Monday, March 11, 2013

Perceraian Artis (Lagi)

Tadi pagi saat tidak sengaja menonton acara infotainment, saya dikejutkan oleh berita perceraian artis Ira Wibowo dan Katon Bagaskara.
Bagaimana tidak?
Belum lama ini mereka masuk dalam 'daftar pasangan artis yang jauh dari gosip' versi Y!. Pernikahan mereka pun sudah berjalan lebih dari 16 tahun. Suatu prestasi yang cukup mengesankan di jaman seperti sekarang. Bukan waktu yang singkat, yang berlalu hanya dengan sekejap mata.
Dan mereka adalah pasangan kedua yang ingin saya jadikan panutan dalam pernikahan (nantinya) tapi toh ternyata kandas tengah jalan, setelah Anang-KD.

Orang di sekitar saya yang sering mendengar cibiran saya tentang hubungan antara pria-wanita, perilaku laki2, pernikahan, pasti mengira saya seorang yang anti-asmara, atau mungkin pernah mengalami trauma dalam percintaan..
But I am not and I didn't..

Saya percaya 'cinta sejati itu ada'. Saya pun tidak memungkiri 'pernikahan suci'. Namun apa yang saya lihat belakangan ini, sungguh membuat saya meragukan apa arti pernikahan bagi manusia..
Sekadar pembuktian cinta, penandaan hak milik, gaya hidup, atau ada arti lainnya?

Kok bisa dengan enaknya menyatakan cinta, mengikat janji di hadapan Tuhan, menjalani rumah tangga, punya masalah namun tidak dibicarakan, kemudian memutuskan berpisah karena alasan 'sudah tidak cocok' atau 'ternyata dia bukan jodoh saya'..
Hadeuh...

Semudah itukah merusak janji sakral pernikahan? Segampang itukah cinta datang dan menguap hilang?


HW09032013
© by WP

Tuesday, March 5, 2013

Kehidupan

Kehidupan...

Masa lampau, masa kini, dan masa depan..
Kesalahan yang terjadi, anggaplah pelajaran
Kesuksesan yang tercapai, jadikan dorongan
Impian yang terpatri, janganlah diabaikan..


Waktu takkan berulang
Biarlah yang lalu terbuang,
sambutlah yang datang menjelang..

Jatuh, bangkit kembali
Gagal, renung dan perbaiki
Hidup hanya sekali,
bijaklah menjalani..
Jangan sesal menghantui..


 TOC05032013
© by WP

* sumber gambar : http://us.123rf.com/

Tuesday, February 26, 2013

Serba-serbi Pekerjaan

Sudah empat tahun saya bekerja terhitung sejak pertama menjejak kaki di ibukota ini.. Entah sudah berapa perusahaan menjadi eks sumber uang saya.. Belum lagi beberapa tempat saya bekerja paruh waktu sebelum kembali ke Indonesia. Sempat menjadi waiter restoran, juga house keeping di hotel.

