Friday, October 28, 2016

[WHV] Shopkeeper di Kakadu

Artikel kali ini menceritakan pengalaman singkat bekerja di satu area pedalaman yang dihuni oleh penduduk asli Australia (dikenal dengan sebutan suku Aborigin) selama 3 hari sebagai karyawan toko, istilah kerennya shopkeeper.
Peluang ini tidak sengaja saya dapat karena kebetulan saya tinggal dengan seorang gadis Taiwan yang bekerja sambilan menjadi juru pijat (massage therapist) dan mempunyai pasien seorang pengusaha, tak lain tak bukan adalah bos saya nantinya. sebut saja 'si kumbang'..

sepotong pemandangan di pemukiman

Beberapa hari sebelumnya saya sempat mencari pekerjaan ke sana ke sini, berjalan di daerah perkotaan, dan kemudian menyerahkan CV/resume di beberapa tempat yang diinginkan/sudah diincar. Kurang lebih ada 15 lembar resume yang sudah saya berikan ke pihak luar.
Kebanyakan yang saya incar adalah sebagai waitress/pramuwisma dan kitchen hand. Kebetulan (lagi), saat saya kuliah dulu pernah bekerja sampingan di beberapa restoran dan punya dasar bekerja di bidang F&B. Kategori lain yang saya cari adalah housekeeping di hotel (tak sama dengan room service lho ya..).

Pada hari Senin siang itu, si kumbang menelepon teman saya dan mengatakan ia butuh tenaga baru.
Sepertinya karena si manager toko akan mengakhiri masa kerja dan kembali ke negara asalnya.
Teman saya akhirnya menawarkan pekerjaan itu kepada saya.
Tak lama kemudian saya menghubungi si kumbang. Di luar dugaan, beliau langsung menghampiri tempat tinggal saya dan kami sempat mengobrol beberapa saat. Beliau pun berbaik hati memberikan kesempatan bekerja pada saya.

Kisah perjalanan menuju lokasi kerja..
Kisah tentang pekerjaan (termasuk fasilitas yang didapat, pemandangan sekitar, dan hal2 yang dikerjakan)

Singkat cerita, karena saya merasa mereka terlalu berlebihan (istilah gaulnya = 'too much drama'), ditambah saya mengakui kekurangan saya dalam hal kecekatan bekerja, dan lagi sikap manager yang menurut saya tidak bersahabat, akhirnya saya memilih untuk mengakhiri masa percobaan di sana.

Hanya berharap bisa segera menemukan pekerjaan baru sekembalinya ke kota nanti.

© by WP
Drw 141116

Monday, October 17, 2016

Kupu-kupu

Kupu-kupu cantik, kupu-kupu malang..
Adakah kau galau bimbang?
Tahukah kau jalan tuk pulang?

Kau terus berkepak tak tentu arah,
tak pernah rasakan hangatnya rumah
Sanak dan keluarga terpencar belah,
hanya sepi yang menyapamu ramah


Kupu-kupu cantik, kupu-kupu sayang..
Hiaskan fana dengan sayap yang belang,
cipta nuansa penuh kasih, damai dan riang 

Sampai tiba saat kau lelah,
hinggap sejenak dan istirahatlah
Siapkan raga teguh melangkah,
menyeka ragu menembus risalah..

* posting yang tertunda entah berapa tahun lamanya..

© by WP
DRW 17102016

Sunday, October 16, 2016

[WHV] Perdana di alam terbuka NT

Sebelum berhasil mendapatkan WHV, saya banyak meraup informasi dari grup di salah satu media sosial dan aplikasi chatting.
Menjelang keberangkatan ke negeri kangguru, dalam grup chat ada yang mengajak jalan2 ke wisata alam di NT. Karena jadwal ketibaan saya adalah hari Minggu subuh menjelang pagi, maka saya pun mengajukan diri untuk ikut serta dalam perjalanan tsb.
Setiba di Darwin, saya dijemput oleh salah satu rekan berinisial YD, mampir dan numpang mandi di rumah MK, lalu menjemput rekan lain, WT dan RD. Total peserta trip kali ini adalah 5 orang sesuai kapasitas mobil, tiga perempuan dan dua laki-laki.

