat pintu depan dan harus menaiki tangga untuk sampai di tempat prakteknya) maka urung melamar.
Kali ini setelah bertemu dengan owner dan berbincang sedikit, akhirnya saya memadamkan api untuk bekerja dan belajar massage sementara waktu. Beliau mengatakan bersedia menyalurkan ilmu, namun dengan syarat saya harus bekerja di sana minimal 6 bulan (padahal niat awal saya untuk WHV adalah berkeliling Australia setelah selang beberapa bulan, idealnya 3-4 bulan).

Seberapa kali masa perjuangan menyebar resume, sebanyak itulah perubahan format dan data dalam resume saya. Misal penghapusan daftar pekerjaan selama di Indonesia (karena yang dilihat dan dipertimbangkan oleh employer lokal adalah apa yang kamu dapatkan di Australia. Lulusan Harvard atau Cambridge, pengalaman bekerja selama 5 tahun di perusahaan bergengsi di Indonesia, itu cuma secuil saja. Yang terpenting bagaimana attitude dan kemauan untuk bekerja dan menerima ilmu baru), perubahan alamat tempat tinggal, penambahan pengalaman bekerja, serta skill dan atau sertifikat.
Dan setelah sekian lama ke sana kemari, akhirnya saya pasrah dan mensyukuri dua pekerjaan yang sudah saya miliki. Kisah double job saya bisa dibaca di sana..

Selain dua pekerjaan utama saya di restoran dan hotel, ada juga pekerjaan sampingan kecil (jangka waktu pendek) yang lumayan menambah pendapatan dan pengalaman. Baca kisahnya di situ..

Sekian cerita perjalanan saya selama di Darwin. Sampai jumpa di kota berikutnya yaa..
(jadi ingat iklan shampo yang mengadakan audisi keliling Indonesia, ha..)

© by WP
Cbr 22072017

Thursday, December 22, 2016

Strengths Finder by Gallup

Setiap manusia memiliki kelebihan/kekuatan dan kekurangan/kelemahan masing-masing.
Umumnya, kita cenderung untuk melihat kelemahan dan berusaha menutupi atau mengubahnya menjadi lebih baik, daripada fokus pada kekuatan dan membuatnya lebih menonjol di keseharian.

Pada bulan Mei 2015 lalu, demi meningkatkan kinerja tim pembelian (purchasing dept), manajer saya memperkenalkan satu fitur/sistem untuk mengetahui kekuatan kami (saya dan rekan kerja).
Kami dibelikan buku Strengths Finder 2.0 sebagai perkenalan, dan di dalamnya terdapat access code ke website strengthscentre agar dapat melakukan tes untuk mengetahui top 5 signature themes dalam diri.
sumber gambar : Google
Don Clifton, dijuluki Father of strength psychology dan Inventor of CliftonStrengths, mengklasifikasikan strength menjadi 34 tema (themes), ke dalam 4 domain, yaitu executing, influencing, relationship building, dan strategic thinking.
Setiap initial test akan memunculkan 5 signature themes (semakin banyak yang ingin diungkap, harganya semakin mahal), dan hasil saya berurutan dari yang paling dominan adalah Input, Learner, Ideation, Responsibility, Intellection.
Kebetulan empat dari lima tema yang saya miliki masuk ke kategori strategic thinking alias si pemikir.

Setelah selang sekian lama, walaupun saya sudah meninggalkan perusahaan itu, manajer saya kemudian mem-follow up untuk merealisasikan rencana pengembangan diri tsb. Saya diminta untuk mencetak dan mempelajari hasil laporan (printed on Nov 29th 2016), meliputi penjelasan tema, action plan yang bisa dilakukan dsb.

