Tuesday, October 22, 2013

Dunia Belum Berakhir

“Dunia belum berakhir.. bila kau putuskan aku..
Masih banyak teman2ku di sini menemaniku..” 

Merasa akrab dengan sepenggal bait di atas?
Yap, dunia belum berakhir meskipun si cinta pergi menyingkir.

Menurut saya, berpacaran sebenarnya bagus untuk melatih bagaimana menunjukkan kasih sayang terhadap sesama, terutama seseorang yang dianggap spesial, juga bagaimana menjaga komitmen dan mewujudkan rasa tanggung jawab.

Tapi herannya ada beberapa pasangan (atau mungkin salah satu pihak saja) yang memutuskan untuk berpacaran demi mengikuti mode atau menjaga gengsi di antara teman2nya. 
Dengan kata lain, satu hubungan tsb hanyalah sebuah kepalsuan.
Pun banyak muda-mudi jaman sekarang yang terlalu larut dalam asmara. Dunia seolah hanya milik berdua, bahkan teman dan keluarga dianggap tidak ada.
Yang lebih disayangkan lagi, tidak sedikit yang setelah putus kemudian berpikir harapan hidup sudah pupus. Tidak rela lupakan kasus, bertekad untuk mampus..


Hey young man (+woman), please think twice..
1. Hidup ini terlalu berharga untuk dikorbankan pada seseorang yang menyakiti dan mengkhianatimu.
Jangan pernah berpikir untuk mengakhiri napas sia2. Hidupmu adalah hasil taruhan nyawa ibumu sekian tahun yang lalu.
Ibumu mati2an berjuang melahirkanmu ke dunia ini, lalu seberapa pentingkah si dia sampai pantas untuk nyawamu?

2. Di luar sana masih banyak lawan jenis yang belum menikah ataupun sudah menikah namun kembali berstatus single.
Bila kamu belum pernah mengikuti jejak Columbus mengitari bola bumi, belum juga menapakkan kaki keluar rumah, jelajah kota, atau bahkan pelesir antar Negara, jangan mudah putus asa dan terpaku pada seorang mantan kekasih.

3. Sebelum si dia hadir, hidupmu tidak bermasalah, maka setelah dia pergi pun, hidupmu bisa kembali normal. Yang berubah hanya bertambahnya coret2 kenangan dalam lembar ingatan dan ilmu baru yang (semoga) bisa diserap.

4. Poin terakhir mungkin terkesan vulgar. Tapi tidak pernah ada yang salah bila kita melihatnya secara positif.
Manusia diciptakan dengan nafsu birahi. Terkadang khilaf pun tak terelakkan.
Bagi yang masih bisa menjaga diri, keep it up. Persembahkan ‘mahkota’mu pada seseorang yang pantas mendapatkannya, yang paham untuk menyayangi, menjaga dan menjunjung dirimu.
Untuk yang sudah terlanjur, terutama kaum hawa, jangan berendah diri. Nilaimu tidak hilang hanya karena sucimu terenggut.
Bagaimana nilaimu nantinya bergantung pada bagaimana kamu melanjutkan hidup dan bertindak di masyarakat.
Bukan berarti saya tidak menganggap penting nilai keperawanan, hanya saja ingin membesarkan hati bahwa nilaimu tidak hanya sebatas ‘selaput misterius’ itu.
Lagipula, sudah ada teknologi kedokteran untuk operasi selaput dara kok.. :p

Sabarlah menunggu sambil tetap berusaha.
Suatu hari pasti akan muncul seseorang lain yang bisa menerima segala kisah masa lalumu dan tidak keberatan untuk merajut kisah kasih yang baru.


Kmy 16102013
 © by WP

No comments:

Post a Comment

Left your comment..