Spot pertama yang kami kunjungi adalah Territory Wildlife Park.
Signage di bagian dalam lokasi wisata
Selaras dengan nama, kondisinya memang mirip dengan alam liar. Habitat dijaga tetap alami, sehingga yang tampak adalah pemandangan hutan di kanan kiri, dan yang merupakan pugaran adalah jalan raya, jembatan titian, dan shelter/halte.
jalan2 di hutan ditemani genangan sungai
please meet wallabies, adik kecil dari kangguru

Tempat ini mempunyai rute jalan setapak menghubungkan beberapa area di dalamnya, sehingga pengunjung bisa berjalan mengitari keseluruhan taman.
Salah satu bagiannya adalah danau dan hutan beserta kawanan unggas..

Beberapa tempat lain adalah ruangan untuk hewan malam (nocturnal animal), kolam pasir di mana kita bisa melihat ikan pari raksasa, danau dengan pelikan dan buaya cilik, konservasi beberapa jenis burung, akuarium, dsb.
Di dalam ruang akuarium, saya melihat sesuatu yang unik, yaitu kumpulan kerajinan tangan dari benang wol yang dibentuk/disusun menyerupai terumbu karang dan ditempel di papan pada dinding.
Kerajinan ini merupakan hasil karya dari kegiatan sosial lho.. Ini juga yang membuatnya bernilai lebih di mata saya.

Setelah itu, kami beranjak ke Berry Springs Nature Park.
Inilah permandian alam dengan kawasan piknik di luarnya. Jadi para pengunjung bisa bersantai dan mengisi perut terlebih dahulu sebelum menikmati segarnya air sungai di sana.
salah satu kelebihan di Australia adalah ada beberapa tempat wisata terbuka yang menyediakan tungku untuk barbeque..

bekal makan siang kami
Setelah bersantap, kami pun siap menceburkan diri (sebenarnya hanya saya dan YD yang berenang, sisa tiga teman duduk di pinggiran kolam)
upper pool, jernih dan dangkal
daerah penghubung upper dan lower pool

lower pool, lebih luas, berwarna biru kehijauan, dan dasar kolam tak terlihat
Setelah puas berenang dan menikmati alam, kami pun bergegas pulang ke kota.

Berikut video yang dibuat oleh salah satu rekan WHV..
(bunch of thanks to YD)

Cerita sebelumnya, ketibaan di Darwin

© by WP
Drw 271116

[WHV] Dan Perjalanan Dimulai..

Kisah petualangan di negeri kangguru dimulai dengan cerita keberangkatan dari bandara Soekarno Hatta sampai dengan bandara tujuan di kota Darwin.
Jadwal penerbangan adalah tanggal 15 Oktober 2016, dan baru disadari kemudian ternyata jamnya menunjukkan angka 15.10. Kebetulan banget ya?

Karena dulu pernah ketinggalan pesawat, maka kali ini sengaja ke bandara lebih awal. Sambil menunggu waktu boarding, saya pun duduk santai di gerai kopi franchise SB..

Tak bisa dipungkiri, saya termasuk orang yang percaya bahwa ada kekuatan di luar manusia yang mengatur jalannya kehidupan ini. Karena itu, kadang saya suka mencari pertanda atau melihat suatu kebetulan untuk mendukung diri sendiri mengatakan, "Ya, inilah takdirku.."
Terlepas dari benar atau salah, paling tidak saya menjadi lebih yakin pada apa yang sedang atau akan saya kerjakan.

Seperti contoh berikut, saat sedang berada dalam pesawat, saya iseng membaca majalah dan menemukan artikel tentang Darwin di dalamnya. Seolah ini pertanda memang sanalah tujuan yang tepat untukku..

Langsung tergiur dengan suguhan pemandangan pantainya
Lumayan juga, jadi tau beberapa spot yang bisa dikunjungi setibanya di sana.

Salah satu potret kegiatan di Mindil Beach Market
Selang beberapa jam, pesawat yang saya tumpangi transit di negara tetangga, Singapura. Rutenya agak muter2 memang, tujuannya ke arah bawah, tapi mesti transit ke bagian atas (dari sudut pandang peta secara umum).

Sengaja saya memilih penerbangan dari Jakarta yang lebih awal agar bisa berjalan2 lebih lama di Changi Airport. Saya selalu senang berkeliling di sana karena dia memiliki indoor garden terindah yang pernah saya lihat.

Sepasang merak di antara pepohonan

Tampak atas salah satu taman bertema
Contoh kebetulan lainnya adalah melihat judul majalah di salon dalam hotel transit bandara yang sesuai dengan inisial nama saya.

Adalah WP, wanita perkasa..