Setelah membaca hasil laporan, akhirnya saya jadi lebih memahami alasan kenapa saya begini dan begitu.
Input cenderung untuk mengumpulkan dan menyimpan sesuatu. Baik itu benda koleksi maupun informasi. Dan itulah mengapa saya mempunyai banyak koleksi barang (penghapus dengan variasi bentuk dan warna, perangko, alat/bahan keterampilan, surat dan kartu pos kiriman teman, dll), catatan berisi langkah kerja atau informasi mekanis dari perusahaan saya bekerja di waktu lampau, serta buku harian dari jaman kuliah dulu.
Meskipun mama saya menganggap itu semua sudah patut dibuang, tapi tetap saya mempertahankan untuk menyimpannya.
Learner, menikmati proses belajar, selalu dipenuhi rasa penasaran/ingin tau (bukan kepo lho yaa..)
Ideation, kreatif, sering melontarkan ide yang mungkin tidak terpikirkan oleh orang lain, bisa menghubungkan beberapa poin dan merangkumnya menjadi satu kesimpulan.
Alhasih, kadang guyonan saya jadi jayus/garing karena si pendengar kurang bisa menangkap maksud saya. 
Responsibility, memiliki rasa tanggung jawab dan kepemilikan (ownership) yang cukup tinggi.
Bila sudah berjanji atau bertekad melakukan sesuatu, maka saya akan berusaha untuk menyelesaikannya. Walau kadang membutuhkan waktu yang lebih panjang dan lebih sering mengejar detik-detik terakhir (last minute) menjelang dead-line.
Itu pula sebabnya saya bisa berkutat di kantor hingga larut malam, padahal rekan kerja yang lain pulang tenggo atau tepat waktu.
Intellection, suka menghabiskan waktu sendirian untuk berpikir atau merenung. 

Okelah, saya akui semuanya bersifat pasif (tidak ada dampak perbuatan secara langsung) namun saling berkaitan.
Saya seorang pelajar (learner) yang baik karena saya suka membaca dan mengumpulkan informasi (input). Melalui proses berpikir (intellection), maka akan muncul ide-ide baru (ideation). Bila berhasil menemukan activator atau penggerak, maka proyek tsb bisa saya realisasikan dengan serius (responsibility).

Salah satu contoh sukses yang saya rasakan : untungnya saya tak langsung melupakan sistem administrasi/akunting SAP yang pernah digunakan di BSD sekitar tahun 2009-2010, karena kemudian saya bertemu lagi dengan SAP di perusahaan Julong tahun 2013/2014. Dari yang semula hanya sebagai end user, akhirnya saya jadi lebih mendalami sistem, mampu membuat setting konfigurasi dan menjadi system support.
Bisa dibilang from hero to zero..
Dan terus terang, saya cukup bangga dan kagum dengan kemampuan menyerap informasi yang saya miliki ini. Hehe..

Berharap dengan adanya pendampingan dari eks manajer saya (as coach), saya bisa lebih fokus dalam menjalani dan mengejar cita-cita saya. Aminnn..

© by WP
Drw 221216

Friday, October 28, 2016

[WHV] Shopkeeper di Kakadu - sub 2

Melanjut cerita sebelumnya..

Setelah perjalanan hampir 3 jam, kami pun tiba di lokasi toko.
Terdapat di daerah Oenpelli (Rd) dan bernama Gunbalanya Service Station. Serupa minimarket, menjual kebutuhan sehari2, makanan paket atau langsung jadi, pulsa dan di luarnya terdapat gas station (untuk menambah bahan bakar kendaraan bermotor, terutama mobil).
Yah, namanya juga satu2nya toko di pedalaman, jadi palu gada, apa lu mau, gw ada. Hehe..
tampak luar toko

Karena terletak jauh dari kota, maka karyawan mendapatkan fasilitas tempat tinggal (mess). Bentuknya seperti kontainer yang sudah dirombak dan disekat menjadi beberapa kamar.
Mess ini letaknya berseberangan dengan toko. Cukup berjalan kurang dari 1 menit.
tampak luar mess

Lingkungan tempat tinggal pun lumayan bagus. Terdapat pelataran hijau dan ada pavilion di sana..

Dan beginilah pemandangan yang terlihat dari arah mess..

Pekerjaannya tidak susah, hanya saja perlu tenaga lebih. Kita harus jeli melihat mana barang yang sering dibeli (fast moving item) dan segera mengisi kembali rak tsb (restock shelves). Memindahkan barang dari gudang ke area toko, membongkar kardus agar mudah dibuang dan didaur ulang, juga membersihkan area toko di akhir hari.
Saya juga diajarkan cara mengisi BBM dan membuat burger berisi bacon maupun dengan ekstra patty beef.
Lumayan buat tambah pengalaman..