Pertama bekerja di Jakarta sebagai penerjemah di perusahaan supplier spare part mesin sepatu. Dari sana saya mulai mengenal sedikit nama spare part dalam tiga bahasa (Inggris-Indonesia-Mandarin). Juga membuat saya terheran2 dengan jumlah produksi sepatu dan bertanya2 apakah sebanyak itu jumlah yang terjual per harinya.
Selang beberapa bulan, saya iseng melamar pekerjaan paruh waktu sebagai guru mandarin. Walau dengan pengetahuan mandarin Beijing yang terbatas, untungnya saya bisa menjalankan tugas dengan baik..
Kemudian saya sempat menjadi guru di sebuah sekolah toddler. Karena si pemilik menginginkan saya untuk ikat kontrak setahun, akhirnya saya mengundurkan diri.
Tak lama setelahnya, saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai staf nurseri di BSD. Tidak banyak orang yang tahu apa fungsi pekerjaan tsb. Tapi saya bangga, karena inilah salah satu yang membuat kota mandiri ini terasa lebih hijau daripada kota lainnya di kawasan Jakarta dan Tangerang.
Pergantian atasan membuat saya tidak betah dan memutuskan untuk pindah pekerjaan. Saya pun menerima tawaran dari saudara jauh saya untuk bekerja sebagai penerjemah di sebuah perusahaan retail yang akan membuka cabangnya di China sana. (kilas balik)
Berakhirnya masa kontrak, berakhir pula masa kerja saya di perusahaan tsb. Saya pun kemudian mendapatkan pekerjaan baru di bilangan Jalan Biak, yang berarti saya kembali lagi ke wilayah Jakarta.
Kali ini saya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan agrochemical. Di sini saya banyak mengetahui nama bahan baku obat2an kimia dan sempat merasa mungkin inilah titik balik saya ke bidang yang dulu saya pelajari semasa kuliah (hortikultura). Tapi ternyata, kebutuhan akan uang berkata lain. Saya pun pindah lagi ke perusahaan lain.
Dan di sinilah saya sekarang, di sebuah perusahaan engineering di suatu divisi yang menyuplai boiler dan mesin yang berhubungan dengan food processing.
Pelajaran baru yang saya dapatkan di sini lumayan banyak. Paling tidak saya tahu bahwa sebelum makanan ringan yang dijual di toko2 masuk ke dalam mulut kita, terlebih dahulu melewati proses seperti pengirisan, penggorengan, pengeringan, pembumbuan, pengepakan dan mungkin beberapa proses lainnya..
Di selang waktu antara keduanya, saya diterima menjadi waitress di kafe dekat kosan. Perlahan mempelajari tugas kasir, kemudian menjabat supervisor. Lumayan, bisa belajar sedikit manajemen dengan stock control. (sedikit kisahnya bisa dibaca di sini)

Bisa dibilang, saya bisa mengerjakan ini dan itu (berkaitan dengan administrasi kantor), tapi entah kenapa, saya merasa 'kok tidak ada yang sesuai dengan background pendidikan dan hobi yang saya suka ya?'
Dengan adanya pemikiran seperti itu, saya pun bertanya2 sampai kapan saya akan terus berganti2 pekerjaan..

Pokoknya, di mana pun kita berada, jangan lupa untuk terus mengambil pelajaran dan hikmah dari apapun yang baik untuk diserap.

Semoga saja suatu hari nanti saya bisa memiliki pekerjaan impian saya, yang pada akhirnya bisa mengantarkan saya ke kebebasan finansial yang sebenarnya..



TOC 25022013
© by WP

Monday, February 25, 2013

Menjadi Dewasa

Dalam hidup, manusia pasti mengalami suatu proses lahir, tumbuh, sakit, menua, kemudian terakhir meninggal. Itu sudah harga mati dan tidak dapat dihindari. Sesakti apapun manusia, akhirnya toh ya masuk liang kubur juga..

Namun sebelum kita diberikan waktu istirahat yang langgeng tsb, kita mengalami proses panjang bernama 'dewasa'. Di mana kematangan berpikir, keseimbangan perasaan dan logika dalam mengambil keputusan sangat berperan dan menunjukkan kualitas pribadi. 
Pada fase ini pula, kita dituntut untuk mengemban kewajiban dan tanggung jawab lebih dari saat kita masih anak2.
Ribet, karena seiring bertambah dewasa, pergaulan makin luas, orang yang kita kenal pun makin beragam latar belakang, kebiasaan, dan perilaku.
Seiring bertambah waktu, kenaikan harga barang, kita selalu dituntut untuk mencari pekerjaan yang sanggup menghidupi kita. Tak jarang kita diperbudak waktu dan uang..
Makin susah mengontrol emosi, karena permasalahan ini itu muncul bergantian..
dan sebagainya..

Saya yakin di saat kita masih kecil, banyak hal yang dirasa menyenangkan. Karena pada saat itu, kemampuan berpikir kita tidak sekompleks sekarang, masih ada orang dewasa yang mengawasi dan menjaga kita.
Setelah kita dewasa? Ya jelas kita lah orang yang harus berpusing2 ria akan kondisi di sekitar..

