Monday, May 20, 2013

Berpindah

Sudah hampir tiga minggu ini saya dan keluarga sibuk mengurusi hal pindahan rumah dari kota lahir saya menuju BSD. Cukup ribet karena banyak barang yang harus diangkut dan dibongkar-muat.
Bagaimana tidak? Rumah itu sudah menjadi tempat tinggal tetap orang tua saya 30-an tahun. Perabot dan pernak-pernik di dalamnya, sudah jelas telah beranak-pinak jumlahnya..

Suatu saat sedang mengawasi ibu berbenah sambil memilah barang yang masih bisa digunakan dan barang yang akan dibuang, terlintas dalam pikiran saya bahwa pindah rumah (move in) hampir sama halnya dengan beralih hati (move on)..
Sengaja tidak menggunakan istilah ’berpindah hati’ karena sebelumnya pernah ada judul lagu sebuah grup musik kawakan Indonesia, yang isinya mengenai kesetiaan seorang pria kepada kekasihnya dan ia tak mungkin berpindah hati, berpaling, memberikan cintanya kepada wanita lain..

Berhubung saya terbiasa mendengarkan (tepatnya lebih banyak membaca) curhatan di satu forum komunitas online (me and capcipcus), sering sekali saya menemui kalimat ’saya galau, ngga bisa move on’..
Rata2 cowo atau cewe yang (mungkin) baru merasakan cinta untuk pertama kalinya atau sudah menjalin hubungan untuk waktu lumayan lama kemudian putus, akan merasa dunia seolah hancur karena rasa kehilangan tsb. Hidup tidak ada lagi gairah, setiap kali melewati tempat kenangan, mendengarkan lagu tertentu, maka akan teringat si mantan..
Di saat pikiran dan hati terbebani dan ybs tidak bisa membedakan urusan pribadi dan profesional, maka kondisi ini jelas akan mempengaruhi kinerja harian orang tsb, hasil kerja tidak optimal. Tidak perduli apakah statusnya pelajar, karyawan, pengusaha, atau lainnya.
Biasanya respon saya adalah : ’yah, dirimu masih muda, masih banyak hal yang harus dikejar daripada perihal asmara. Seiring waktu berjalan, akan bermunculan banyak orang di hadapan dan mungkin salah satunya merupakan jodoh sampai akhir waktu nanti. Jangan takut bangkit setelah merasakan sakitnya terjatuh..’
Reaksi atas pernyataan saya ya tergantung si curhater. Kalau dia seorang yang berpikiran positif, maka dia akan lebih cepat pulih daripada yang tidak percaya diri atau yang cenderung berpikiran negatif.

Berikut kesamaan yang terlintas di pikiran saya:
-    Kehilangan rasa nyaman..
Tiap manusia pasti memiliki kebutuhan atas rasa nyaman. Rasa nyaman secara fisik bisa timbul karena tingkat kebersihan, kecocokan lingkungan, kepraktisan aktivitas dari tempat tinggalnya, sementara rasa nyaman secara kejiwaan timbul karena kita menemukan seseorang yang bisa diajak berbagi cerita, berbagi pengalaman, baik yang senang atau sedih.
Sekalinya sudah menemukan sesuatu yang sesuai dan membuat kita merasa bahagia di dalamnya, maka akan susah untuk meninggalkannya. Dalam hati tentu akan merasa sakit, tidak tega, resah apakah akan menemukan yang serupa, dan perasaan negatif lainnya. Tapi seiring waktu dan melalui proses memilih lebih lanjut, maka kita bisa menemukan tempat tinggal ataupun seseorang yang tepat yang mempunyai kriteria kurang lebih sama dengan yang terdahulu..

-    Perlu tambal sulam..
Ada beberapa barang di tempat lama yang harus ditinggal karena kondisinya sudah tidak baik lagi, kemudian di rumah baru kita harus mencari perabot dan aksesori baru yang sesuai dengan kebutuhan, bentuk rumah, warna cat, dsb.
Demikian pula kita harus introspeksi, mana sifat yang harus kita ubah atau sikap yang harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi sosok kekasih yang lebih baik.

-    Penyesuaian
Selera setiap individu sangatlah variatif. Apabila rumah baru yang kita tempati memiliki gaya tata ruang berbeda dengan keinginan kita, tentu kita harus meluangkan waktu untuk merancang atau menata ulang rumah tsb.
Pun saat kita memiliki kekasih baru, maka kita perlu untuk menyesuaikan diri dengannya. Luangkanlah waktu untuk mengetahui bagaimana sifat aslinya, apakah arah dan tujuan yang diharapkan dari hubungan tsb, dsb.