Sayangnya, saya tak bertahan lama di sana.
Pada sore hari pembayaran upah, saya belum juga mendapatkan info TFN (Tax File Number, serupa NPWP di Indonesia), dan menurut pihak perusahaan (diwakilkan oleh bu bos), hal tsb ilegal dan bisa merugikan perusahaan (perusahaan yang ketauan merekrut karyawan yang tidak terdaftar pajak akan dikenakan denda cukup besar, demikian pula karyawan yang bersangkutan).
Setelahnya, saya coba menghubungi kakak saya di Adelaide karena saya menitipkan TFN di alamat rumahnya. Seminggu berlalu dari proses pengajuan dan seharusnya sudah bisa didapatkan. Benar lah, dan kemudian saya susulkan data tsb ke manajer toko.
Selama masa menunggu dikirimkan data TFN pun saya tak boleh bekerja di toko. Coba lihat betapa mereka sangat mematuhi peraturan (sebenarnya ada pertimbangan keselamatan kerja juga sih..)

Saya sempat berpikir untuk lanjut bekerja. Namun kemudian satu per satu kekurangan saya disebutkan: cara bekerja lambat/kurang gesit, tak bisa mengemudi mobil (ada kalanya kita perlu mengantar pulang customer yang berbelanja banyak dan tak bawa kendaraan), dan tak bisa tinggal lama/menetap (rencana saya hanya tinggal di Darwin beberapa bulan saja, kemungkinan 4 bulan).

Secara keseluruhan, dari segi hubungan dengan bos (si kumbang), lingkungan tinggal, konten pekerjaan, upah, keharusan berkomunikasi dengan penduduk sekitar tidaklah masalah. Namun akhirnya saya memilih mundur dari pekerjaan karena saya merasa bahwa kalaupun saya berusaha keras untuk menjadi lebih baik, bila yang (terlanjur) mereka lihat adalah kekurangan saya, maka apa yang saya kerjakan adalah percuma.

So, goodbye Kakadu..

© by WP
Drw 261116

[WHV] Shopkeeper di Kakadu - sub 1

Melanjut posting sebelumnya..

Pada siang hari tgl 24 Okt, saya dijemput si kumbang dan kami pun berangkat bersama menuju lokasi tokonya. Padahal beliau sedang dalam tahap penyembuhan dan tak diperbolehkan mengemudi mobil.
(Ybs mengaku bahwa ia seorang yang workaholic semenjak masih muda. Jadi masa penyembuhan selama 5 minggu cukup menyiksa dirinya)
Hm, lucky me, eh blessed me..

Sebelum menuju pedalaman, saya sempat ke rumah beliau untuk menitipkan satu koper persediaan baju musim dingin dan stok toiletries, sekalian beliau menikmati makan siang terlebih dahulu.

Pemandangan sepanjang jalan menuju Kakadu adalah pepohonan di kiri kanan, langit biru, serta jalanan aspal yang perlahan digantikan jalanan tanah merah (gravel road) dan pegunungan batu.


Lokasi toko berada di dalam kawasan Kakadu National Park, yang merupakan tempat wisata alam yang cukup terkenal di daerah NT (Northern Territory) Australia ini. Sayangnya, lokasi wisata dan toko terpisah jalur, sehingga saya hanya bisa memanfaatkan kesempatan untuk mengabadikan signature-nya saja.

Kemudian terlihat sign board nama jalan dan nama daerah, yang menandakan bahwa kami mulai memasuki area khusus pemukiman Aborigin.

Di tengah perjalanan, ada satu area yang mesti melintasi sungai. Bila musim penghujan tiba, maka jalan tsb akan ditutup dan pengunjung dialihkan ke jalur udara, menggunakan pesawat kecil yang memuat 3 orang penumpang.


Waktu saya berangkat, kondisi sungai masih aman terkendali, sedang tidak pasang dan jalanan hanya terendam sekitar beberapa cm saja. Namun pada saat saya keluar dari site (3 hari setelah tiba), jalanan terendam sekitar 10 cm dan saya melihat sekelompok turis di atas kapal kecil sedang berburu untuk melihat buaya. Dan memang ada!

