Wednesday, December 11, 2013

Kondominium Lantai Sembilan (Nuranto Hadyansah)

Alkisah tentang seorang gadis cantik penghuni salah satu unit di kondominium lantai 9 bernama Ken Savitri.
Ia terperangkap dalam prisma cinta antara kekasihnya, Bimo, dan dua wanita lain yang bekerja di perusahaan yang sama dengannya. Satu adalah atasannya, satu lagi rekan kerjanya yang memang suka berpakaian seksi.
Mengetahui kenyataan tsb, ia pun sakit hati, berusaha melarikan diri dan melepaskan bayang2 cinta Bimo.
Di saat inilah ia secara tidak sengaja bertemu dengan seorang Bre yang dewasa, sabar, dan bisa mengajak Ken untuk menikmati indahnya hidup dan lukisan alam melalui lensa kamera.

Sayangnya, takdir mempersatukan keduanya dalam suatu ikatan darah. Kenyataan pahit yang akhirnya diketahui oleh Ken tepat pada saat Bre menghembuskan napas terakhirnya..

----

Kisah dalam buku ini sebenarnya termasuk umum. Bercampur dalam napas metropolitan ibukota yang bisa ditemui di mana saja sekitar kita.
Yang membuatnya unik adalah gaya pengungkapan penulis yang memadukan bahasa puitis beserta majas metafora dan majas eufimisme.
Selain itu, si penulis menyisipkan budaya kejawen (ke-Jawa-an) dalam ceritanya. Terdapat beberapa penggalan kisah perseteruan Pandawa dan Kurawa dalam perang Bharata Yudha, kesaktian Wrekudara alias Bima, perkasanya Arjuna, kecantikan para dewi khayangan yang menyesatkan dsb.

Salah satu nilai yang saya pelajari dan ingin saya bagikan dari buku ini adalah:
Banyak hal di sekitar kita yang mengajarkan perbedaan laki-laki dan perempuan tampak pada apa yang mereka lakukan. Pekerjaan tidak bercerita tentang peran. Peran dan pekerjaan bermain pada wilayah yang berbeda...
Kewajiban laki-laki adalah panca-nga
- angayomi = melindungi, memberikan rasa tenteram, aman dan damai pada perempuan, 
- angayani = memberikan nafkah lahir dan batin secukupnya, 
- angomahi = bisa memberikan rumah untuk ketenangan berlindung, 
- angayeni = bersikap menenangkan hati perempuan, tidak bersikap yang menyulut suasana panas di hati, 
- angatmajani = bisa memberikan keturunan.

Sementara kewajiban perempuan disebut panca-ti:
- gemi nastiti = harus hemat, hati2 menggunakan hartanya dan tidak boros,
- reti ngati-ati = bisa menjaga rumah tangga, tidak memburu kesenangan semata, mengerti mana yang penting mana yang tidak,
- surti = menjaga keselamatan dan kebahagiaan suami,
- gemati = wajib memperhatikan kehendak laki2, tidak mengecewakan, tidak senang bersilat lidah,
- bekti = setia dan tidak selingkuh.
(dikutip dari hal. 142-143) 

BKHW 10122013
© by WP

Note:
berdasarkan http://id.wikipedia.org/wiki/Majas,
* majas metafora adalah gaya bahasa yang membandingkan suatu benda dengan benda lain karena mempunyai sifat yang sama atau hampir sama.
* majas eufimisme adalah pengungkapan kata-kata yang dipandang tabu atau dirasa kasar dengan kata-kata lain yang lebih pantas atau dianggap halus. 

No comments:

Post a Comment

Left your comment..