Membolak-balik album lama, membuat saya tertarik untuk mengetik artikel ini.
Entah sudah berapa lama saya tidak tertawa selebar di foto berikut.. haha..

 

 
Cideng 25022013
© by WP

Sunday, February 17, 2013

Sejenak Teriakan Hati

Badan lelah, hati dan pikiran pun sama..

Belakangan merasa lelah dengan rutinitas sebagai pegawai.
Masuk dan pulang kerja dengan jadwal yang sudah diatur, terlebih dengan status kerja terakhir yang double job. Bisa dihitung waktu istirahat dalam sehari kurang dari 6 jam.

Tiga tahun sudah melanglang Jakarta demi mencari penghidupan, entah pekerjaan apa yang saya inginkan, yang sesuai, dan yang bisa membuat saya bahagia dan bangga.
Sementara ini hanya bisa terus mencari dan berusaha mengumpulkan modal demi mimpi membuka usaha.
Semoga saja bisa berjalan lancar dan cepat terwujud..

Tak lupa mengembangkan kemampuan pribadi dan nilai personaliti sendiri, belajar untuk belajar.

TOC16022013
© by WP

Monday, January 7, 2013

Kisah Oei Hui Lan

Sebelumnya, coba baca ini
Sempat bingung karena alamat blog FB Agnes Davonar yang saya masukkan sebagai favorit tidak ada artikel baru untuk sekian waktu. Yang setelah diusut ternyata sudah pindah alamat..

Awalnya tertarik ingin membaca kisah ini karena gambar cover wanita berambut panjang yang misterius.
Ya maklum, saya penggemar kisah horor dan penampakan tsb mirip dengan salah satu adegan di film horor Jepang 'The Ring'  :D

Membaca kisahnya membuat saya menarik beberapa kesimpulan :
- Bila kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu, pasti akan berbuah hasil.
Lihat bagaimana perjuangan ayah Oei Hui Lan, Oei Tiong Ham, sedari awal hingga akhirnya menjadi saudagar gula terkaya se-Asia Tenggara.
- Kekayaan bukan sesuatu yang bisa menjamin kebahagiaan.
Biasanya makin kaya seseorang maka akan makin banyak godaan untuk berbuat khilaf. Bisa pula menjadikan seseorang itu arogan dan tidak perduli dengan sekitar.
- Kemampuan beradaptasi sangat penting dalam memposisikan diri dalam masyarakat. Ada pepatah mengatakan 'burung akan terbang bersama dengan kawanannya', yang berarti bila perlu kita harus meniru tindakan serigala menyamarkan diri dalam kerumunan domba.
Tentu dalam artian positif.
- Seberapa pun berantakannya sebuah rumah, ia tetaplah rumah di mana kita bisa dengan tenang beristirahat dan melepaskan segala kewaspadaan.
- Kehidupan seperti roda berputar, kadang kita di atas, di lain waktu kita di bawah.
Oleh karenanya slalu persiapkan diri untuk segala sesuatu yang mungkin terjadi. Jangan terlalu melonjak saat kita sedang sukses, dan jangan menyerah saat kita terpuruk.
- Pada akhirnya semua manusia akan menemui ajalnya, menutup tirai pentasnya, dari tanah kembali ke tanah..

Beribu salut untuk si penulis karena bisa merangkai cerita dengan sumber yang terbatas.
Sulit membayangkan bagaimana saya bisa menuliskan dialog yang terjadi di antara para tokoh bila saya tidak hadir di lokasi pada waktu itu.Mencari detail peristiwa yang tidak pernah dialami juga bukan sesuatu yang mudah.

Juga bertanya2 apa rasanya memiliki ratusan ribu USD di masa2 sebelum kemerdekaan Indonesia..

HW07012013
© by WP

Sunday, January 6, 2013

Ultah Pernikahan Ortu ke-30

Artikel ini merupakan artikel yang sudah lama saya 'pendam'. Seharusnya dituliskan pertengahan Mei yang lalu, tapi baru bisa direalisasikan sekarang.