Bila ingin berwisata di area NT terutama daerah berair, waspadalah, karena buaya bisa saja muncul di sekitar Anda. Yang penting perhatikan papan peringatan dan cobalah untuk tidak melanggar.

cerita selanjutnya, setiba di lokasi kerja serta fasilitas yang didapat.

© by WP
Drw 141116

[WHV] Shopkeeper di Kakadu

Artikel kali ini menceritakan pengalaman singkat bekerja di satu area pedalaman yang dihuni oleh penduduk asli Australia (dikenal dengan sebutan suku Aborigin) selama 3 hari sebagai karyawan toko, istilah kerennya shopkeeper.
Peluang ini tidak sengaja saya dapat karena kebetulan saya tinggal dengan seorang gadis Taiwan yang bekerja sambilan menjadi juru pijat (massage therapist) dan mempunyai pasien seorang pengusaha, tak lain tak bukan adalah bos saya nantinya. sebut saja 'si kumbang'..

sepotong pemandangan di pemukiman

Beberapa hari sebelumnya saya sempat mencari pekerjaan ke sana ke sini, berjalan di daerah perkotaan, dan kemudian menyerahkan CV/resume di beberapa tempat yang diinginkan/sudah diincar. Kurang lebih ada 15 lembar resume yang sudah saya berikan ke pihak luar.
Kebanyakan yang saya incar adalah sebagai waitress/pramuwisma dan kitchen hand. Kebetulan (lagi), saat saya kuliah dulu pernah bekerja sampingan di beberapa restoran dan punya dasar bekerja di bidang F&B. Kategori lain yang saya cari adalah housekeeping di hotel (tak sama dengan room service lho ya..).

Pada hari Senin siang itu, si kumbang menelepon teman saya dan mengatakan ia butuh tenaga baru.
Sepertinya karena si manager toko akan mengakhiri masa kerja dan kembali ke negara asalnya.
Teman saya akhirnya menawarkan pekerjaan itu kepada saya.
Tak lama kemudian saya menghubungi si kumbang. Di luar dugaan, beliau langsung menghampiri tempat tinggal saya dan kami sempat mengobrol beberapa saat. Beliau pun berbaik hati memberikan kesempatan bekerja pada saya.

Kisah perjalanan menuju lokasi kerja..
Kisah tentang pekerjaan (termasuk fasilitas yang didapat, pemandangan sekitar, dan hal2 yang dikerjakan)

Singkat cerita, karena saya merasa mereka terlalu berlebihan (istilah gaulnya = 'too much drama'), ditambah saya mengakui kekurangan saya dalam hal kecekatan bekerja, dan lagi sikap manager yang menurut saya tidak bersahabat, akhirnya saya memilih untuk mengakhiri masa percobaan di sana.

Hanya berharap bisa segera menemukan pekerjaan baru sekembalinya ke kota nanti.

© by WP
Drw 141116

Monday, November 11, 2013

Ilmu hidup dari tumbuhan

Dalam kehidupan sehari2, semua serba dinamis. Dan saking terburu2nya kita untuk mencapai tujuan, kita seringkali mengabaikan pemandangan di sekitar kita. Salah satunya adalah kehadiran makhluk hidup selain manusia, yaitu tumbuhan.

Pada artikel kali ini, saya mencoba untuk mengajak siapa saja yang bersedia mampir di blog ini, yang telah meluangkan sejenak waktunya untuk membaca, ikut pula melambatkan langkahnya dan mulai melihat2 tanaman di sekitaran.
Walaupun mereka seolah diam tak bergeming, tapi mereka bisa menjadi guru dalam hening..

1. Pada dasarnya, tiap tumbuhan adalah sama. Semua perlu berakar kokoh agar dapat terus hidup.
Begitupun manusia. Di mana pun kita berada, hendaknya mampu beradaptasi, mau belajar untuk mengetahui kebiasaan dan mengikuti perubahan, sehingga memiliki tanah untuk dipijak.