Terpikir bahwa taman ini mungkin lebih indah di siang hari..
Perjalanan via udara pun berlanjut di tengah malam, hingga tiba di Darwin jam 5.30 subuh.
Proses pemeriksaan imigrasi agak terkendala karena foto di paspor berbeda dengan penampakan saya saat itu. Agak menyesal juga memangkas rambut terlalu pendek. Haha..
Kemudian sekalian juga saya tunjukkan SIM dan KTP, pokoknya segala ID card yang saya punya. Bahkan sempat juga ditanya apa yang saya kerjakan di Indonesia sebelum tiba di Australia, lalu apa yang terjadi setelah SMA. Mungkin jejak saya di Indonesia sempat hilang karena saya sempat menuntut ilmu di universitas di Taiwan.
Ada beberapa orang juga yang dicurigai dan ditahan di gerbang pemeriksaan. Saya jadi orang terakhir yang keluar di sana.
Yang sial lagi, abon yang saya bawa disita karena masih terlihat bentuk sayatan dagingnya. Si petugas mengatakan apabila abon dalam bentuk lebih halus seperti bubuk, maka tidak jadi masalah.
Direlakan sajalah..

Pemandangan luar bandara Darwin
Setelah menunggu sekian waktu, akhirnya datang juga kawan yang menjemput.
Yeay, bersiap menjelang hari baru di lahan orang (asing)!!

PS. ke belakangnya mungkin akan sering terjadi percampuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam satu artikel. Belajar sok bule gitu deh.. Ha..

cerita sebelumnya, perjuangan meraih WHV
cerita berikutnya, trip pertama di Darwin

© by WP
Drw 301016

Friday, October 14, 2016

[WHV] Timeline Proses Pengajuan Visa

Setelah resign dari pekerjaan pada akhir Maret lalu, saya sempet mengasingkan diri sejenak di Medan dan sekitarnya. Kebetulan saya sudah lama tidak pulang kampung ortu saya, sehingga kesempatan ini lumayan pas untuk bertemu kangen dan berkenalan dengan beberapa keponakan..
Sekembalinya dari Medan di awal bulan Mei, mama saya mulai menanyakan apa yang mau saya lakukan.
Awalnya saya ingin menuntut ilmu lagi di bidang aromatherapy di Taiwan, tapi proposal tsb ditolak dengan alasan usia, prospek masa depan dsb, dan akhirnya saya ditawari untuk ikut program Work and Holiday Visa (disingkat WHV, alias visa bekerja dan berlibur).
Visa ini memperbolehkan si pengajunya untuk tinggal dan bekerja di Australia di negara bagian mana pun selama setahun. Kelebihannya dari Tourist visa adalah masa berlakunya yang lebih panjang, sehingga kita bisa lebih puas menjelajahi negeri kangguru. Sementara kelebihannya dibandingkan dengan Working visa adalah kita dapat mencari dan berpindah2 pekerjaan setibanya di sana, tak perlu repot mencari perusahaan yang berkenan mengeluarkan surat sponsor untuk syarat pengajuan visa kita.

Berikut uraian waktu proses pengajuan WHV saya:
- 12/05 baru mengumpulkan niat untuk mendaftar. Padahal sudah pernah diajak oleh teman pada tahun lalu, tapi baru kesampaian tahun ini
- 06/06 mendaftarkan diri untuk mengikuti tes kemahiran berbahasa Inggris, IELTS. Ada beberapa lembaga yang menyediakan paket kursus, pre-test, dan ujiannya sekaligus. Saya hanya ambil ujiannya di IDP, berbekal ingatan mata pelajaran bahasa Inggris jaman sekolah dulu, ditambah dengan buku persiapan tes IELTS yang dibeli di toko buku Mentari (kebetulan sedang diskon)
cover buku yang saya beli, sumber gambar : Google