Satu2nya perbedaan yang mencolok adalah harga barang setelah digunakan.
Harga rumah akan terus meningkat walaupun ia sudah berpindah tangan beberapa kali. Tapi namanya kekasih mantan orang lain, nilainya mungkin saja naik atau turun tergantung pada individu.
haha.. (sekadar selingan..)

Ah, ya begitulah..
Intinya, di saat kita merasa sakit karena kehilangan sesuatu, biarlah waktu membantu kita menambal ruang kosong itu. Dan percayalah selalu ada yang lebih baik sedang menanti kita mengejar di depan sana.

Kng13052013
© by WP

Monday, April 29, 2013

28 April 2013 >> double day

Sehubungan tanggal 28 April adalah Hari Puisi, yang kebetulan juga hari ulang tahun, demikianlah saya menoreh tinta memadu kata..

Hembus sang bayu berpadu langit biru,
aroma herbal mengadar tebal di terjal,
ricuh kicau perkutut merdu saling bertaut,
indahnya bumi semesta melipur mata..
Patut syukurilah segala rancang Allah..
Umpama tanggap bajik maka berbuah baik..
Ingkarkan materialisme melahap ide,
siap jiwa mengelana alam kedua,
insan kan karam bak mentari terbenam..

Sekadar mengingatkan diri sendiri bahwa kita dianugerahi ciptaan yang indah.
Hidup memang tidak selalu mulus sesuai harapan, tapi bagaimana kita melihat, menjalankan dan menghadapi masalah, di situ lah kunci kebahagiaan kita.
Juga jangan terlalu larut dalam kesenangan duniawi semata, karena semua yang diperoleh semasa hidup tidak muat dalam bagasi perjalanan menuju dunia akherat..

Kng28042013
© by WP

Monday, March 11, 2013

Perceraian Artis (Lagi)

Tadi pagi saat tidak sengaja menonton acara infotainment, saya dikejutkan oleh berita perceraian artis Ira Wibowo dan Katon Bagaskara.
Bagaimana tidak?
Belum lama ini mereka masuk dalam 'daftar pasangan artis yang jauh dari gosip' versi Y!. Pernikahan mereka pun sudah berjalan lebih dari 16 tahun. Suatu prestasi yang cukup mengesankan di jaman seperti sekarang. Bukan waktu yang singkat, yang berlalu hanya dengan sekejap mata.
Dan mereka adalah pasangan kedua yang ingin saya jadikan panutan dalam pernikahan (nantinya) tapi toh ternyata kandas tengah jalan, setelah Anang-KD.

Orang di sekitar saya yang sering mendengar cibiran saya tentang hubungan antara pria-wanita, perilaku laki2, pernikahan, pasti mengira saya seorang yang anti-asmara, atau mungkin pernah mengalami trauma dalam percintaan..
But I am not and I didn't..

Saya percaya 'cinta sejati itu ada'. Saya pun tidak memungkiri 'pernikahan suci'. Namun apa yang saya lihat belakangan ini, sungguh membuat saya meragukan apa arti pernikahan bagi manusia..
Sekadar pembuktian cinta, penandaan hak milik, gaya hidup, atau ada arti lainnya?

Kok bisa dengan enaknya menyatakan cinta, mengikat janji di hadapan Tuhan, menjalani rumah tangga, punya masalah namun tidak dibicarakan, kemudian memutuskan berpisah karena alasan 'sudah tidak cocok' atau 'ternyata dia bukan jodoh saya'..
Hadeuh...

Semudah itukah merusak janji sakral pernikahan? Segampang itukah cinta datang dan menguap hilang?


HW09032013
© by WP

Tuesday, March 5, 2013

Kehidupan

Kehidupan...

Masa lampau, masa kini, dan masa depan..
Kesalahan yang terjadi, anggaplah pelajaran
Kesuksesan yang tercapai, jadikan dorongan
Impian yang terpatri, janganlah diabaikan..


Waktu takkan berulang
Biarlah yang lalu terbuang,
sambutlah yang datang menjelang..

Jatuh, bangkit kembali
Gagal, renung dan perbaiki
Hidup hanya sekali,
bijaklah menjalani..
Jangan sesal menghantui..


 TOC05032013
© by WP

* sumber gambar : http://us.123rf.com/

Tuesday, February 26, 2013

Serba-serbi Pekerjaan

Sudah empat tahun saya bekerja terhitung sejak pertama menjejak kaki di ibukota ini.. Entah sudah berapa perusahaan menjadi eks sumber uang saya.. Belum lagi beberapa tempat saya bekerja paruh waktu sebelum kembali ke Indonesia. Sempat menjadi waiter restoran, juga house keeping di hotel.