2. Jamur
Kita tahu bahwa tanaman memerlukan zat hijau daun dan cahaya matahari untuk berfotosintesis kemudian menghasilkan bahan makanan bagi dirinya. Namun ada pula jenis tanaman yang mengandalkan dirinya untuk dapat terus hidup tanpa kedua unsur tsb.
Demikian pula kita harus bisa mandiri walaupun tanpa bantuan orang lain.

3. Tanaman rambat
Jenis tanaman ini akan menumbuhkan sulur ke arah yang memiliki sumber cahaya, sumber air yang memadai, dan lokasi tumbuh yang sesuai.
Kita sebaiknya tahu dan paham potensial dalam diri kemudian sanggup mencari ruang atau peluang untuk bertumbuh.

4. Ground cover (rerumputan)
Meski keberadaannya sering diabaikan, acap dipijak mengalas jejak, namun tanpanya, tanah terlihat tandus dan hampa.
Hendaknya kita bisa memberikan arti atau kontribusi kecil meski tak kasat di mata dunia.

5. Padi (Oriza sativa)
Di saat hamparan sawah menguning dan bulir padi makin berisi, itulah masanya petani memanen padinya.
Sesuai dengan pepatah 'padi makin berisi makin menunduk', kita diingatkan agar tetap rendah hati meskipun kita memiliki kepintaran atau keahlian lebih dari orang lain.

6. Kaktus
Tanaman ini mampu bertahan di padang gersang karena mempunyai 'organ' yang berfungsi menyimpan air.
Di saat kita merasa sedang kesusahan, ingatlah bahwa segala sesuatunya sudah diatur dan dipersiapkan sesuai dengan fungsi dan tujuan penciptaan.

7. Trembesi (Samanea saman)
Pada siang hari, kanopinya yang mencapai diameter puluhan meter mampu meneduhkan pejalan kaki maupun pengendara mobil dan motor. Menjelang sore dan malam hari, daun2nya akan mengatup seolah menutup diri.
Meskipun tengah sibuk mengejar target, seharusnya mampu membatasi waktu bekerja dan beristirahat.

8. Tanaman berbuah
Asalkan dirawat dan sudah tiba masanya, tanaman akan berbunga indah dan berbuah manis.
Dengan kerja keras dan sebongkah kesabaran, maka suatu hari nanti kita akan mendapatkan hasil yang diharapkan.

9. Mawar
Salah satu jenis bunga yang memiliki warna dan aroma yang memikat, di saat bersamaan memiliki duri di tangkainya.
Poin ini menghimbau agar kita mampu mengeksploitasi sekaligus melindungi diri, khususnya kaum wanita.

BSD 01112013
© by WP

Tuesday, February 26, 2013

Serba-serbi Pekerjaan

Sudah empat tahun saya bekerja terhitung sejak pertama menjejak kaki di ibukota ini.. Entah sudah berapa perusahaan menjadi eks sumber uang saya.. Belum lagi beberapa tempat saya bekerja paruh waktu sebelum kembali ke Indonesia. Sempat menjadi waiter restoran, juga house keeping di hotel.