- 25/06 hari ujian IELTS, berlokasi di satu sekolahan di daerah Pondok Indah. Tes listening, reading, writing di pagi-siang hari, dan tes speaking di malam hari bersama interviewer Wendy Bone dari IDP cabang Bandung.
- 27/06 ke kantor Bank Mandiri cabang Askrindo untuk mendapatkan surat referensi yang menyatakan kepemilikan dana persyaratan, yaitu senilai AUD 5000
- 13/07 mendaftarkan diri untuk wawancara dengan Ditjen Imigrasi demi mendapatkan surat pengantar/surat sponsor/surat rekomendasi pemerintah, atau disebut dengan SRPI
(sebenarnya sudah pernah mendaftarkan diri pada tanggal 06/06, pun sudah dapat jadwal wawancara tgl 20-an. Tapi karena persyaratan belum lengkap, maka ditangguhkan)
- 15/07 cek hasil ujian IELTS secara online
- 18/07 ambil sertifikat atau hasil ujian IELTS di kantor cabang
- 18/08 wawancara di Ditjen Imigrasi bersama ibu Delly.
Karena ada persyaratan (ijazah kuliah di Taiwan) yang harus diterjemahkan ke bahasa Inggris, maka dokumen baru dianggap lengkap setelah dokumen terjemahan disusulkan tgl 19/06 (terimakasih pada penerjemah tersumpah pak Philip Liwan Pangkey).
- 24/08 SRPI yang ditunggu tiba di kotak surel dengan selamat.. (padahal siangnya sempat berceloteh di page WHV Indonesia)
tampilan SRPI oleh Ditjen Imigrasi
 - 25/08 menuju ke Kuningan City, tepatnya kantor AVAC di lantai 2 untuk men-submit/lodge dokumen persyaratan WHV
tampilan counter AVAC
Setelah menyerahkan dokumen ke petugas, maka mereka akan memberikan satu berkas yang menyatakan penerimaan dokumen, sekaligus tata cara untuk follow up proses permohonan visa secara online
bukti penerimaan dokumen dari AVAC
- 26/08 membuat time-plan masa panen buah2an di Australia berdasarkan data dari website Agrilabour (karena minatnya adalah bekerja di bidang perkebunan/farming/harvesting)
- 30/08 menerima HAP ID via email (semacam surat panggilan untuk melakukan medical check up (MCU) di rumah sakit yang ditentukan
penampakan surat (HAP ID)
 - 31/08 saking bersemangatnya, langsung menuju ke RS Premier Jatinegara.
gedung RS Premier Jatinegara nan megah
Apesnya, berbarengan dengan insiden berdarah bulanan (padahal masih belum jadwalnya) sehingga harus menunggu sampai selesai periode ditambah 5 hari.
Karena HAP ID hanya berlaku selama 7 hari sejak diterbitkan, maka saya segera mengirimkan email ke pihak kedutaan untuk menginformasikan insiden tsb. Untungnya masih ada toleransi untuk kaum hawa..
- 10/09 menuju RS Premier Jatinegara untuk kedua kalinya, MCU bersama Dr. Jenly.
gelang identitas pasien
Proses pemeriksaan berjalan agak lama dan sempat terkendala karena hasil urine kurang bagus. Akhirnya banyak2 minum air dan mengulang tes urine.
(Si perawat mengatakan bila hasil tes urine yang kedua masih juga tidak bagus, maka saya harus menjalankan tes darah, yang berarti harus mengeluarkan biaya tambahan.
Untunglah tidak perlu, hehe..)
bukti pembayaran.. bonus gelas cantik
- 14/09 visa is granted!
Sempat heran karena ada salah seorang anggota grup chat yang mengatakan bahwa pengajuan visanya telah lolos padahal dia baru saja menjalankan MCU-nya kemarin di RS Premier Bintaro.
Saat saya iseng cek email, ternyata permohonan visa saya pun sudah lolos..
sebagian tampilan dari surat pemberitahuan lolos pengajuan visa
 ----

Penantian yang panjang setelah menganggur setengah tahun lamanya.
Semoga nantinya benar bisa menjadi kisah petualangan tak terlupakan dan berharap mendapatkan pelajaran baru setibanya di sana.

Beberapa referensi utuk memahami Australia dan WHV:
* website resmi pariwisata Australia di sini
bisa sekalian menguji kemampuan bahasa Inggris dan menemukan info ataupun tips and trik berlibur di negeri kangguru 
* website Departemen Imigrasi Australia yang membahas visa WHV (sub class 462) di sini
* page WHV Indonesia di FB, ada satu notes mengenai info dan FAQ seputar WHV di sini
* salah dua blog WHV Warrior yang membahas kisah bekerja dan perjalanan mereka : Irham Faridh dan Rijal Fahmi
* tambahan referensi : Efi Yanuar

cerita selanjutnya, perjalanan hingga ke negeri kangguru


© by WP
Drw 131116

Sunday, October 18, 2015

Be Positive

Berikut saya persembahkan dua buah video clip yang masuk dalam list lagu favorit saya..
1. Claire Guo - Singing on the tree (郭靜 - 在樹上唱歌)

 
Di dalam lagunya tertulis bahwa dia menjadi lebih bahagia daripada sebelumnya. 
Semua karena dia melakukan 'operasi kecantikan', bukan pada fisik/bentuk tubuh, tetapi pada hatinya (caranya memandang kehidupan).
Saat bernyanyi bertelanjang kaki di atas pohon, ia melihat segala sesuatu dari kejauhan, semua tampak lebih kecil.. 