Pertama bekerja di Jakarta sebagai penerjemah di perusahaan supplier spare part mesin sepatu. Dari sana saya mulai mengenal sedikit nama spare part dalam tiga bahasa (Inggris-Indonesia-Mandarin). Juga membuat saya terheran2 dengan jumlah produksi sepatu dan bertanya2 apakah sebanyak itu jumlah yang terjual per harinya.
Selang beberapa bulan, saya iseng melamar pekerjaan paruh waktu sebagai guru mandarin. Walau dengan pengetahuan mandarin Beijing yang terbatas, untungnya saya bisa menjalankan tugas dengan baik..
Kemudian saya sempat menjadi guru di sebuah sekolah toddler. Karena si pemilik menginginkan saya untuk ikat kontrak setahun, akhirnya saya mengundurkan diri.
Tak lama setelahnya, saya mendapatkan kesempatan untuk bekerja sebagai staf nurseri di BSD. Tidak banyak orang yang tahu apa fungsi pekerjaan tsb. Tapi saya bangga, karena inilah salah satu yang membuat kota mandiri ini terasa lebih hijau daripada kota lainnya di kawasan Jakarta dan Tangerang.
Pergantian atasan membuat saya tidak betah dan memutuskan untuk pindah pekerjaan. Saya pun menerima tawaran dari saudara jauh saya untuk bekerja sebagai penerjemah di sebuah perusahaan retail yang akan membuka cabangnya di China sana. (kilas balik)
Berakhirnya masa kontrak, berakhir pula masa kerja saya di perusahaan tsb. Saya pun kemudian mendapatkan pekerjaan baru di bilangan Jalan Biak, yang berarti saya kembali lagi ke wilayah Jakarta.
Kali ini saya bekerja sebagai sekretaris di perusahaan agrochemical. Di sini saya banyak mengetahui nama bahan baku obat2an kimia dan sempat merasa mungkin inilah titik balik saya ke bidang yang dulu saya pelajari semasa kuliah (hortikultura). Tapi ternyata, kebutuhan akan uang berkata lain. Saya pun pindah lagi ke perusahaan lain.
Dan di sinilah saya sekarang, di sebuah perusahaan engineering di suatu divisi yang menyuplai boiler dan mesin yang berhubungan dengan food processing.
Pelajaran baru yang saya dapatkan di sini lumayan banyak. Paling tidak saya tahu bahwa sebelum makanan ringan yang dijual di toko2 masuk ke dalam mulut kita, terlebih dahulu melewati proses seperti pengirisan, penggorengan, pengeringan, pembumbuan, pengepakan dan mungkin beberapa proses lainnya..
Di selang waktu antara keduanya, saya diterima menjadi waitress di kafe dekat kosan. Perlahan mempelajari tugas kasir, kemudian menjabat supervisor. Lumayan, bisa belajar sedikit manajemen dengan stock control. (sedikit kisahnya bisa dibaca di sini)

Bisa dibilang, saya bisa mengerjakan ini dan itu (berkaitan dengan administrasi kantor), tapi entah kenapa, saya merasa 'kok tidak ada yang sesuai dengan background pendidikan dan hobi yang saya suka ya?'
Dengan adanya pemikiran seperti itu, saya pun bertanya2 sampai kapan saya akan terus berganti2 pekerjaan..

Pokoknya, di mana pun kita berada, jangan lupa untuk terus mengambil pelajaran dan hikmah dari apapun yang baik untuk diserap.

Semoga saja suatu hari nanti saya bisa memiliki pekerjaan impian saya, yang pada akhirnya bisa mengantarkan saya ke kebebasan finansial yang sebenarnya..



TOC 25022013
© by WP

Monday, February 25, 2013

Menjadi Dewasa

Dalam hidup, manusia pasti mengalami suatu proses lahir, tumbuh, sakit, menua, kemudian terakhir meninggal. Itu sudah harga mati dan tidak dapat dihindari. Sesakti apapun manusia, akhirnya toh ya masuk liang kubur juga..

Namun sebelum kita diberikan waktu istirahat yang langgeng tsb, kita mengalami proses panjang bernama 'dewasa'. Di mana kematangan berpikir, keseimbangan perasaan dan logika dalam mengambil keputusan sangat berperan dan menunjukkan kualitas pribadi. 
Pada fase ini pula, kita dituntut untuk mengemban kewajiban dan tanggung jawab lebih dari saat kita masih anak2.
Ribet, karena seiring bertambah dewasa, pergaulan makin luas, orang yang kita kenal pun makin beragam latar belakang, kebiasaan, dan perilaku.
Seiring bertambah waktu, kenaikan harga barang, kita selalu dituntut untuk mencari pekerjaan yang sanggup menghidupi kita. Tak jarang kita diperbudak waktu dan uang..
Makin susah mengontrol emosi, karena permasalahan ini itu muncul bergantian..
dan sebagainya..