Pertama bekerja di Jakarta sebagai penerjemah di perusahaan supplier spare part mesin sepatu. Dari sana saya mulai mengenal sedikit nama spare part dalam tiga bahasa (Inggris-Indonesia-Mandarin). Juga membuat saya terheran2 dengan jumlah produksi sepatu dan bertanya2 apakah sebanyak itu jumlah yang terjual per harinya.
Selang beberapa bulan, saya iseng melamar pekerjaan paruh waktu sebagai guru mandarin. Walau dengan pengetahuan mandarin Beijing yang terbatas, untungnya saya bisa menjalankan tugas dengan baik..
Kemudian saya sempat menjadi guru di sebuah sekolah toddler. Karena si pemilik menginginkan saya untuk ikat kontrak setahun, akhirnya saya mengundurkan diri.
Tak lama setelahnya, saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai staf nurseri di BSD. Tidak banyak orang yang tahu apa fungsi pekerjaan tsb. Tapi saya bangga, karena inilah salah satu yang membuat kota mandiri ini terasa lebih hijau daripada kota lainnya di kawasan Jakarta dan Tangerang.
Pergantian atasan membuat saya tidak betah dan memutuskan untuk pindah pekerjaan. Saya pun menerima tawaran dari saudara jauh saya untuk bekerja sebagai penerjemah di sebuah perusahaan retail yang akan membuka cabangnya di China sana. (kilas balik)
Berakhirnya masa kontrak, berakhir pula masa kerja saya di perusahaan tsb. Saya pun kemudian mendapatkan pekerjaan baru di bilangan Jalan Biak, yang berarti saya kembali lagi ke wilayah Jakarta.
Kali ini saya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan agrochemical. Di sini saya banyak mengetahui nama bahan baku obat2an kimia dan sempat merasa mungkin inilah titik balik saya ke bidang yang dulu saya pelajari semasa kuliah (hortikultura). Tapi ternyata, kebutuhan akan uang berkata lain. Saya pun pindah lagi ke perusahaan lain.
Dan di sinilah saya sekarang, di sebuah perusahaan engineering di suatu divisi yang menyuplai boiler dan mesin yang berhubungan dengan food processing.
Pelajaran baru yang saya dapatkan di sini lumayan banyak. Paling tidak saya tahu bahwa sebelum makanan ringan yang dijual di toko2 masuk ke dalam mulut kita, terlebih dahulu melewati proses seperti pengirisan, penggorengan, pengeringan, pembumbuan, pengepakan dan mungkin beberapa proses lainnya..
Di selang waktu antara keduanya, saya diterima menjadi waitress di kafe dekat kosan. Perlahan mempelajari tugas kasir, kemudian menjabat supervisor. Lumayan, bisa belajar sedikit manajemen dengan stock control. (sedikit kisahnya bisa dibaca di sini)

Bisa dibilang, saya bisa mengerjakan ini dan itu (berkaitan dengan administrasi kantor), tapi entah kenapa, saya merasa 'kok tidak ada yang sesuai dengan background pendidikan dan hobi yang saya suka ya?'
Dengan adanya pemikiran seperti itu, saya pun bertanya2 sampai kapan saya akan terus berganti2 pekerjaan..

Pokoknya, di mana pun kita berada, jangan lupa untuk terus mengambil pelajaran dan hikmah dari apapun yang baik untuk diserap.

Semoga saja suatu hari nanti saya bisa memiliki pekerjaan impian saya, yang pada akhirnya bisa mengantarkan saya ke kebebasan finansial yang sebenarnya..



TOC 25022013
© by WP

Sunday, February 17, 2013

Sejenak Teriakan Hati

Badan lelah, hati dan pikiran pun sama..

Belakangan merasa lelah dengan rutinitas sebagai pegawai.
Masuk dan pulang kerja dengan jadwal yang sudah diatur, terlebih dengan status kerja terakhir yang double job. Bisa dihitung waktu istirahat dalam sehari kurang dari 6 jam.

Tiga tahun sudah melanglang Jakarta demi mencari penghidupan, entah pekerjaan apa yang saya inginkan, yang sesuai, dan yang bisa membuat saya bahagia dan bangga.
Sementara ini hanya bisa terus mencari dan berusaha mengumpulkan modal demi mimpi membuka usaha.
Semoga saja bisa berjalan lancar dan cepat terwujud..

Tak lupa mengembangkan kemampuan pribadi dan nilai personaliti sendiri, belajar untuk belajar.

TOC16022013
© by WP

Sunday, December 16, 2012

Bye part-time job..

Tidak terasa sudah satu tahun saya bekerja paruh waktu sebagai waitress sekaligus kasir di TOC (nama salah satu kafe di jalan Biak, Jkt)
Pada saat awal bekerja, banyak sekali cibiran dari orang dekat, terutama keluarga, mengenai jam kerja yang mengganggu waktu istirahat saya.
Jam kerjanya dibagi jadi 3 shift. Dan berhubung saya bekerja kantoran di siang hari, otomatis saya cuma bisa mengambil jam kerja shift III, yaitu jam 11 malam sampai jam 7 pagi keesokan harinya.
Banyak yang lantas bertanya. Trus ngantor jam brapa? Lu istirahatnya jam berapa? Ngga capek? Ngga ngantuk?
Dan seterusnya..
Well, saya cuma bisa jawab "kalau udah biasa ya ngga terasa capek.."
Dan alhasih, saya berhasil menjalankan double job saya selama setahun, pun jarang absen karena sakit (walau pernah kena tegur karena telat ke kantor :p)