Pada tanggal 17 Mei 2012 orangtua saya merayakan ulang tahun pernikahan mereka ke-30 di Cirebon.
Perjuangan saya untuk mencapai Cirebon lumayan panjang. Bermula dari terlambat bangun dan akhirnya harus menunda keberangkatan dengan travel ke Bandung, kemudian karena rute yang biasa saya naiki sudah penuh, maka saya pun berganti rute ke yang lebih jauh.
Belum lagi travel dari Bandung ke Cirebon mempunyai jadwal perjalanan yang lebih jarang..
Dan di tengah tol menuju ke Bandung, kendaraan yang saya tumpangi mengalami kerusakan.
Lengkap sudah.. (untung cuaca lumayan cerah hari itu, sehingga tidak perlu menunggu tumpangan sambil berhujan2 ria)
Mendengar kabar tersebut, mama saya ngomel2.. Katanya, "Mau sampai di sini jam berapa? Sudahlah ngga usah ke sini.."
Karena terus kena omel, saya pun sempat emosi sejenak.. Hampir melakukan perjalanan sendiri dengan kereta ke tempat yang memungkinkan untuk dikunjungi..
Tapi toh akhirnya saya dengan sabar menanti kendaraan yang menuju ke Cirebon dan tiba di sana menjelang pukul 11 malam.
Ajaibnya, mama tidak marah2 seperti siang harinya, Mungkin sudah habis juga energinya :p

Tiga dasawarsa hidup bersama,
bergandengan arungi rumah tangga..
Tak pelak ombak mengombang-ambing,
suka duka hampir beriring..
Itulah seuntai pengujian
berapa kuat satu ikatan..

Yang saya suka setiap kali bertemu dengan mama adalah sejumlah masakan favorit akan tersaji di meja makan (Yumm!)
Lumayan untuk perbaikan gizi sesekali :D
 

Hari berikutnya kami bermalam di tempat wisata dan menumpang berenang di Hotel Grage. Tak lupa menggunakan fasilitas sauna yang tersedia.
Yah, not bad for a short holiday lah :D

Betapa sebuah pengorbanan yang penuh sabar..
Merawat anak2 hingga tumbuh besar,
membiayai bersekolah dan belajar,
lalu mencari penghidupan dan berpencar.
Kami menganggapnya sesuatu wajar,
namun sejatinya kasih yang tak henti berpijar,
pun sampai akhir hayat takkan memudar.

Terimakasih atas jodoh yang kita miliki..
Semoga selamanya abadi..

HW03012013
© by WP

Tuesday, January 1, 2013

Tahun baru 2013

Tahun ini saya merayakan tahun baruan bersama dengan teman2 yang saya kenal di jejaring sosial. Jelas saya tidak ingin mengulang lagi melewatkan kesempatan serupa tahun lalu.
Kami pun bermalam di rumah salah satu teman di Cibubur, sibuk dengan persiapan bakar2an, kemudian menatap langit memandangi pendar kembang api yang menghias angkasa malam.
 


Melihat kembali yang pernah saya kerjakan, terutama karya menulis, merasa bahwa ada sedikit perbaikan dalam pemilihan diksi. Berharap nantinya bisa menjadi lebih baik lagi.
Dan seandainya memungkinkan, ingin bisa menjadikan menulis sebagai sumber pemasukan di hari tua nanti.
Hmm, semoga saja bisa dicapai secara perlahan..

Percik bunga buyar di angkasa,
menanda waktu berganti warsa..
Sambut ia dengan tangan terbuka,
siaplah diri menjadi beda..
Pula singkap hati dan pikiran,
benahkan jiwa jelang masa depan.. 

Resolusi tahun ini, sebisa mungkin tidak terlambat ke kantor. Dan bisa lebih produktif dari tahun sebelumnya, baik dalam hal pemasukan dan juga karya tulis.
Dan kalau diijinkan (kesannya serakah amat yak?), bertemu dengan seseorang yang sesuai dengan harapan dan siap menerima saya apa adanya..


Aminnnn..

HW06012013
© by WP