Saya yakin di saat kita masih kecil, banyak hal yang dirasa menyenangkan. Karena pada saat itu, kemampuan berpikir kita tidak sekompleks sekarang, masih ada orang dewasa yang mengawasi dan menjaga kita.
Setelah kita dewasa? Ya jelas kita lah orang yang harus berpusing2 ria akan kondisi di sekitar..

Membolak-balik album lama, membuat saya tertarik untuk mengetik artikel ini.
Entah sudah berapa lama saya tidak tertawa selebar di foto berikut.. haha..

 

 
Cideng 25022013
© by WP

Sunday, February 17, 2013

Sejenak Teriakan Hati

Badan lelah, hati dan pikiran pun sama..

Belakangan merasa lelah dengan rutinitas sebagai pegawai.
Masuk dan pulang kerja dengan jadwal yang sudah diatur, terlebih dengan status kerja terakhir yang double job. Bisa dihitung waktu istirahat dalam sehari kurang dari 6 jam.

Tiga tahun sudah melanglang Jakarta demi mencari penghidupan, entah pekerjaan apa yang saya inginkan, yang sesuai, dan yang bisa membuat saya bahagia dan bangga.
Sementara ini hanya bisa terus mencari dan berusaha mengumpulkan modal demi mimpi membuka usaha.
Semoga saja bisa berjalan lancar dan cepat terwujud..

Tak lupa mengembangkan kemampuan pribadi dan nilai personaliti sendiri, belajar untuk belajar.

TOC16022013
© by WP

Monday, January 7, 2013

Kisah Oei Hui Lan

Sebelumnya, coba baca ini
Sempat bingung karena alamat blog FB Agnes Davonar yang saya masukkan sebagai favorit tidak ada artikel baru untuk sekian waktu. Yang setelah diusut ternyata sudah pindah alamat..

Awalnya tertarik ingin membaca kisah ini karena gambar cover wanita berambut panjang yang misterius.
Ya maklum, saya penggemar kisah horor dan penampakan tsb mirip dengan salah satu adegan di film horor Jepang 'The Ring'  :D

Membaca kisahnya membuat saya menarik beberapa kesimpulan :
- Bila kita bersungguh-sungguh dalam mengerjakan sesuatu, pasti akan berbuah hasil.
Lihat bagaimana perjuangan ayah Oei Hui Lan, Oei Tiong Ham, sedari awal hingga akhirnya menjadi saudagar gula terkaya se-Asia Tenggara.
- Kekayaan bukan sesuatu yang bisa menjamin kebahagiaan.
Biasanya makin kaya seseorang maka akan makin banyak godaan untuk berbuat khilaf. Bisa pula menjadikan seseorang itu arogan dan tidak perduli dengan sekitar.
- Kemampuan beradaptasi sangat penting dalam memposisikan diri dalam masyarakat. Ada pepatah mengatakan 'burung akan terbang bersama dengan kawanannya', yang berarti bila perlu kita harus meniru tindakan serigala menyamarkan diri dalam kerumunan domba.
Tentu dalam artian positif.
- Seberapa pun berantakannya sebuah rumah, ia tetaplah rumah di mana kita bisa dengan tenang beristirahat dan melepaskan segala kewaspadaan.
- Kehidupan seperti roda berputar, kadang kita di atas, di lain waktu kita di bawah.
Oleh karenanya slalu persiapkan diri untuk segala sesuatu yang mungkin terjadi. Jangan terlalu melonjak saat kita sedang sukses, dan jangan menyerah saat kita terpuruk.
- Pada akhirnya semua manusia akan menemui ajalnya, menutup tirai pentasnya, dari tanah kembali ke tanah..

Beribu salut untuk si penulis karena bisa merangkai cerita dengan sumber yang terbatas.
Sulit membayangkan bagaimana saya bisa menuliskan dialog yang terjadi di antara para tokoh bila saya tidak hadir di lokasi pada waktu itu.Mencari detail peristiwa yang tidak pernah dialami juga bukan sesuatu yang mudah.

Juga bertanya2 apa rasanya memiliki ratusan ribu USD di masa2 sebelum kemerdekaan Indonesia..

HW07012013
© by WP