Banyak hal yang bisa saya pelajari di sana.
Yang pasti, menjalani hubungan dengan orang sekitar. Entah dengan customer, rekan kerja, atasan, ataupun orang2 dari divisi lain;
Lebih bisa menilai pribadi seseorang (tabiat kerja) dengan melihat gerak-geriknya;
Mengatur pembelanjaan (stok barang);
Berhitung dan membuat laporan keuangan.

Ada perasaan hampa waktu memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan ini.
Kalau waktu itu saya selalu takut tidak punya waktu diajak pergi main, sekarang saya malah takut punya banyak waktu untuk disia2kan..


Hampa yang lainnya, akan terasa di buku tabungan saya..
Haish..

But still, akan mencari kerjaan paruh waktu lain yang fleksibel dalam jam kerja, namun dengan penghasilan yang lebih menjanjikan :D


HW16122012
© by WP

Monday, November 26, 2012

Sharing web..


Pengen sharing satu alamat web yang sangat bagus untuk motivasi dan pengembangan diri terutama dalam masalah pekerjaan. (Please click here)
Artikel terbaru yang ditulis adalah mengenai seorang putra bangsa, Iwan Setyawan, yang lahir dari keluarga kurang mampu (orangtua adalah seorang supir angkot dan ibu rumah tangga) di Malang, belajar giat menuntut ilmu, kemudian bekerja ke negeri Paman Sam, dan terakhir menjabat sebagai direktur di satu perusahaan ternama di sana.

Kisah hidupnya ini telah diabadikan dalam sebuah buku berjudul ‘9 Summers 10 Autumns : Dari Kota Apel ke The Big Apple’

Berburu ke book store ah..


DM261112
© by WP

* Terimakasih kepada si penulis blog, Bapak Yodhia Antariksa yang dengan murah hati membagikan ilmunya..