Sebenarnya kita tak perlu terlalu ribet memikirkan setiap hal (bersikap perfeksionis).
Cobalah berpikir 'out of the box', untuk melihat segala sesuatu secara garis besar saja..
 
Berbesar hati dan belajar menikmati hidup, maka akan membuat semua hal lebih indah.


2. Roger Yang - I do believe (楊培安 - 我相信)

Lagu ini memberikan semangat yang sangat sangat positif.
Agar kita yakin pada kekuatan diri, bahwa kita bisa menjadi apapun yang kita mau, dan mencapai yang apa yang kita inginkan.
Bahkan dengan menjulurkan tangan kita bisa menggenggam matahari.

© by WP
SB HW 18102015

* lirik lagu Claire Guo bisa dilihat di sini dan lagu Roger Yang di sini..

Sunday, September 27, 2015

Cross stitch alias Kristik

Semenjak 2 tahun lalu, secara tidak sengaja saya mengenal dan mulai menyukai metode sulam kristik ini.

Awal mulanya karena iseng berjalan2 di ITC Kuningan, tertarik pada hasil karya yang terpajang di etalase, dan kemudian masuk ke dalam toko untuk melihat2 dan memilih pola yang disukai.


hasil karya pertama

Cara membuatnya sangat mudah..
Hanya perlu ikuti petunjuk gambar yang ada (pola dan warna benang), kemudian menjahit silang di kotakan pada kain.
Itulah sebabnya, disebut CROSS stitch..

hadiah perpisahan untuk rekan kerja..

Dalam beberapa kali proses pengerjaannya, saya dapat ilham untuk menulis.
Ternyata ada juga sesuatu yang bisa dipelajari dan dipahami dari kristik ini :
1. Melatih kesabaran dan ketelitian
Diperlukan rasa sabar yang cukup tinggi untuk merajut helai demi helai sehingga membentuk gambar yang diinginkan. Perlu juga ketelitian agar perhitungan kotaknya tepat dan sesuai dengan petunjuk pola.

2. Adanya pola bisa menciptakan sesuatu yang indah dan teratur
Demikian pula dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan adanya peraturan, baik hukum maupun adat, maka akan tercipta keteraturan dan keharmonisan.
(Walau mungkin dalam prakteknya masih saja ada pelanggaran..)

3. Perbedaan membuat sesuatu lebih berwarna
Ketika baru mulai merajut dengan satu warna benang, mungkin kita akan merasa monoton dan membosankan.
Tapi saat sudah menambahkan warna yang lain, maka akan terasa lebih/makin menarik.
Dan saat sulaman kita sudah mulai menunjukkan bentuknya, maka ada rasa kepuasan dan kebanggan dalam diri..

4. Menjadi kreatif dan fleksibel 
Pola adalah tetap dan pasti, namun arah jarum dan benang ditentukan oleh kita. Bagaimana agar jalurnya terarah dan kita bisa menggunakan benang yang ada seefisien mungkin.
Saat arah sulaman tidak sesuai (misal sedang melamun dan tiba2 arahnya terbalik, harusnya menyulam miring ke atas [/] baru miring ke bawah [\], malah menjadi \ dulu baru / ), bagaimana caranya agar arahnya dapat kembali ke semula dan menjadi seragam dengan sekitarnya.

5. Belajar untuk berpuas diri, di saat bersamaan menantang diri untuk sesuatu yang lebih sukar
Hmm.. poin ini sepertinya cukup jelas untuk tidak dijabarkan.


---

Kalau tak ada kerjaan, bolehlah belajar kristik..
Lumayan untuk isi waktu luang..
Dan barangkali suatu waktu nanti, hasil karya yang ada bisa menjadi barang komersial..


© by WP
SB HW 270915

Saturday, July 25, 2015

When you say nothing at all

 



Terbayang manis wajahmu,
kala senyum tergurat malu,
kala pipi merah bersemu..

Kau tak banyak ucap kata,
lebih suka beradu mata..
Acap kuterseret jauh ke dalam,
terkesima, hanyut, tenggelam..

Manis, penuh arti berdaya magis.. 
Indah, buat hati takjub tergugah..
Tenang, bak baring di atas awang..
Damai, seketika lepas dari ramai..

simpanan puisi lama..
© by WP