Friday, December 3, 2010

Akhirnya, Bukan Lagi Pengacara


Kemaren hari Kamis (2/12/2010) siang, gw dapet sms(short message service) dari sodara jauh gw. Dia bilang prusahaannya lagi butuh seorang translator mandarin-inggris karena perusahaannya mo expand ke RRC, dan translator yang bekerja di sana slama hampir 7 bulan minggat tanpa tedeng aling2. Berhubung gw emang lagi nganggur n Jumat biasa ngga da jadwal apa2 slain malem maen voli di Depok, akhirnya gw setujuin tawaran dia buat interview jam 10 di daerah Lippo Karawaci. Ngga berapa lama, dia sms lagi n bilang ada satu lagi tawaran jadi interpreter. Diliat dari caranya sih, ini termasuk interpreter freelance. Sebenernya bayaran yang ditawarkan sangat menggiurkan, 20jt untuk masa perjalanan ke RRC 10 hari. Wuihh.. enak banget kan?! Sayangnya, pas gw menelpon ke si pemberi job (kira2 jam 2.30 sore), dia minta gw untuk interview segera di Pancoran. Dengan begitu, klo terjadi kesepakatan, bisa langsung diurus visanya hari ini (Jumat, 3/12/2010), Senin brangkat ke RRC. Berhubung gw tinggal di BSD n malamnya (jam 5.30 sd  8.30) ada jadwal ngajar, akhirnya gw tolak. Mana mungkin bolak-balik dalam jangka waktu demikian pendek. Belum lagi harus mencari lokasi interview. Pasti abis waktu di jalan, pikir gw.. Belum jodoh ma tuh duit. Hahaa..
Setelah memutuskan untuk tidak memaksakan diri memenuhi panggilan 20jt tadi, gw terusin maen komputer n nginet (browsing internet). 2 bulan blakangan setelah gw resign dari prusahaan trakhir di BSD, emang inilah pekerjaan gw. Menatap layar komputer, membaca n membalas notes ato komen temen2 di fb, baca trit n menjalin komunikasi di kaskus, lalu belajar sedikit2 untuk bisnis MLM gw. Klo dipikir-pikir, mata gw kasian banget. Begitu terus tiap hari sampe subuh..
Yang tidak disangka, masih pada hari yang sama jam 11 malam, ada yang sms. Isinya panggilan interview di Kemang keesokan hari (yang tak lain adalah hari ini) jam 2.30. Lantas, gw susun rencana. OK. Pagi jam 10 interview di Karawaci, rada sorean ke Kemang, trus langsung mluncur ke Depok. Perfect!!
Singkat kata. Tadi pagi gw bangun jam 7. Sengaja memang, mengingat kebiasaan gw yang susah bangun n rada lelet. Hehe... Alarm berbunyi, gw pun membuka mata. Tak disangka tak diduga hujan datang tanpa diundang. Gw merasa agak BT, "Duh pake acara ujan lagi.. Dan denger dari suaranya, kayanya hujan yang bakal awet.. Parah.." Gw lalu bangun. Ada suara yang menghibur dalam otak gw, "Biasanya kalo kita mo melakukan sesuatu dan tiba2 ada hambatan, bisa berarti suatu hal baik akan terjadi." Hope so deh.. Selesai mandi n bersiap-siap, akhirnya jam 9 gw berangkat. Masih gerimis di luar.. Sempet nyasar n jalan kelewatan, tapi untung sampai di lokasi tepat jam 10. Gw disuruh nunggu sebentar, lalu masuk dan mengerjakan tes. Soalnya berupa penerjemahan istilah2 khusus perdagangan (retail), pendefinisian, dan menerjemahkan satu paragraf instruksi. Rasa khawatir mendera. Meski untuk percakapan dan penerjemahan gw OK, tapi gw buta dalam bidang yang satu ini. Akhirnya cuma bisa pasrah menyerahkan soal ujian gw ke pengawas. Dia lihat sebentar, lalu datang satu orang lagi, dan mereka berdua berbagi tugas memeriksa hasil kerja gw. Tak lama perbincangan yang biasa dilakukan waktu interview pun terjadi. Bla bla bla.. Selesai. Kita pun bersalaman. Setelah mereka meninggalkan tmpat ujian, gw sms-in soadara gw mengabarkan gw dah slese interview n minta ketemu. Dia suruh gw ketemuan di luar aja. Ya udah, gw nurut. 
Pas gw dah di luar nungguin sodara gw, si pengawas tiba2 kluar. Dia bilang, "ye.. kok maen kabur aja?" Gw jawab, "Saya kirain dah selesai.." Akhirnya gw masuk lagi, sms sodara gw minta dia untuk nunggu sebentar lagi, dan ngobrol lagi ma pengawas. Tak lama dia bilang, "Ok. Selamat ya permintaan gajimu disetujui n bisa mulai kerja Senin depan tanggal 6." Wuaa.. Ini adalah interview gw yang paling cepat dapet respon lhoo.. :D 
Setelah mengucap terima kasih dan benar2 berpamitan, akhirnya gw ketemuan ma sodara gw, ngobrol sbentar lalu pamit pulang. Yang tadinya rencana mo ke Kemang untuk interview, langsung gw batalin. Ya iyalah, wong dah keterima kerja kok.. :D (lagi)
Karena sudah tidak ada beban dan jam maen voli di Depok masi lama (gw selesai smua proses interview kira2 jam 12), gw akhirnya memutuskan untuk mampir di SMS (Summarecon Mall Serpong) buat jalan2 n skalian lunch. Dah laper beraatt.. :P
Akhirnya, gw bukan lagi pengacara (pengangguran banyak acara). Moga pekerjaan kali ini bisa gw lakoni dengan baik.. ^^
Dan satu lagi yang gw pelajari. Apa yang kita anggap baik belum tentu baik, demikian pula sebaliknya. Kala kita menemui hambatan, laluilah dengan keberanian, karena sesuatu yang indah sedang menanti di baliknya..

bsd03122010
© by WP
* picture taken from http://radiopatria.net/im/imp/100812_050825.jpg